Pernah membaca tentang cara hidup gereja mula-mula?
Kisah ini tercatat dalam Kisah Para Rasul 2:41-47. Inilah awal dari gereja yang kita kenal. Tiga ribu orang dibaptis (ay. 41), dan mereka pun hidup bersama-sama sebagai tubuh Kristus. Mereka seakan menemukan arti hidup yang baru, dengan percaya kepada Tuhan dan memiliki jemaat sebagai keluarga.
Akan tetapi, mungkin Anda bertanya: itu ‘kan kisah dua milenium yang lalu. Apa relevansinya dengan zaman sekarang? Tenang, kita akan pelajari.
Cara Hidup Gereja yang Patut Ditiru
Pernahkah Anda merasa hidup Kristen seolah kering, tanpa rasa, dan hambar? Hari Minggu, pergi ke gereja, beribadah, lalu pulang. Hanya ibadah, tapi tanpa makna. Lalu mengikut Tuhan terasa seperti beban.
Bisa juga, satu sama lain seolah tak peduli. Tak ada yang memberi, atau perlu didorong agar memberi. Rasanya, kok egois sekali?
Lama-lama, hidup Kristen jadi tak bersemangat. Buat apa kita bergereja?
Jika itu yang Anda rasakan, saatnya untuk menengok kembali ke gereja mula-mula. Menariknya, kita dapat menemukan panduan berharga dari cara hidup Gereja Pertama, yang dicatat dalam Perjanjian Baru.
Ada hal-hal yang dapat kita contoh agar hidup rohani kita kembali bersemangat.
1. Kekuatan Doa Bersama

Cara hidup gereja mula-mula sangat ditandai dengan doa bersama. Dalam Kisah Para Rasul 1:14, dikatakan bahwa para pengikut Yesus, “‘Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama.”
Berdoa bersama-sama mendekatkan sesama tubuh Kristus. Juga, kita dapat kekuatan di masa-masa sulit, tantangan, atau situasi yang tak terduga. Inilah salah satu indahnya cara hidup gereja pertama: berdoa bersama, baik dalam kelompok kecil maupun besar.
Adakah kesempatan di mana Anda dapat mengajak orang-orang untuk berdoa? Mulailah dari kelompok kecil Anda. Ketika orang-orang percaya berkumpul dan berdoa, Tuhan pasti hadir (Matius 18:20).
2. Berbagi kepada Mereka yang Membutuhkan
Salah satu ciri khas cara hidup Gereja Pertama adalah kemurahan hati dalam berbagi. Kisah Para Rasul 2:45 mencatat bahwa mereka “‘dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.”
Memberi adalah satu ajaran yang Tuhan tekankan. Ingat bahwa ketika kita membantu mereka yang membutuhkan, kita melakukannya untuk Tuhan (Matius 25:45). Pula, memberi menciptakan keseimbangan; mereka yang mampu membantu mereka yang tidak mampu. Bukankah itu adalah tanda kita saling mengasihi?
Jadi, mari budayakan memberi. Demikianlah dunia akan melihat, bahwa kita ini berbeda.
3. Bertekun dalam Ajaran yang Sehat

Gereja mula-mula sangat berkomitmen pada pengajaran para rasul, seperti dicatat dalam Kisah Para Rasul 2:42. Dengan mendengar ajaran yang sehat, mereka pun teguh berakar dalam iman mereka.
Dalam konteks modern, kita bisa mengikuti jejak mereka dengan mendalami Alkitab. Hal ini tidak hanya memperdalam pemahaman kita tentang kekristenan, tetapi juga memberi kita arah dan tujuan yang jelas dalam kehidupan sehari-hari.
4. Pertemuan Reguler
Cara hidup Gereja Pertama juga ditandai dengan pertemuan reguler. Mereka berkumpul untuk “memecah-mecah roti” (Kisah Para Rasul 2:46), yang adalah cara mereka untuk mengingat kematian Yesus dan sarana berkumpul.
Tentu saja saat ini semuanya sudah berbeda. Mungkin kita tidak lagi terus-menerus memecah roti dalam berkumpul, namun masih ada kesempatan untuk saling bersekutu. Setidaknya, dalam komunitas atau persekutuan. Semakin kita bertemu, semakin kita saling mengenal dan dekat satu sama lain.
5. Penginjilan yang Aktif
Cara hidup Gereja Pertama tidak lengkap tanpa semangat penginjilan. Mereka dengan berani menyebarkan kabar baik, seperti dicatat dalam Kisah Para Rasul 4:31, “Mereka memberitakan firman Allah dengan berani.”
Cara hidup ini mengajak kita untuk tidak hanya menjadi pendengar yang baik dari firman Tuhan, tetapi juga menjadi pembawa firman kepada orang lain. Dengan berbagi iman kita, kita bukan hanya membantu memperluas Kerajaan Allah, tetapi juga memperkaya pengalaman rohani kita sendiri.
Dekat dengan Tuhan dan Komunitas
Cara hidup Gereja Pertama menawarkan banyak pelajaran berharga untuk kehidupan rohani kita. Dengan mengadopsi praktik doa bersama, berbagi, mendalami ajaran, berkumpul, dan menginjil, kita dapat memperbarui semangat kita sebagai orang Kristen.
Mari kita semangat mengikuti jejak mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih berarti dan penuh dengan kasih. Dengan cara hidup seperti ini, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Tuhan tetapi juga memperkuat komunitas kita.
Related articles:
- Apa itu Gereja dan Apa yang Tuhan Kehendaki Darinya?
- Berani Tampil Beda: Panggilan Sejati Anak Muda Kristen
- Pergi ke Gereja? Persiapkan Hati dengan 4 Cara Ini
- Komunitas Rohani, Seberapa Penting?
- Seberapa Pentingnya Komunitas Rohani?
–
Yuk, baca top artikel kami:
Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?
Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?
Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?
Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab
Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas
–
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:
Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp
Last modified: Apr 30

