Sebagai orang tua, pasti Anda ingin ada koneksi dengan anak. Hubungan Anda dan anak dekat bagai sahabat. Tidak ada jarak, tidak ada penghalang.
Demikian pula dengan anak Anda. Mereka ingin dekat dengan ayah-ibunya, dan menjadikan mereka tempat yang aman.

Mengapa Koneksi yang Baik?
Lalu, apa manfaat koneksi yang baik dengan anak?
Ketika hubungan anak dan orang tua kuat, anak akan merasa orang tua sebagai tempat aman dan nyaman. Tidak ada rasa enggan dan sungkan untuk berbagi. Ketika ada masalah, mereka pasti bercerita. Adanya rasa aman dan nyaman memampukan anak bertumbuh sehat secara fisik dan emosi. Tidak hanya itu, potensi mereka pun berkembang dan tersalurkan dengan baik.
Bagi orang tua, kita akan lebih mengenal dan memahami anak. Hidup sehari-hari pun terasa lebih nikmat karena kita senang dengan kehadiran anak kita. Mendidik dan mengarahkan anak pun terasa lebih mudah.
Cara Membangun Koneksi dengan Anak
Sekarang, bagaimana caranya agar koneksi baik dengan anak tercipta?
Langkah-langkah berikut ini sangat membantu untuk memiliki koneksi dengan anak. Mari kita lihat bersama-sama!

Memandang Anak sebagai Berkat
Terkadang, perilaku anak bisa menjengkelkan. Kejengkelan itu bisa sedemikian rupa sehingga kita bisa melihat anak sebagai beban, bukan berkat.
Tetap memandang anak sebagai berkat adalah langkah awal untuk membangun koneksi dengan anak. Coba bayangkan, jika kita terus melihat anak sebagai beban dan hal yang selalu menyebalkan. Apakah kita akan termotivasi membangun koneksi dengan anak?
Kita bisa belajar dari sikap Yesus terhadap anak–anak kecil. Saat ada orang membawa anak–anak kecil untuk diberkati oleh Yesus, para murid memarahi orang itu (Matius 19:13). Bagaimana sikap Yesus?
Matius 19:14, Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak–anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”
Di saat murid-murid-Nya berusaha menghalangi anak–anak, Yesus tidak bersikap seperti itu. Dia menerima mereka dengan sukacita dan memberkati mereka. Alasannya, karena Ia melihat anak–anak sebagai anugerah Bapa.
Bagaimana cara Anda memandang anak–anak Anda? Jika anak adalah berkat Allah bagi Anda, tentu Anda akan memperlakukan mereka dengan kasih dan penuh hormat.
Di sisi lain, kita juga harus memahami bahwa anak merupakan suatu anugerah dari Tuhan. Selain memastikan kebutuhan dan tumbuh kembangnya tercukupi, kita pun perlu memperkenalkan mereka kepada Tuhan. Tidakkah luar biasa, ketika Tuhan memercayakan kita suatu misi besar seperti ini?

Luangkan Waktu Bersama Anak Anda
Tanpa waktu luang yang cukup, koneksi baik mustahil tercipta. Demikian pula Anda dan anak-anak Anda.
Anak perlu melihat dan merasakan betapa ia dikasihi. Itu akan terwujud jika kita meluangkan waktu dengannya. Kita perlu meluangkan waktu untuk bermain, dan melakukan aktivitas bersama-sama.
Untuk caranya, Anda dapat berpartisipasi dalam hobi dan kegemarannya. Misalnya, ikut bermain game, berolah raga, atau jalan-jalan. Percayalah, bermain bersama adalah lem perekat dalam hubungan Anda dan anak. Bisa juga dengan berdoa atau devotion bersama, atau dengan menceritakan dongeng sebelum tidur.
Tidak hanya beraktivitas bersama, pastikan Anda hadir di momen penting anak. Ketika anak lulus sekolah, ikut serta dalam pentas seni, atau bertanding dalam sebuah turnamen, pastikan Anda hadir di situ.
Tujuannya adalah seperti Amsal 17:17, Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. Ketika Anda dana anak menjadi dekat, bukankah itu sesuatu yang indah?

Berlaku Baik kepada Anak
Setiap manusia ingin dihargai dan diperlakukan dengan hormat. Begitu pula dengan anak Anda.
Efesus 6:4, Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.
Ayat tersebut jelas berbicara kepada orang tua. Dikatakan, bahwa bapa-bapa – juga kepada ibu-ibu – tak boleh membangkitkan amarah anak-anaknya. Dari ayat di atas, kita mengerti bahwa orang tua perlu memperlakukan anaknya sebaik mungkin.
Mengapa? Meski masih kecil, anak akan mengingat perasaan yang muncul dari perbuatan orang tua. Entah perbuatan baik atau buruk, entah kasih tulus maupun pura-pura, anak pasti ingat.
Oleh karena itu, marilah kita mengasihi anak dengan tulus. Perhatikan perasaan anak ketika perlu menasihati. Juga, buat batasan-batasan yang sehat sehingga mereka merasa dikasihi, misalnya Anda tidak akan menuruti permintaan anak jika dia tantrum atau berbuat kasar.
Anda bisa mulai dengan menggunakan kata-kata yang baik kepada anak. Andaikan mereka perlu didisiplinkan, hindari kata-kata yang menjatuhkan dan menghina. Anda perlu mengendalikan emosi saat mendisiplinkan mereka.
Juga, perlihatkan penghargaan dan apresiasi. Puji dan katakan terima kasih ketika anak berbuat baik. Ketika anak berprestasi, beri pujian sehingga mereka merasa senang dengan kerja keras mereka.
Adanya perasaan dihargai akan menumbuhkan kedekatan, dan akhirnya koneksi.

Anak dan Anda akan Bahagia
Koneksi antara Anda dengan anak sangat penting untuk diupayakan. Anda dan anak akan berbahagia karena memiliki hubungan yang baik, saling memahami, dan saling membangun.
Jika Anda dan anak bahagia, saya percaya Bapa kita di surga pasti berbahagia pula.
Referensi:
www.alodokter.com/hubungan-ayah-dan-anak-menentukan-karakter-dan-tingkat-kecerdasan
https://www.parentingni.org/blog/parent-child-relationship-why-its-important/
Related Articles:
- Apa itu Good Enough Parenting?
- Kasih Sayang Orang Tua: Mengutamakan Hati, Bukan Penampilan
- Apakah 7 Tanda Keluarga Bahagia Ini Sudah Ada di Dalam Keluargamu?
- Anak: Penghalang atau Penyemangat dalam Melayani Tuhan?
- Keluarga Harmonis Tidak Turun dari Langit
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:
Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp
Last modified: Aug 5

