Pernahkah Anda memperhatikan, bagaimana sebuah pohon bertumbuh? Dari sebuah benih kecil, pohon itu menancapkan akarnya ke dalam tanah, mencari nutrisi, dan berjuang menuju cahaya matahari.
Seperti pohon, iman kita juga perlu “bertumbuh.” Tujuan kita sebagai murid Yesus bukan hanya sekadar mempercayai Dia tetapi juga semakin dewasa di dalam Dia, menjadi lebih mirip dengan Dia dalam segala hal.
Sudahkah kita mengusahakan pertumbuhan kita? Namun, sebelum itu, mari kita lihat, siapakah kita? Orang yang dewasa rohani, atau bayi rohani?
Dewasa Rohani atau Bayi Rohani?

Sayang, kita melupakan fakta penting ini. Ada orang-orang yang merasa cukup hanya dengan menerima Yesus sebagai Juruselamat mereka, lalu berhenti di situ. Akibatnya, mereka menjadi bayi-bayi rohani dan tidak bertumbuh dalam perjalanan kekristenan mereka. Mereka seperti pohon yang tumbuh sedikit tetapi kemudian stagnan dan tidak menghasilkan buah.
Seperti yang dikatakan dalam Ibrani 5:12-14, kita seharusnya tidak selalu menjadi “bayi” dalam hal ajaran dan prinsip-prinsip rohani.
“Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.” – Ibrani 5:12-14
Mari kita ambil contoh kasih. Kita semua tahu bahwa Yesus adalah contoh kasih yang sempurna. Jadi, apakah kita bertumbuh dalam kasih kita terhadap sesama? Apakah kita menunjukkan kasih yang tidak memilih, seperti Yesus? “Kasihilah musuhmu, berkatilah orang yang mengutuk kamu” (Matius 5:44).
Atau bagaimana dengan pengampunan? Apakah kita makin bisa memaafkan orang-orang yang menyakiti kita? Efesus 4:32 mengajarkan kita untuk “saling mengampuni, sebagaimana Allah dalam Kristus juga mengampuni kamu.”
Jadi jelas, menjadi dewasa rohani adalah tujuan kita sebagai orang Kristen. Bagaimana caranya bertumbuh dalam iman?
2 Cara untuk Bertumbuh dalam Iman

1. Ambil Keputusan, Sekarang
Pertumbuhan rohani mulai dari keputusan: keputusan untuk bertumbuh. Iman bukanlah sesuatu yang secara otomatis bertumbuh tanpa usaha dari kita. Kita perlu berkomitmen untuk menjadi lebih seperti Kristus setiap hari.
Seperti kata 2 Petrus 1:5, dikatakan, “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan…” Perhatikan bahwa iman adalah garis start. Ada hal-hal yang harus dengan sengaja kita tambahkan, seperti kebajikan, pengetahuan, dan lainnya sampai ayat ke-7.
Artinya, menumbuhkan iman adalah suatu keputusan. Sudahkah kita ambil keputusan, untuk bertumbuh setiap hari?
2. Usahakan Setiap Hari
Setelah memutuskan untuk bertumbuh, langkah berikutnya adalah berusaha setiap hari.
Pertama-tama, kita perlu membaca dan merenungkan firman setiap hari. Roma 10:17 berkata, “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Tidak mungkin ada pertumbuhan tanpa mendengarkan firman Allah.
Namun tidak cukup hanya mendengar, apa yang kita renungkan juga harus kita lakukan. “Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin” (Yakobus 1:23), demikian kata rasul Yakobus. Firman Allah harus kita praktikkan setiap hari.
Dengan cara demikian, kita dapat bertumbuh setiap hari. Kita makin akrab dengan firman-Nya, kehendak-Nya, dan hidup kita diubahkan-Nya.
3. Berada dalam Komunitas yang Sehat
Langkah ketiga adalah menemukan komunitas yang sehat.
Sebagai Kristen, kita tidak dapat bertumbuh sendiri. Perlu adanya komunitas yang tepat untuk mendukung, menantang, dan menolong kita.
Demikian dikatakan pada Amsal 27:17, “Besi menajamkan besi; orang menajamkan sesamanya.” Roma 12:5 juga berkata, “demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.” Jadi, sebagai orang percaya, kita tidak bisa sendiri; kita membutuhkan satu sama lain.
Adanya teman dan sahabat rohani jelas menolong kita. Dari teman-teman rohani inilah kita merasakan kasih Kristus, dan membuat hidup jadi lebih ringan.
Bertumbuh Adalah Keputusan
Dalam akhirnya, bertumbuh adalah sebuah keputusan. Tidak ada yang bisa memaksa kita untuk bertumbuh dalam iman kita.
Seperti pohon yang mencari air dan cahaya matahari, kita harus secara aktif mencari “nutrisi rohani” kita sendiri. Dan percayalah, hasilnya akan tampak. Iman yang bertumbuh akan menghasilkan buah dan membuat kita semakin serupa dengan Kristus. Orang-orang di sekitar kita pun bisa merasakan kasih dan kebenaran-Nya melalui kita.
Seperti yang dikatakan dalam 2 Petrus 3:18, “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.“
–
Related articles:
- Hidupi Iman Kristenmu dengan Tulus
- Bagaimana Mengukur Kedewasaan Rohani?
- 5 Ciri Kedewasaan Rohani, Adakah dalam Diri Kita?
- “Tuhan, Saya Punya Masalah Besar!” – Ketika Putus Asa Melanda
- Teladan 3 Tokoh Alkitab yang Bertumbuh Lewat Penderitaan
–
Yuk, baca top artikel kami:
Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?
Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?
Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?
Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab
Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas
–
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:
Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp
Last modified: Sep 15

