“Bercanda, ber-can-da!” Siapa yang sudah menonton video meme ini? Seorang mahasiswa baru UGM menyatakan bahwa pernyataannya yang sebelumnya, tak lebih dari sekadar candaan. Meski menyebalkan, video ini tetap mengundang tawa.
Humor dan tawa jelas tak bisa lepas dari hidup manusia. Namun, sebagai orang Kristen, mungkin kita bertanya-tanya, bagaimana Alkitab memandang candaan. Apakah bercanda itu dosa, atau bukan?
Bercanda dan Area Abu-Abu

Seperti halnya dengan banyak aspek lain dalam kehidupan, bercanda dan tertawa berada dalam area abu-abu.
Bercanda dan tertawa adalah perwujudan dari sukacita yang merupakan buah Roh (Galatia 5:22). Alkitab tidak melarang kita untuk berhumor atau tertawa. Sebenarnya, banyak referensi di dalam Alkitab tentang tertawa dan bersukacita. Misalnya, Amsal 17:22 menyatakan, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”
Humor berguna untuk membangkitkan semangat kita, dan meningkatkan kesehatan emosional dan fisik. Namun, kita harus membedakan antara bercanda yang sehat dan yang merugikan.
Perhatikan 3 Hal ini Sebelum Bercanda

Ketika berhumor, mari perhatikan 3 hal berikut.
1. Hindari Menghina atau Merendahkan Orang Lain
Efesus 4:29 mengajarkan bahwa kita harus mengatakan apa yang bermanfaat untuk membangun orang lain, sesuai kebutuhannya, agar memberkati mereka yang mendengarkan. Bercanda yang merendahkan tidak hanya melukai perasaan orang lain, tetapi juga merusak kesaksian kita sebagai pengikut Kristus.
2. Tetap Jaga Kekudusan
Efesus 5:4 menegaskan bahwa percakapan kotor atau cabul, kebodohan, dan lelucon yang tidak pantas tidak seharusnya bahkan diucapkan di antara kita. Jenis bercanda ini dapat menimbulkan pikiran dan tindakan yang tidak murni, menjauhkan kita dan orang lain dari kebenaran dan kekudusan Tuhan.
3. Hindari Mencemooh atau Merendahkan Tuhan
Ada batasan untuk bercanda, terutama ketika mencemooh atau meremehkan hal-hal yang sakral atau serius dari perspektif rohani. Alkitab mengajarkan kita untuk memegang teguh kebenaran dengan rasa takut dan hormat (1 Petrus 1:17).
Humor, jika dijaga secara sehat dan kudus, membawa sukacita dan menghindarkan kita dari stres. Namun, kita harus selalu waspada agar humor tetap positif, membangun, dan sesuai dengan Alkitab. Dalam melakukan ini, kita tidak hanya menunjukkan kasih dan rasa hormat kepada orang lain, tetapi juga memuliakan Tuhan dengan perbuatan kita.
Tertawalah dengan Kudus
Tentu saja, Alkitab tak melarang kita bercanda. Namun, mari usahakan untuk menjaga hati dan lidah kita sesuai firman Tuhan. Dengan melakukan ini, kita dapat menikmati humor dalam kehidupan sehari-hari sambil tetap berpegang teguh pada iman dan nilai-nilai kita sebagai penganut Kristus.
Atau singkatnya: tertawalah, tapi tertawalah dengan kudus.
–
Related articles:
- Membandingkan Diri, Si Pencuri Sukacita
- Menjadi Pria yang Penuh Sukacita – Gereja GKDI
- Perfeksionis: Ketika Sempurna Tak Membuat Bahagia
- 4 Tanda Orang Julid, Adakah dalam Diri Kita?
- Berani Tampil Beda: Panggilan Sejati Anak Muda Kristen
–
Yuk, baca top artikel kami:
Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?
Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?
Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?
Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab
Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas
–
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:
Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp
Last modified: Sep 9

