Ada cerita menarik tentang biaya. Jika kita amati, biaya adalah sejumlah uang yang kita keluarkan demi mendapatkan apa yang kita butuhkan atau inginkan.
Misalnya, Anda mau makan di sebuah restoran. Bisakah Anda memesan makanan, makan, lalu pergi tanpa membayar? Tentu tidak, bukan? Ada uang yang perlu Anda keluarkan sebagai ganti atas makanan tersebut, atas waktu yang bisa Anda hemat karena tidak perlu memasak, serta atas service yang diberikan.
Itulah arti biaya. Sesuatu yang Anda keluarkan atau korbankan, demi mendapat sesuatu lain yang Anda butuhkan.
Demikian juga dalam mengikut Yesus. Banyak orang berpikir, sekali percaya Yesus sudah pasti selamat. Tahukah kita, bahwa percaya kepada Yesus berarti harus membayar harga? Ada hal-hal yang harus kita lepaskan? Mengikuti Yesus berarti memutuskan untuk membayar harga – melepaskan hal-hal yang merintangi kita, agar kita mendapatkan Yesus, yang jauh lebih mulia.
Biaya seperti apa yang harus kita bayar?
1. Biaya Kenyamanan
Pertama, siap-siap berpisah dengan zona nyaman. Dalam Lukas 9:23, Yesus berkata, “Kata-Nya kepada mereka semua: ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”
Mengikut Yesus berarti siap untuk keluar dari kebiasaan-kebiasaan yang mungkin selama ini menyenangkan, namun menghambat kita bertumbuh dalam Tuhan. Apakah enak? Tentu tidak.
Namun, bertumbuh hanya mungkin jika kita melepaskan kenyamanan. Sangkal diri (menolak apa yang Tuhan benci), memikul salib (siap menanggung penderitaan), adalah dua syarat yang perlu kita hadapi.
2. Hubungan dengan Orang Terdekat

Kadang, mengikut Yesus berarti hubungan dengan teman atau keluarga bisa berubah. Yesus sendiri bilang di Matius 10:36, “musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.” Ini bukan berarti kita harus memusuhi keluarga atau teman, tapi siap jika iman kita membuat kita ‘berbeda’ di mata mereka. Serta, siap untuk mengutamakan Tuhan di atas segalanya, termasuk di atas keluarga kita sendiri.
Pernah diejek karena mengikut Yesus? Dianggap sok suci, dibilang “mau jadi pendeta”? Itulah yang Tuhan Yesus maksud di ayat ini. Biaya ini berat, tapi ingat, hubungan kita dengan Tuhan adalah prioritas. Namun kita tak perlu khawatir! Ingat janji Yesus, “tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia (Yohanes 16:33).” Bersama Tuhan, kita menjadi pemenang.
3. Waktu dan Prioritas
Kita juga perlu membayar dengan waktu kita. Mengikut Yesus berarti memberikan waktu untuk doa, membaca Alkitab, dan berkegiatan dalam pelayanan. Ini bisa berarti mengurangi waktu nonton TV, scrolling media sosial, atau hobi lainnya.
Mengapa? Karena mengikut Yesus berarti mendedikasikan hidup untuk Tuhan. Sudah sepantasnya waktu kita jadi untuk Tuhan juga.
Seperti di Kolose 4:5 (BIMK), “hendaklah kalian hidup bijaksana dan memakai setiap kesempatan dengan sebaik-baiknya.” Biaya waktu ini penting untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan.
4. Keegoisan

Ini dia biaya yang paling sulit dibayar: keegoisan kita. Filipi 2:3 mengatakan, “Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.”
Mengikut Yesus berarti belajar untuk tidak selalu menempatkan diri sendiri di atas segalanya. Ini jelas sulit bahwa pada dasarnya kita pasti akan egois, selalu cari untung untuk diri sendiri terlebih dahulu. Itulah mengapa, kita perlu belajar dari Yesus, yang “mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia” (Filipi 2:7).
5. Kenikmatan Duniawi
Terakhir, siap-siap untuk melepaskan kenikmatan duniawi yang bertentangan dengan nilai-nilai Kerajaan Allah. Yesus berpesan di Matius 6:24, “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan… Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mammon.”
Biaya ini mengingatkan kita bahwa mengikuti Yesus berarti hati kita harus lebih condong kepada hal-hal yang kekal, bukan hanya kesenangan sesaat.
Takkan Sebanding
Jadi, sudah siapkah Anda membayar biaya-biaya ini? Mengikut Yesus memang tidak selalu mudah, tapi ingat, apa yang kita bayar tidak sebanding dengan kekayaan rohani yang akan kita peroleh.
Seperti kata Paulus di Roma 8:18, “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” Semangat, ya! Mengikut Yesus itu penuh tantangan, tapi juga penuh dengan berkat dan pertumbuhan rohani.
Ada janji-janji Tuhan yang juga senantiasa menyertai, saat kita memilih untuk hidup di dalam Dia.
Related articles:
- Harga Mengikut Yesus Mahal, Benarkah?
- Nabi Yeremia: Beriman di Tengah Penderitaan
- Kemerdekaan Terbesar Kita: Merdeka dari Dosa
- Percaya Janji Tuhan di Masa Sulit
- Awas! Ini 5 Kesalahpahaman dalam Mengikut Yesus
–
Yuk, baca top artikel kami:
Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?
Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?
Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?
Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab
Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas
–
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:
Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp
Last modified: Jan 30

