Kata ilmu padi belakangan populer di media sosial. Apa maksudnya?
Ternyata, ia adalah sebuah ungkapan bagi orang-orang pemain bola atau futsal. Biasanya, ungkapan ini dikatakan kepada mereka yang baru mencetak gol. “Menyala abangku, tetap ilmu padi!”
Bagaimana perkataan ini bisa relevan? Lalu, apa maknanya untuk kita?
Apa Itu “Ilmu Padi”?

Bagi yang sering bermain bola, tentu paham maksudnya. Mencetak gol, apalagi sesudah melewati beberapa pemain lawan, memberi ekstase yang luar biasa. Ego pun membumbung tinggi.
Tak heran, kawan-kawan langsung mengingatkan agar ‘ilmu padi’, maksudnya agar si pencetak gol itu merendah. Jadi maksudnya adalah jangan sombong setelah mencetak gol, disampaikan dengan bercanda. Tetap merendah, tetap rendah hati. Seperti peribahasa yang diajarkan di masa sekolah, “Ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk.”
Semakin sebuah padi berisi dan matang, ia akan semakin menunduk. Sebaliknya, padi yang tak berisi biasanya malah akan menjulang. Dari situ, mungkin saja nenek moyang kita mengambil pelajaran: semakin diberkati, semakin cerdas, harus semakin humble.
Tentu kita akan lebih menghargai orang yang rendah hati dibandingkan orang yang angkuh. Orang yang merendah akan dianggap lebih relatable dan mudah didekati. Itulah ironinya: semakin seseorang menonjolkan diri sendiri, semakin dia tak disukai. Semakin seseorang merendah, semakin ia dihormati.
Ilmu Padi dan Alkitab
Dalam Alkitab, kita tahu bahwa rendah hati adalah sesuatu yang Tuhan inginkan dalam hidup kita. Kata Yakobus 4:6, ”Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”
Tidak hanya itu, di Filipi 2:3 juga tertulis, “‘dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri…”
Dalam tulisannya, Paulus mengajak jemaat Filipi untuk rendah hati. Caranya adalah dengan menunjukkan bagaimana pengetahuan dan kedewasaan rohani harus mengarah pada kerendahan hati, bukan kesombongan.
Demikianlah ilmu padi dapat kita temukan dalam Alkitab. Tuhan mengasihi mereka yang humble. Mereka yang punya hati melayani akan sangat dihargai. Ingat perkataan Yesus di Matius 23:11, “‘ Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.”
Jadi, dengan rendah hati, kita auto dapat respect, baik dari manusia dan juga Tuhan. Keren, bukan?
Empat Cara untuk Menjadi Rendah Hati

Manusia cenderung meninggikan dirinya sendiri. Itulah mengapa kerendahan hati harus dipelajari. Untuk rendah hati, cobalah lakukan hal-hal berikut.
1. Belajar dan Mendengarkan Lebih Banyak
Seperti padi yang semakin merunduk saat berisi, kita harus terus belajar dan mendengarkan dengan hati yang terbuka. Yakobus 1:19 mengingatkan kita, “‘Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah…“
2. Melayani Orang Lain dengan Sukacita
Melayani orang lain tanpa mengharapkan imbalan apapun adalah bentuk nyata dari ilmu padi. Galatia 5:13 berkata, “layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.” Melayani dan memberi adalah cara yang baik untuk mendapat kerendahan hati. Kita melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain, sehingga kita tak melulu memikirkan diri sendiri.
3. Mengakui Kesalahan dan Meminta Maaf
Mengakui kesalahan dan meminta maaf ketika kita salah menunjukkan kerendahan hati yang sejati. Amsal 28:13 mengajarkan, “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.“
Bagaimana sikap kita ketika kita bersalah? Sudahkah kita menunjukkan kerendahan hati dengan meminta maaf?
4. Menghargai dan Menghormati Orang Lain
Menghargai pekerjaan dan keberadaan orang lain, serta menghormati mereka tanpa memandang latar belakang atau status sosial, adalah bentuk kerendahan hati. Roma 12:10 mengajak kita, “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.“
Semakin Diberkati, Semakin Merendah
Ilmu padi mengajarkan kita tentang pentingnya kerendahan hati dalam kehidupan rohani kita. Semakin kita mendapat berkat, semakin kita berhasil, kita sepantasnya makin rendah hati. Karena, pada akhirnya, mereka yang rendah hatilah yang dikasihi – baik oleh manusia atau Allah.
Dan mereka yang merendahkan hatilah yang akan ditinggikan.
Related articles:
- Rendah Hati, Bukan cuma Tidak Sombong – Gereja GKDI
- Punya Banyak Pengetahuan? Hati-Hati, Bisa bikin Kita Sombong!
- Goliat dan Sebuah Pelajaran tentang Kesombongan
- Batas Tipis Antara Sombong Rohani dan Benar di Mata Tuhan
- Maafkan Aku: Dua Kata Baik yang Sangat Sulit Diucapkan
–
Yuk, baca top artikel kami:
Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?
Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?
Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?
Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab
Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas
–
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:
Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp
Last modified: Apr 15

