Apa yang kita cari dalam pasangan hidup? Penampilannya? Profesinya? Kekayaannya? Karakternya?
Hal-hal ini sering jadi tolok ukur di dunia. Memang tidak salah; cari yang tampan atau cantik, boleh-boleh saja. Memiliki kekayaan untuk membangun keluarga, juga sah-sah saja. Memiliki karakter yang baik, jelas baik juga.
Namun yang pasti, dalam mencari pasangan, semua harus kembali pada satu yang utama: karakternya. Nilai-nilai apa yang mereka pegang dalam hidup. Karena, penampilan dan kekayaan saja tidak akan cukup menampilkan siapa orang itu sesungguhnya.
Ingat apa kata Efesus 5:22 dan 25, “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan… Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya…” Tujuan akhir dalam mencari pasangan adalah membangun keluarga yang takut akan Tuhan.
Jadi kita paham, memilih pasangan hidup tidak boleh sembarangan. Apa saja yang perlu kita hindari, saat memilih kekasih hati?
1. Orang yang Tidak Takut Akan Tuhan
Pasangan yang ideal adalah mereka yang memiliki takut akan Tuhan. Hubungan yang benar dimulai dari keinginan menyenangkan Dia.
Memulai sebuah hubungan harus dalam hikmat Tuhan. “Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN” (Amsal 9:10).
Hindari orang yang tidak menunjukkan rasa hormat atau takut akan Tuhan. “Tapi dia Kristen,” “tapi dia baik orangnya,” “tapi dia perhatian.” Tidak peduli seperti apa orangnya, jika prinsip hidupnya jauh dari Tuhan, lebih baik tidak bersama dia.
Jika dia bukan seorang yang takut akan Tuhan, dengan dasar apa, kalian akan membangun hubungan? Berdasarkan pengertian masing-masing? Ego masing-masing? Wah, sungguh berbahaya!
2. Orang yang Materialistis

Pasangan hidup yang terlalu fokus pada materi dapat menyebabkan hubungan yang tidak seimbang dan berpotensi merusak. Yesus berkata, “Tidak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan…. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon” (Matius 6:24).
Pasangan hidup yang materialistis mungkin akan lebih mengutamakan kekayaan daripada hubungan atau pertumbuhan rohani bersama. Nggak enak kan, ketika si dia selalu mendahulukan uang atau harta benda, daripada Anda?
3. Orang yang Suka Berbohong
Kejujuran adalah dasar dari setiap hubungan yang sehat. Pasangan hidup yang memiliki kebiasaan berbohong akan sulit untuk dipercaya.
Efesus 4:25 mengatakan, “Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. ” Bagaimana Anda percaya kepadanya, berbagi hidup dengannya, jika dalam hal-hal kecil saja, ia tidak jujur?
4. Orang yang Mudah Marah

Pasangan hidup yang mudah marah dan tidak dapat mengendalikan emosinya sering kali menyebabkan konflik dan ketidakstabilan dalam hubungan. “Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan” (Amsal 15:18).
Selidiki temperamen dan perangainya. Apakah ia mudah marah atau sabar? Apakah ia orang yang punya pengendalian diri atau reaktif? Bagaimana reaksinya menghadapi sesuatu yang tak ia sukai? Kemungkinan besar, dengan cara demikian, ia akan memperlakukan Anda.
5. Orang yang Tidak Setia
Kesetiaan adalah salah satu pilar utama dalam pernikahan Kristen. Hindari pasangan hidup yang memiliki sejarah tidak setia, karena “Siapa melakukan zinah tidak berakal budi;orang yang berbuat demikian merusak diri” (Amsal 6:32).
Pasangan yang setia akan membangun kepercayaan dan keamanan dalam hubungan, bukan kecurigaan.
6. Orang yang Sombong
Kesombongan dapat mencegah seseorang mengakui kesalahannya dan meminta maaf, yang sangat penting dalam setiap hubungan. Bukan hanya itu, kesombongan juga berarti, tidak mau minta nasehat, tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, dan merasa diri yang paling benar.
Jika pasangan kita orang yang sombong, kemungkinan dia akan mengganggap kita rendah, atau bisa juga sebaliknya, ia minder kepada kita. Bukankah Tuhan berkata, kita perlu memiliki pasangan yang seimbang?
Petrus 5:5 mengingatkan, “”Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”
7. Orang yang Memiliki Nilai-Nilai yang Berbeda
Pasangan hidup yang memiliki nilai-nilai yang sangat berbeda dari kita akan sulit untuk membangun masa depan bersama. “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya” (2 Korintus 6:14).
Dengan nilai apa, Anda akan membangun sebuah keluarga, jika nilai hidup kalian saja tidak sama? Padahal suami istri adalah satu. Yang artinya, bisa bersepakat, sependapat, mau membangun rumah tangga bersama.
Pastikan pasangan hidup Anda memiliki nilai-nilai yang sejalan dengan ajaran Alkitab.
Hati-Hati Memilih Pasangan Hidup!
Memilih pasangan hidup adalah keputusan yang sangat penting, dan harus dilakukan dengan bijak. Carilah pasangan hidup yang takut akan Tuhan, jujur, setia, rendah hati, dan memiliki nilai-nilai yang sejalan dengan firman Tuhan.
Dengan begitu, Anda dapat membangun hubungan yang sehat dan harmonis yang berlandaskan kasih Tuhan.
Ingat, memilih pasangan hidup bukan hanya untuk sekarang, tetapi untuk membangun masa depan. Pasangan tepat, hidup hebat.
Related articles:
- Menemukan “Ribka-mu”
- Menanti Pasangan Hidup dengan Senyum? Ini Kuncinya – Gereja GKDI
- 4 Kesalahan Wanita dalam Hubungan Asmara yang Harus Dihindari
- 4 Tanda Pasangan Anda Cocok dengan Anda. Penasaran?
- Memilih Pasangan Hidup? Tanyakan Dulu 3 Hal Ini kepada Diri Sendiri!
Last modified: May 8

