Berkat Tuhan Mari Hitunglah adalah salah satu lagu yang menyindir saya.
Semakin lama saya menyanyikannya, semakin saya memahami, betapa banyak berkat yang ada dalam hidup saya. Saya saja yang lupa menyadarinya. Betapa sulit untuk melihat berkat Tuhan, ketika hidup terasa memberatkan.
Mungkin, itu juga yang Anda rasakan.
Padahal, berkat Tuhan ada di mana-mana. Menyadari dan menghitung berkat Tuhan, kita bisa merasakan kebahagiaan dan kedamaian yang lebih dalam hidup ini. Mari pelajari caranya, sehingga Berkat Tuhan Mari Hitunglah tidak sekadar lagu saja.
Mengapa Sulit Melihat Berkat Tuhan?

Banyak faktor yang membuat kita sulit melihat berkat Tuhan.
Salah satunya adalah fokus kita yang lebih cenderung pada masalah daripada pada hal-hal baik yang kita miliki. Kita seringkali membandingkan diri dengan orang lain dan merasa kurang beruntung.
Kemudian, hal-hal buruk cenderung mudah menempel di kepala kita, dibanding hal-hal baik. Ketika berita buruk datang, mudah sekali kita mengingatnya. Sedangkan berita baik mudah dilupakan.
Tidak heran, karena memang lebih mudah berfokus pada hal-hal yang buruk, alih-alih hal-hal yang baik. Demikianlah juga, dengan cara kita memandang kerja Tuhan. Mudah untuk melihat berita buruk dibanding berita baik.
Mengubah Pola Pikir untuk Melihat Kebaikan Tuhan
Jadi apa yang sebaiknya kita lakukan, agar Berkat Tuhan Mari Hitunglah tak jadi sekadar lagu?
Mulailah dengan mengubah pola pikir. Kata Mazmur 121: 1-2, “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.”
Fokus kepada Tuhan (dan kebaikan-Nya) memudahkan kita melihat kerja Tuhan dalam hidup ini.
Mengubah pola pikir memang tidak mudah, namun sangat penting agar kita bisa menghitung berkat Tuhan dalam hidup kita. Berikut ini adalah 5 cara yang dapat membantu kita mengarahkan pikiran untuk melihat kebaikan Tuhan dan menyadari berkat-Nya.
1. Mulai Hari dengan Berdoa dan Bersyukur
Salah satu cara terbaik untuk menghitung berkat Tuhan adalah dengan memulai hari dengan berdoa dan syukur. Dalam 1 Tesalonika 5:18, kita diajak, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.“
Dengan berdoa dan mengucap syukur setiap pagi, kita mengarahkan pikiran kita pada hal-hal positif dan kebaikan yang telah Tuhan berikan. Ini juga membantu kita untuk menjalani hari dengan hati yang lebih ringan dan penuh syukur.
Boleh juga memulai dengan menyanyi Berkat Tuhan Mari Hitunglah terlebih dahulu.
2. Menulis Jurnal Syukur
Menulis jurnal syukur adalah cara efektif lainnya untuk menghitung berkat Tuhan. Setiap malam sebelum tidur, luangkan waktu beberapa menit untuk menulis tiga hal yang Anda syukuri hari itu.
Boleh tentang hal-hal kecil, seperti cuaca yang cerah, atau hal besar seperti promosi di tempat kerja. Dengan menuliskan berkat-berkat ini, Anda akan lebih mudah mengingat dan menghargai kebaikan Tuhan dalam hidup Anda.
Bagus juga jika Anda menulis ini sembari menyanyi, “Berkat Tuhan mari hitunglah….”
3. Berbagi Berkat dengan Orang Lain
Dalam Kisah Para Rasul 20:35, kita diajarkan, “Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” Dengan berbagi berkat kita dengan orang lain, kita tidak hanya membantu mereka tetapi juga mengingatkan diri kita sendiri akan berkat yang telah kita terima.
Berbagi bisa dalam bentuk apapun, mulai dari memberi sumbangan, membantu sesama, hingga sekadar memberikan waktu dan perhatian kepada yang membutuhkan. Melalui berbagi, kita akan merasakan kebahagiaan dan melihat bagaimana Tuhan bekerja melalui kita.
4. Fokus pada Hal-hal Positif

Dalam Mazmur 34:9, Daud menulis, “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!”
Tak cukup bagi kita hanya mengalami hal-hal baik. Yang lebih penting, kita perlu mengingat dan berfokus pada semua hal baik yang sudah terjadi dalam hidup kita.
Daripada memikirkan masalah dan kesulitan, kita harus belajar melihat hal-hal baik yang ada di sekitar kita. Dengan berfokus pada yang positif, kita akan lebih mudah menghitung berkat Tuhan.
Dengan begini, Berkat Tuhan Mari Hitunglah takkan jadi sekadar lagu.
5. Mengingat Janji-janji Tuhan
Alkitab penuh dengan janji-janji Tuhan yang menguatkan dan memberikan harapan. Dalam Amsal 23:18, firman Tuhan, “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” Dalam Ulangan 31:8 Musa berkata, “Sebab Tuhan, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau…””
Dengan mengingat janji-janji Tuhan, kita bisa tetap kuat dan yakin bahwa Tuhan selalu merencanakan yang terbaik bagi kita. Ini membantu kita untuk tetap bersyukur dan menghitung berkat Tuhan meskipun dalam situasi sulit.
Berkat Tuhan Mari Hitunglah
Berkat Tuhan mari hitunglah, karena dengan menghitung berkat-Nya, kita akan menemukan kebahagiaan yang sejati dalam hidup ini.
Mari kita mulai hari ini dengan merenungkan berkat-berkat-Nya, dan mengakhiri hari dengan mengingat kebaikan-Nya. Pasti hidup ini akan jadi lebih happy!
Related articles:
- Ingin Berkat Tuhan? Singkirkan 4 Hal Ini!
- It’s a Beautiful Day! 4 Tips Bersyukur di Hari Kurang Baik
- Maria: Mimpi yang Melampaui Kemustahilan – Gereja GKDI
- Mazmur 1: Bahagia karena Menjadi Orang Benar
–
Yuk, baca top artikel kami:
Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?
Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?
Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?
Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab
Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas
–
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:
Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp
Last modified: Jul 9
