Suatu hari, saya mencoba menggunakan kacamata. Padahal, penglihatan saya baik sekali, tidak minus atau silindris. Yang terjadi adalah saya sulit sekali memandang hal-hal di sekitar saya. Kepala saya pusing, sulit melihat bahkan di jarak dekat.
Kisah di atas sudah lama terjadi. Namun dari situ saya mendapat pelajaran: kacamata akan sangat menentukan cara orang melihat.
‘Kacamata’ Mana yang Anda Pakai?

Ketika seseorang memakai kacamata, pandangan mereka terhadap dunia menjadi berbeda. Kacamata tersebut akan memfilter, mengoreksi, dan membantu mata melihat dengan lebih jelas. Begitu pula dengan cara kita melihat hidup; tergantung pada “kacamata” apa yang kita gunakan. Bisa dengan ‘kacamata’ dunia, atau firman Tuhan.
Jika seseorang menggunakan kacamata dunia, yang mereka kejar adalah hal-hal dunia. Seperti uang, ketenaran, pengakuan, pencapaian. Tentu tidak salah mengejar hal-hal tersebut, namun orang sering mengira bahwa hanya semua itulah yang penting. Hasilnya orang banyak tenggelam dalam kekecewaan dan penyesalan.
Jika kita menggunakan kacamata firman Tuhan, tentu kita akan mengejar sesuatu yang lebih penting: perkenanan Tuhan. “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu” (1 Yohanes 2:15). Tuhan menciptakan kita untuk mencari dan mengenal Dia. Dalam pengenalan akan Dialah kita menemukan sumber sukacita yang abadi.
Selain itu, melihat hidup dengan kacamata dunia bisa berubah-ubah. Tergantung perasaan, keinginan, atau selera. Apa yang benar bisa jadi salah di kemudian hari, apa yang dicaci bisa kemudian dipuji.
Namun, kebenaran firman Tuhan abadi dan tidak berubah. “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi firman-Ku tidak akan berlalu” (Markus 13:31). Mencoba memandang dunia hanya melalui perasaan dan kebenaran dunia seolah-olah kita memakai kacamata buram, mengaburkan pandangan dan menyebabkan kita tersandung. Sebaliknya, dengan firman Tuhan kita melihat dengan terang dan jelas. Apa yang benar, apa yang baik, kita tahu dengan pasti dan tidak akan berubah.
Memandang dengan Kacamata Tuhan
Apa yang dimaksud dengan memandang dunia melalui firman Tuhan? Ini berarti memilih untuk hidup sesuai dengan kebenaran firman-Nya, menjadikan Alkitab sebagai dasar dalam setiap keputusan, dan mempercayai janji-janji Tuhan daripada kebenaran sementara dunia.
Roma 12:2 mengatakan, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan yang sempurna.” Untuk benar-benar membedakan kehendak Tuhan, kita harus memakai “kacamata” yang benar, yaitu firman Tuhan.
Dari artikel di atas, kita dapat menarik tiga cara utama untuk menggunakan ‘kacamata’ firman Tuhan dalam hidup sehari-hari:
Hidup Sesuai dengan Kebenaran Firman
Ini berarti menjadikan Alkitab sebagai acuan utama dalam setiap keputusan dan tindakan kita. Sebagai contoh, ketika dihadapkan dengan situasi sulit atau keputusan besar, kita dapat mencari petunjuk dalam Alkitab tentang bagaimana Tuhan menginginkan kita untuk bertindak. Dengan bermeditasi pada firman-Nya dan berdoa untuk petunjuk, kita memastikan bahwa langkah-langkah kita selaras dengan kebenaran-Nya.
Seperti dikatakan pemazmur di Mazmur 119:105, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
Membedakan Kehendak Tuhan dari Kehendak Dunia
Seperti yang diajarkan dalam Roma 12:2, kita harus berusaha membedakan apa yang merupakan kehendak dunia dan apa yang merupakan kehendak Tuhan. Ini dapat dilakukan dengan rutin mempelajari Alkitab, berpartisipasi dalam persekutuan dengan saudara seiman, dan berdoa dengan rajin. Dengan demikian, kita dapat mengenali godaan dan kebenaran dunia yang sesaat dan memilih untuk mengikuti jalan Tuhan yang kekal dan abadi.
Berkomunikasi dengan Tuhan Melalui Doa
Mempertahankan hubungan yang erat dengan Tuhan melalui doa membantu kita untuk memakai ‘kacamata’ firman-Nya dengan lebih efektif. Dalam doa, kita dapat meminta hikmat, petunjuk, dan kekuatan untuk melalui tantangan (Yakobus 1:5). Ketika kita berkomunikasi dengan Tuhan dan mengungkapkan rasa syukur, kekhawatiran, dan harapan kita, kita semakin memahami kebenaran-Nya dan mampu memandang dunia melalui perspektif yang benar.
Lihatlah dengan Jernih
Sebagai penutup, penting bagi kita untuk selalu mengenakan “kacamata” kebenaran firman Tuhan dalam melihat dunia. Ketika kita memilih untuk hidup menurut firman-Nya dan menjadikannya sebagai dasar dalam setiap aspek kehidupan, hidup kita pasti ada dalam penyertaan Tuhan.
Jadi, mari kita kenakan kacamata firman Tuhan dan melihat dunia dengan mata iman yang bening, dipandu oleh kebenaran-Nya yang abadi.
–
Related articles:
- Miliki Hati yang Bersih dengan 3 Cara Ini
- Mazmur 23: Ramai-Ramai Jadi Follower Tuhan
- Baca Alkitab: Google-nya Orang-orang Kristen
- Pentingnya Kesadaran Diri (Self-Awareness) dalam Kehidupan Rohani
- 6 Cara Untuk Mendapatkan Kebahagiaan dalam Hidup
–
Yuk, baca top artikel kami:
Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?
Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?
Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?
Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab
Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas
–
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:
Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp