Written by Helen Hayasidarta 4:12 pm Devotionals, Biblical Talk, Character, Marriage, Relationship, Self Development

3 Prinsip Penting sebelum Mengubah Pria yang Perlu Diingat

mengubah-gereja-gkdi cover

Gereja gkdi lagu

Apakah pernah terbesit di dalam pikiran Anda untuk mengubah pria, seperti suami atau pacar Anda?

“Saya mau pacar saya begini begini…”

“Kenapa dia tidak peka? Kenapa dia tidak bisa memimpin?…”

Apakah Anda relate dengan kalimat-kalimat di atas? Atau mungkin, saat ini Anda sedang mencoba berbagai cara untuk mengubah suami atau pacar Anda, tetapi belum berhasil? 

Mungkin sebelum Anda mencoba lebih jauh lagi, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa prinsip berikut.

Prinsip yang Harus Diingat sebelum Mengubah Pria

1. Tuhan yang Memberi Pertumbuhan

mengubah-gereja-gkdi 1

Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. 1 Korintus 3:6  

Di dalam ayat ini, tertulis jelas, bahwa Paulus menanam, Apolos menyiram. Dan Allah yang memberi pertumbuhan. Ayat ini menusuk saya secara pribadi dalam banyak hal. Saya suka lupa, bahwa di dalam hidup ini, Tuhan yang memberi pertumbuhan. Bagian saya hanyalah menanam. Dan kita perlu bantuan orang lain, sebagai pihak yang menyiram.

Di dalam banyak area, sebagai wanita, kita bisa berharap, kita dapat mengubah orang lain. Lebih spesifiknya lagi, pria. Apakah itu salah? Tidak salah, apalagi jika pengharapan itu baik bagi orang tersebut. Namun, kita perlu ingat, bahwa pertumbuhan adalah bagian Tuhan. Bagian kita adalah menanam, bukan yang memberi pertumbuhan. Hasil adalah milik Tuhan, kita hanya bisa mengusahakan yang terbaik. 

Kadang kita bisa lupa prinsip ini. Tidak heran, sebagai manusia, kita fokusnya hanya kepada hasil. Kalau hasilnya tidak sesuai harapan, kita malah jadi frustasi dan mulai komplain, “Kenapa sih pasangan saya tidak berubah-ubah?”

Jika kita berpikir seperti itu, hati-hati. Bisa jadi kita sedang termakan ego kita sendiri. Kita mulai ingin menjadi seperti Tuhan, yang memberi pertumbuhan. Padahal, bagian kita hanyalah “menanam”. Namun, bagaimana cara menanamnya? Mari kita lihat lebih lanjut.  

Berdoa 

mengubah-gereja-gkdi 2

Bagian ‘menanam’ yang dapat kita lakukan adalah dengan cara berdoa. Kita perlu berdoa untuk pasangan atau suami kita agar bertumbuh dalam area yang dia masih perlu bertumbuh. 

Pertumbuhan apa yang kita ingin lihat dalam diri pasangan kita? Apakah Anda ingin pasangan Anda lebih rohani, takut akan Tuhan, mengasihi, rajin, peka, suka menolong, punya emosi yang lebih stabil? Doakan semua itu secara spesifik kepada Tuhan.

Kita juga dapat berdoa agar Tuhan berikan kita kesabaran dan hikmat akan apa yang perlu kita lakukan. Karena, pasti kita pun juga belum sempurna. Agar memiliki sebuah hubungan yang baik, kita pun juga perlu berubah menjadi lebih baik lagi. Doa dan tanya kepada Tuhan, “Dalam area apa saya harus lebih baik lagi? Apa yang Tuhan ingin untuk saya berlatih dan belajar dalam keadaan seperti ini?”

Your prayer for someone may or may not change them, but it always changes YOU.

Craig Groeschel

“Doamu untuk seseorang dapat atau tidak dapat mengubah mereka, tetapi itu selalu mengubah KAMU.” Craig Groeschel

Berdoalah. Lakukan bagian “menanam” ini dengan terus berdoa. Bukan peran kita memberi pertumbuhan. Jadi, marilah kita merendahkan hati meminta kepada Tuhan, memohon Tuhan yang memberikan pertumbuhan kepada suami atau pasangan kita. 

Menanam dan Menyiram dengan Sikap yang Tepat

mengubah-gereja-gkdi 3

Teruslah menanam dengan sikap hati yang baik. Tidak mengeluh, tidak marah-marah, tidak dengan emosi, tetapi penuh dengan sukacita. Sikap wanita yang buruk tidak akan membantu pria, malah membuat pria menjadi merasa tidak dihormati dan dihargai.

Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, 

supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia Filipi 2:14-15

Selain menanam, perlu ada yang menyiram. Tidak bisa kita lakukan semuanya sendiri. Minta bantuan kepada orang lain juga untuk menyiram. Libatkan pembimbingnya. Tuhan tidak mengizinkan wanita untuk mengajar pria (1 Timotius 2:12). Seorang wanita haruslah tunduk kepada suaminya ( Efesus 5:22) dan menjadi seorang penolong. Salah satu sikap menjadi seorang penolong adalah dengan melibatkan pembimbingnya, yang juga sesama pria. Biarkan pria membimbing pria. Jika Anda merasa Anda dan pasangan butuh pembimbing, Anda bisa menghubungi kami melalui kontak di bawah ini. 

Jika Anda sudah menanam dan orang lain menyiram, apa yang harus Anda lakukan? Serahkan hasilnya kepada Tuhan, karena Dia yang memberikan pertumbuhan. 

2. Ubah dengan Perbuatan, bukan Perkataan

mengubah-gereja-gkdi 4

Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. 1 Petrus 3:1-2

Ayat ini jelas memberikan prinsip yang sangat praktikal tentang bagaimana mengubah pria. Seringkali, wanita ingin mengubah pria dengan kata-kata. Contohnya, “Kamu tuh harusnya begini begitu…” Firman Tuhan dengan jelas mengatakan, bukan itu caranya. Kita mengubah pria melalui perbuatan kita, bukan dengan perkataan. Ketika pria melihat betapa saleh dan murni hidup istrinya, maka dia akan terinspirasi untuk berubah. 

Hal ini berarti, ketika kita ingin mengubah pria, kita, sebagai wanita harus berubah dahulu. Nasehat ini memang bukan hal yang enak untuk didengar, tetapi begitulah apa yang firman Tuhan katakan. Dan kita semua tahu, firman-Nya tidak pernah salah. 

Dalam hal apa wanita perlu berubah? Tentu masih banyak yang kita perlu bertumbuh. Jika kita ingin pasangan kita rajin, apakah kita sudah menjadi orang yang rajin? Jika kita ingin dimengerti, apakah kita juga sudah mengerti pasangan kita? 

Kata-kata, sikap, dan gesture kita perlu kita perhatikan. Terkadang, sebagai wanita, kata-kata kita bisa sinis, jutek, dan tidak menunjukkan sikap hormat kepada pria ketika sikap mereka tidak sesuai ekspektasi kita. Apakah perkataan kita lebih banyak membangun atau menjatuhkan? Masihkah kita hidup sesuai dengan kehendak Tuhan?

“If you want to change the world, start with yourself.” – Mahatma Gandhi

3. Tetap Tunduk dan Hormat kepada Pria

mengubah-gereja-gkdi 5

Masih mengacu pada 1 Petrus 3:1-2, tetapi kita akan melihat dari sudut pandang yang berbeda. Kita akan fokus pada poin ini, “Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman…”

Di dalam ayat ini, kita bisa melihat, bahwa wanita harus tunduk kepada suami dalam keadaan apapun. Baik ketika pria itu sedang takut akan Tuhan, ataupun tidak. Mengapa harus tetap tunduk? Jawabannya ada di kalimat berikutnya.

“Supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.”

Sebagai manusia, terkadang kita mau melihat dulu, baru mau percaya. Kita mau suami kita baik atau taat dulu, baru kita mau tunduk. Namun, prinsip Tuhan berkata sebaliknya. Wanita perlu tunduk dulu kepada suami, bahkan di keadaan yang tidak ideal sekalipun. Dengan begitu, pria yang melihat betapa saleh hidup istrinya itu, dapat berubah.

Selain tunduk, kita pun perlu tetap hormat kepadanya. Jangan karena dia kurang gesit, kita jadi bicara dengan nada tinggi. Jangan karena dia kurang teliti, kita jadi marah-marah terus di rumah. Ingat, setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Begitu pun Anda di mata pasangan Anda. Dengan segala kelemahan Anda, Anda tentu masih ingin dikasihi, kan? Begitu pula, dengan pasangan Anda. 

Bagaimana jika pasangan Anda sampai melakukan kekerasan dalam rumah tangga? Anda butuh bantuan orang lain dengan cara konseling, salah satunya. Anda bisa menghubungi kami melalui kontak di bawah ini, jika Anda membutuhkan konseling. 

Namun, secara keseluruhan, apakah Anda masih tunduk dan hormat kepada suami Anda, terlepas dari segala kelemahan mereka? 

Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.  – Efesus 5:22-23

Pada akhirnya, sebelum kita menutup pembahasan ini, mari kita jawab pertanyaan ini, “Siapa yang dapat mengubah pasangan Anda? Kita atau Tuhan?” Tentu saja Tuhan. Firman Tuhan mengatakan bahwa kita menanam, tetapi Tuhan yang memberi pertumbuhan. Apa yang dapat kita lakukan dalam hal “menanam” ini? Kita dapat berdoa secara spesifik untuk pertumbuhan karakternya. Kita juga perlu doakan hati kita, dalam area apalagi kita perlu bertumbuh,

Selain itu, saat kita ingin orang lain berubah, kita pun perlu berubah. Ubah dengan perbuatan kita. Inspirasi pasangan kita dengan sikap kita yang tetap takut akan Tuhan, hormat, dan tunduk  kepada pasangan, meskipun sikap mereka tidak sesuai harapan kita. Lakukan bagian kita sebagai penolong dengan penuh sukacita dan sikap yang baik. Itulah yang dapat kita lakukan untuk membantu pria berubah. Kita menanam, orang lain menyiram, dan Tuhan yang memberi pertumbuhan. Amin. Semangat!

Referensi:
www.quotefancy.com/quote/43613/Craig-Groeschel-Your-prayer-for-someone-may-or-may-not-change-them-but-it-always-changes

– 

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 41 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp

 

(Visited 468 times, 1 visits today)

Last modified: Jan 17

Close