GKDI – Gereja Kristus di Indonesia

Parents, Ini 5 Cara Menyesal dalam Parenting Anak

Sebagai orangtua, kita tak ingin menyesal dalam membesarkan anak, bukan?

Parenting tidak pernah mudah. Ada sulitnya, ada kalanya kita bertengkar, berhadapan dengan si kecil yang ada-ada saja polanya. Namun, ada kalanya keputusan yang kita ambil, demi anak sekalipun, bisa membuat kita menyesal.

Tentu, kita tak ingin menyesal dalam membesarkan anak. Tetap saja itu bisa terjadi. Berikut adalah 5 keputusan orangtua yang bisa berujung pada penyesalan. Mari kita renungkan baik-baik. Adakah kita melakukannya?

1. Tidak Menghabiskan Waktu yang Cukup Bersama Anak

Menyesal sering muncul ketika orangtua menyadari bahwa mereka tidak menghabiskan waktu yang cukup bersama anak-anaknya. Padahal, adanya waktu berkualitas ini penting, agar anak bisa bonding dengan orangtuanya. Juga, agar orangtua mengajar tentang Tuhan kepada anak.

Efesus 6:4 mengingatkan, “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” Menyesal karena kurangnya waktu berkualitas bisa dihindari. Cobalah mengusahakan momen-momen bersama anak dalam kegiatan sehari-hari.

2. Kurang Memberikan Contoh yang Baik

Menyesal juga sering muncul ketika orangtua menyadari bahwa mereka kurang memberikan contoh yang baik. Anak-anak adalah peniru ulung, dan mereka sering meniru apa yang dilihat dari orangtuanya. Bayangkan jika anak melihat ayah dan ibunya bertengkar, berbicara kasar, atau memberi contoh buruk lainnya. Akan seperti apa anak nanti?

Amsal 22:6 mengatakan, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” Mari tanamkan sifat-sifat yang baik pada anak sedini mungkin. Mudahnya, kita hidup sebagaimana kita mau anak kita hidup nantinya. 

3. Tidak Mendengarkan dengan Penuh Empati

menyesal - gereja gkdi - 1

Ada penyesalan saat orangtua menyadari bahwa mereka tidak cukup mendengarkan anak-anak mereka. Seringkali, orangtua ingin anak mendengarkan mereka, tanpa melakukan yang sebaliknya. Maka, jangan heran jika anak kelak sulit untuk dekat dengan ayah atau ibu.

Yakobus 1:19 mengingatkan, “setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.” Menyesal karena kurangnya empati dapat dihindari dengan menjadi pendengar yang baik dan responsif terhadap kebutuhan serta perasaan anak.

4. Terlalu Memfokuskan pada Prestasi daripada Karakter

Banyak orangtua menyesal karena terlalu memfokuskan pada prestasi akademik atau ekstrakurikuler anak-anaknya daripada pembentukan karakter mereka. Betul, kita mau si buah hati punya nilai bagus, supaya masa depannya cerah. Akan tetapi, kepintaran akademis tidak berarti jika karakter mereka buruk. 

Filipi 4:8 mengajarkan, “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Ayat ini berlaku baik untuk orangtua maupun anak. Sebagai figur otoritas, mari pastikan bahwa anak memiliki karakter Kristus. Jika anak sungguh bertumbuh baik secara akademis dan karakter, tentulah kita juga yang bangga.

5. Tidak Mendorong Pertumbuhan Rohani Anak

Menyesal mungkin muncul ketika orangtua menyadari bahwa mereka tidak cukup mendorong pertumbuhan rohani anak-anak mereka. Ulangan 6:6-7 menyatakan, “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu…

Apakah anak mengasihi Tuhan, sangat tergantung orangtua. Selagi ada kesempatan, ajaklah anak memahami tentang Tuhan. Ajarlah mereka mengasihi Tuhan, sedari kecil.

Menyesal dalam parenting adalah sesuatu yang sering kali terjadi, namun dengan mengenali dan menghindari kelima hal di atas, kita dapat memperkecil rasa menyesal tersebut.

Ingatlah bahwa membesarkan anak bukan hanya tentang kebutuhan fisik atau akademis. Kita rindu mereka menjadi manusia seutuhnya – mengasihi Tuhan, mengasihi orang lain, dan bertumbuh sesuai potensinya.

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 41 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp

Exit mobile version