Written by Gery 10:06 am Biblical Talk, Career, Lifestyle, Relationship, Self Development, Single Life, Spiritual Life

Naik Jabatan? Sikapi Dengan Cara Ini

jabatan - gereja gkdi - cover

Ketika Anda naik jabatan, siapkah Anda menyikapinya?

Naik jabatan seringkali dilihat sebagai pencapaian dan berkat dalam karir seseorang. Namun, di balik kegembiraan dan prestasi tersebut, terdapat tanggung jawab dan tantangan yang tidak semua orang siap menghadapinya.

Sebagai orang Kristen, menghadapi kenaikan jabatan bukan hanya tentang berkembang dalam karier, tapi juga tentang bagaimana kita tetap hidup sebagai murid Kristus: hidup sesuai firman-Nya dan memberi yang terbaik.

Jabatan Baru, Masalah Baru?

jabatan - gereja gkdi - 1

Menerima kenaikan jabatan berarti mengemban lebih banyak tanggung jawab dan, seringkali, tantangan baru. Banyak orang yang merasa tidak sepenuhnya siap ketika mereka naik jabatan. Mereka mungkin merasa cemas akan ekspektasi yang lebih tinggi, beban kerja yang bertambah, atau dinamika hubungan yang berubah dengan rekan kerja.

Jika Anda sudah lama menjadi anak buah, lalu sekarang menjadi manager, godaan yang Anda hadapi akan bertambah. Godaan kekuasaan, uang, atau deal-dealan yang menguntungkan namun merugikan perusahaan. Bagaimana menghadapinya?

Di sinilah pentingnya penyesuaian, bukan hanya dalam pekerjaan tetapi juga dalam sikap dan pola pikir. Efesus 4:2 mengajarkan, “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. ” Ayat ini mengingatkan kita bahwa sikap rendah hati dan sabar sangat penting dalam menghadapi setiap perubahan, termasuk saat naik jabatan.

Ingatlah bahwa jabatan berasal dari Tuhan. Artinya, Anda bekerja bukan hanya untuk bos Anda, melainkan untuk menyenangkan Tuhan. Ketika Anda menganggap pekerjaan sebagai cara memuliakan Tuhan, sudah pasti cara pandang Anda berbeda.

Tiga Sikap Penting Jika Naik Jabatan

jabatan - gereja gkdi - 2

Tetap Rendah Hati

Naik jabatan seringkali membuat orang merasa lebih berkuasa. Namun, Filipi 2:3 (BIMK) mengingatkan, “Janganlah melakukan sesuatu karena didorong kepentingan diri sendiri, atau untuk menyombongkan diri. Sebaliknya hendaklah kalian masing-masing dengan rendah hati menganggap orang lain lebih baik dari diri sendiri. ” 

Rendah hati membantu kita tetap fokus pada tugas dan tidak terjebak dalam kesombongan. Pula, sikap ini membuat kita punya hati yang melayani, bukan berkuasa. 

Melihat Anak Buah sebagai Manusia

Ingatlah bahwa setiap individu di tempat kerja adalah ciptaan Tuhan yang unik. Matius 22:39 berkata, “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” 

Melihat anak buah sebagai manusia yang berharga di mata Tuhan membantu kita memperlakukan mereka dengan kasih. Ingat, anak buah atau bawahan bukan alat Anda. Mereka adalah partner Anda dalam melakukan pekerjaan baik.

Pola Pikir Memberi yang Terbaik bagi Tuhan

Kolose 3:23 mengatakan, “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Kita diingatkan untuk bekerja dengan segenap hati, seakan-akan kita bekerja untuk Tuhan, bukan hanya untuk manusia atau jabatan kita.

Sekali lagi, pandanglah pekerjaan, apapun posisi Anda, sebagai ibadah. Anda bekerja untuk menyenangkan dan memuliakan Tuhan. Pandangan ini pasti akan membuat pekerjaan Anda menjadi berbeda.

Memberi Lebih Banyak Lagi

Ketika Anda naik jabatan, ingat saja ayat ini: “Lebih berbahagia orang yang memberi daripada menerima” (Kisah Para Rasul 20:55). Inilah kesempatan Anda untuk memberi dan berkarya lebih banyak lagi. Bukan hanya status dan penghasilan bertambah, namun kontribusi Anda selayaknya meningkat.

Dengan demikian, kita akan menjadi terang dan garam di tempat kerja, mencerminkan kasih dan kebenaran Kristus dalam setiap tindakan kita.

Related articles:

(Visited 875 times, 1 visits today)

Last modified: Aug 1

Close