Pacaran tapi tetap kudus? Jelas, sulit rasanya. Nilai-nilai yang bergeser, pengaruh media, serta pergaulan menghadirkan godaan yang besar. Tidak heran, gaya pacaran saat ini semakin ‘berani’, lebih dari zaman dahulu.
Namun, sebagai orang-orang yang percaya dalam Tuhan, tentu saja gaya pacaran kita haruslah berbeda.

Kenapa Pacaran Harus Kudus?
Mengapa pacaran itu harus kudus? Mungkin Anda berpikir, “Hidup ini ‘kan hidup saya. Tubuh, tubuh kami berdua. Selama tidak ada yang terganggu, kan masih aman-aman saja?” Benarkah pendapat demikian?
Tentu saja tidak. Allah kita adalah Allah yang kudus, sehingga Ia ingin agar kita hidup seperti dia. Seperti tertulis di 1 Petrus 1:15, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu […]
Tuhan mau kita menjaga kekudusan di dalam seluruh hidup kita, termasuk dalam pacaran. Tujuannya? Memuliakan dan menyenangkan Dia. Itulah makna dari pacaran yang kudus.
Lalu apa manfaatnya? Pertama, pacaran kudus mengarahkan Anda untuk belajar saling menghormati. Adanya respek antara Anda dan pasangan akan membuat Anda berdua untuk mengasihi dan melayani. Hubungan pun terjaga baik karena adanya respek tersebut.
Kedua, Anda akan bahagia karena telah mempersembahkan diri sendiri yang terbaik untuk pasangan resmi Anda. Analoginya seperti ini. Jika Anda ingin memberi hadiah kepada pasangan, apakah Anda hendak memberi yang terbaik atau yang asal baik? Pastinya yang terbaik, ya. Demikian juga dalam hubungan. Menjaga diri tetap kudus berarti memberikan diri Anda yang the best kepada pasangan Anda.
Ketiga, Anda akan menikmati indahnya hubungan di dalam Tuhan, sesuai rancangan-Nya.
Tips Menjalin Hubungan yang Kudus
Sekarang kita memahami mengapa pacaran itu perlu kudus. Bagaimana mewujudkannya? Berikut ini adalah tips yang bisa Anda praktikkan.

1. Pandang Pasangan dalam Kemurnian
Godaan ketidakmurnian selalu membayangi dalam berpacaran. Baik lelaki maupun wanita, keinginan untuk menyentuh satu sama lain atau melakukan hubungan suami istri pasti akan sangat kuat. Akan tetapi, apakah itu yang disebut cinta? Apakah itu karena kita mengasihi pasangan, atau karena keinginan kita saja?
Jika kita sungguh mencintai kekasih kita, tentulah kita takkan memaksakan keinginan kepada pasangan.
2 Timotius 2:22 mengatakan, Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.
Ayat tersebut mengajarkan bagaimana kita seharusnya memperlakukan pasangan. Tuhan menghendaki agar kita mengejar keadilan, kesetiaan, kasih dan damai. Dengan kata lain, terus berupaya untuk menghormati dan murni dengan pasangan. Jika Anda sungguh mencintai kekasih Anda, Anda akan memperlakukannya dengan penuh hormat dan kemurnian.
Percayalah, jika hal itu menjadi keyakinan Anda, godaan-godaan dosa dalam pacaran dapat ditepis!

2. Miliki Motivasi yang Benar dalam Pacaran
Menikah adalah memang tujuan dari berpacaran. Itu tidak salah. Akan tetapi, Anda dapat berpikir lebih dalam. Untuk apa Anda mencari pacar? Untuk apa Anda menikah? Saya percaya, Tuhan akan senang jika kita memiliki alasan yang benar.
Masa pacaran adalah masa-masa untuk saling mengenal sebelum memasuki pernikahan. Jika dilakukan dengan benar, pacaran akan membantu kedua belah pihak untuk saling menumbuhkan dan dalam. Tentu saja semua dilakukan dalam koridor firman Tuhan.
Pada akhirnya hubungan pacaran mengarah pada motivasi yang jauh lebih tinggi: memuliakan Tuhan. Inilah alasan mengapa hubungan yang kudus harus memiliki Tuhan sebagai pusat dan tujuannya.
Matius 5:16, Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
Seperti dikatakan pada ayat di atas, hidup yang memuliakan Tuhan adalah panggilan buat semua orang, termasuk yang berpacaran. Dengan motivasi sesuai kata Tuhan, tentu masa pacaran Anda akan memuliakan Bapa di surga.

3. Miliki Komunitas yang akan Memastikan Hubungan Anda
Berpacaran yang sehat atau tidak, memang Anda yang menentukan. Akan tetapi, ada batas dan kelemahan jika hanya Anda berdua yang menjalaninya. Dapatkah kita tetap berpacaran yang sehat dan kudus, jika tak ada orang lain yang memperhatikan dan menjaga?
Amsal 27:6 mengatakan, Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium berlimpah-limpah.
Lebih senang mana Anda, memiliki teman yang baik dan akan selalu tersenyum entah apa yang telah Anda alami? Atau teman yang berani menanyakan dan menolong hubungan Anda dengan pacar?
Anda memerlukan teman-teman yang membantu Anda berdua. Komunitas yang mengasihi Tuhan dan saling membangun kerohanian satu sama lain adalah tempat yang baik bagi Anda dan pasangan. Bantuan dari teman-teman akan membantu Anda dan pasangan untuk bertumbuh, menyelesaikan konflik, dan menjaga agar hubungan tetap murni.
Kudus dalam Pacaran, Bahagia dalam Pernikahan
Masa pacaran memang adalah masa yang sangat indah, apalagi jika dijalani dengan kudus. Saat Anda mengasihi Tuhan dan mengasihi pasangan, Anda akan dapat menjaga kekudusan dalam berpacaran. Ujungnya, tentu saja hubungan yang bahagia dan diberkati.
Dengan menjaga kekudusan, Anda dan pasangan tentu akan lebih bahagia, dan mampu menikmati semua yang Tuhan telah sediakan.
Related Articles:
- Mungkinkah Kita Hidup Kudus?
- Hidup Kudus dan Bahagia: Mustahilkah Mendapat Keduanya?
- Hati-Hati! 3 Hal ini Berpotensi Merusak Hubungan Anda
- Lakukan 2 Hal ini Dalam Membangun Hubungan dengan Pasangan
- Usahakan ”Ladang”-mu: Tumbuhkan Karakter Ini Sebelum Jalin Hubungan Spesial (1)
–
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:
Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp
Last modified: May 25

