GKDI – Gereja Kristus di Indonesia

5 Pelajaran Berharga dari Kematian, Apa Sajakah Itu?

Kematian, suka atau tidak, tidak dapat dihindari dalam kehidupan manusia. Meskipun sering dianggap tabu untuk dibicarakan, kematian menyimpan pelajaran-pelajaran penting yang dapat memberikan kita wawasan mendalam tentang kehidupan, iman, dan tujuan hidup kita. 

Sejak dosa masuk ke dalam dunia, maut adalah suatu hal yang pasti. Alkitab mencatat bahwa manusia itu seperti rumput yang akan layu (Yesaya 40:7-8), seperti bayang-bayang (Mazmur 102:12). Kesimpulannya: hidup ini pasti akan berakhir.

Ironinya adalah, memikirkan kematian akan mendorong kita untuk hidup lebih baik. Merenungkan kematian membuat kita jadi lebih menghargai hidup. Apa saja yang bisa kita pelajari dari kematian?

1. Kehidupan adalah Sementara

Kematian mengingatkan kita bahwa kehidupan di dunia ini adalah sementara. Seperti yang dikatakan dalam Yakobus 4:14, “Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.” Kematian mengajak kita untuk memandang hidup dengan perspektif kekal dan memotivasi kita untuk menggunakan waktu kita dengan bijak.

Di sisi lain, mengerti bahwa kehidupan ini akan berakhir memberi kita semangat untuk melakukan yang terbaik. Hidup itu berharga karena ada batasnya, dan batas itulah yang memecut kita untuk berbuat, memberi yang terbaik. Selagi masih ada kesempatan, marilah kita terus berbuat baik (Galatia 6:10).

2. Hubungan dengan Tuhan adalah yang Terpenting

kematian - gereja gkdi - 1

Kematian mengajarkan kita tentang pentingnya hubungan kita dengan Tuhan. Pada akhirnya, kita akan ‘pulang’ tanpa membawa apa-apa. Namun, satu hal yang pasti dapat kita bawa adalah hubungan dengan Tuhan.

Seperti tertulis dalam Matius 6:19-20, ”Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.”

Ayat ini mengingatkan kita untuk mengumpulkan harta di surga. Apa itu harta di surga? Harta di surga adalah hubungan kita dengan Tuhan. Itulah yang dapat kita bawa dan dapat menyelamatkan kita.

Lagipula, hidup kita sangat rapuh; mudah bagi kita terluka, sakit, dan mati. Belum lagi dunia yang tidak pasti. Bersyukurnya, dengan punya hubungan dengan Tuhan, Tuhan menjadi kekuatan dan penghiburan bagi kita.

Mari kita evaluasi bagaimana kita kita hidup. Apakah kita sudah memprioritaskan hubungan dengan Tuhan di atas segalanya?

3. Hidup = Kesempatan Memberi Impact lewat Kasih

Dalam menghadapi kematian, kita diajak untuk lebih menghargai kasih dan perdamaian. Kenapa? Karena Tuhan mau kita saling mengasihi. Tuhan juga ingin hidup kita memberikan impact. Dan salah satunya, adalah dengan kasih. Sebuah quotes dari Theodore Roosevelt berkata, “People don’t care how much you know, until they know how much you care.”

Hari kematian mengingatkan kita, bahwa kita tidak tahu berapa lama lagi kita hidup. Mengingat bahwa kita – atau mereka yang kita kasihi –  bisa sewaktu-waktu pergi, akan membantu kita untuk tidak menunda-nunda dalam mengasihi.

Efesus 4:2-3 mengajarkan, “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.” Selagi orang yang kita kasihi masih ada, berusahalah untuk terus mengasihi mereka. Ingatlah untuk menjaga semua hubungan baik yang ada. Mereka adalah titipan dari Tuhan untuk kita.

4. Kita Perlu Refleksi Diri & Berjaga-Jaga

Menghadapi kematian memberi kita kesempatan untuk merenungkan kembali kehidupan kita. Pengkhotbah 7:2 berkata, “Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.

Kematian mendorong kita untuk merenungkan tentang apa yang benar-benar penting dalam hidup. Dengan demikian, kita tahu apa yang seharusnya kita kejar di dunia ini.

Selain itu, hari kematian membuat kita hidup dalam keadaan ‘sadar’. Artinya, kita tidak hidup seenaknya. Tuhan mengingatkan kita untuk terus berjaga-jaga. Karena kita kita tahu kapan waktunya tiba. Jika saat itu tiba, sudah siapkah kita menghadap Tuhan dan mempertanggungjawabkan hidup kita?

5. Harapan Akan Kehidupan yang Akan Datang

Terakhir, kematian mengajarkan kita tentang harapan. 1 Tesalonika 4:14 berkata, “Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. ” 

Kematian bukanlah akhir, melainkan pintu menuju kehidupan yang kekal. Tubuh kita yang rapuh ini akan terganti dengan tubuh yang mulia, sebagaimana Tuhan maksudkan. Bahkan, Tuhan sudah menyediakan tempat tinggal untuk kita (Yohanes 14:2). 

Mengingat akan hari kematian bukan untuk mengecilkan harapan kita. Melainkan kita bisa hidup dengan penuh harapan, karena suatu hari, kita akan hidup bertemu muka dengan muka dengan kekasih hati kita, Tuhan Yesus. Dan jika saat itu tiba, tidak ada lagi dukacita dan air mata. Kita akan hidup bersama Tuhan di dalam kekekalan. Bukankah semua itu memberikan kita pengharapan?

Kematian Mengajar Kita untuk Hidup

Kematian sering dianggap sebagai akhir. Akan tetapi, seperti kita lihat, dari kematian kita belajar banyak untuk hidup.

Hidup ini adalah kesempatan. Hari kematian mengingatkan bahwa hidup ini hanya sementara. Kita perlu menggunakan waktu yang ada untuk hal-hal yang paling penting. Seperti, membangun hubungan dengan Tuhan dan berbagi kasih dengan sesama. Kematian mengajarkan untuk konsisten merefleksikan diri kita, berjaga-jaga, dan hidup dalam pengharapan.

Bicara tentang kematian, mungkin bisa membuat kita takut. Tapi, sesungguhnya, adanya hari tersebut membuat kita untuk hidup dengan bijaksana, karena waktu kita terbatas.

Semoga hidup kita menjadi lebih baik!

Related articles:

Gereja GKDI terdapat di 41 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp

Exit mobile version