Saya pernah merasa, bahwa perintah Tuhan itu berat sekali.
Pergi ke gereja, pergi ke persekutuan, menginjil, mengasihi, mengampuni… Semua ini tak nyaman bagi saya. Saya pernah berpikir, buat apa mengampuni orang yang menyakiti saya? Kenapa saya harus mengasihi orang yang berbeda dengan saya?
Sementara, dosa terasa sangat menyenangkan. Tidak perlu disebutkan di sini contohnya, pasti Anda sudah tahu! Saya yakin kita tahu, jauh lebih mudah menikmati dosa dibanding menaati perintah Tuhan.
Perintah Tuhan: Kok Berat Ya?

Padahal, semua yang Tuhan suruh dalam hidup kita itu baik.
Jadi, kenapa yang Tuhan mau terasa sulit, sedangkan apa yang Tuhan benci terasa enak?
Keinginan Daging vs. Kehendak Tuhan
Salah satu alasan utamanya adalah karena apa yang Tuhan inginkan Tuhan sering bertentangan dengan keinginan daging kita.
Dalam Galatia 5:17 dikatakan, “Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging – karena keduanya bertentangan – sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.“
Keinginan daging inilah yang membuat perintah Tuhan terasa berat, karena kita lebih cenderung mengikuti apa yang menyenangkan diri kita sendiri. Jauh lebih mudah untuk menonton drakor atau series selama berjam-jam, daripada bersaat teduh. Berkata terus terang lebih sulit dibanding berbohong.
Padahal, perintah Tuhan itu adalah untuk melindungi kita. “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku” (Mazmur 91:14).
Namun, untuk melakukan perintah Tuhan, kita harus menyangkal diri kita. Kita tak bisa memilih kehendak Tuhan dan keinginan daging sekaligus, seolah melayani dua tuan (Matius 6:24).
Dan kita tahu, mengikut Tuhan mensyaratkan kita untuk memikul salib dan menyangkal diri.
Dosa yang Selalu Menggoda
Selain itu, keinginan kita sendiri terus menggoda.
Bagi orang-orang yang berdiet, tantangan terbesarnya bukanlah dalam berolahraga, melainkan mengendalikan keinginan. Jika Anda bertekad untuk tidak makan manis-manis, semakin kuatlah godaan untuk makan yang manis-manis itu.
Demikian halnya dengan dosa dan keinginan.
Jangan lupa, keinginan kita selalu mencobai kita (Yakobus 1:14). Tambahkan dengan janji-janji manis yang dibawa oleh dosa, seperti kepuasan, makinlah dosa itu terasa menarik.
Paulus berkata dalam Roma 7:15, “Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.” Mengapa? Karena keinginan itu sendiri.
Tidak heran, banyak orang jatuh atau bergumul dengan dosa karena mereka tidak mampu melawan keinginan mereka sendiri.
Membuat Perintah Tuhan Jadi Menyenangkan

Untuk membuat perintah Tuhan terasa menyenangkan, kita perlu mengubah cara pandang kita. Mari renungkan dua hal berikut.
1. Tuhan menginginkan yang Terbaik
Pertama-tama, marilah kita melihat bahwa perintah Tuhan bukan sekadar boleh tidak boleh, larangan atau tidak dilarang.
Semua yang Tuhan perintahkan adalah demi kebaikan kita. Ketika Musa mengajarkan hukum Taurat kepada bangsa Israel, ia berkata, “Segenap jalan, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kamu jalani, supaya kamu hidup, dan baik keadaanmu serta lanjut umurmu…” (Ulangan 5:33).
Mengapa kita tidak boleh mencuri? Karena kita tidak mau orang mencuri dari kita. Mengapa Tuhan mau kita saling mengasihi? Karena dengan saling mengasihi, hidup terasa lebih menyenangkan. Terutama, karena Tuhan sudah mengasihi kita lebih dulu.
Jadi, apa yang Tuhan tetapkan adalah selalu demi kebaikan. Menuruti kehendak-Nya akan membuat hidup kita jadi baik juga.
2. Minta bantuan Roh Kudus
Tentu saja mustahil melaksanakan kehendak Tuhan hanya dengan kekuatan sendiri. Kita butuh kekuatan Tuhan.
Beruntungnya, kita tak berjalan sendiri. Dalam Yohanes 14:16, Yesus berjanji akan memberikan “Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya…” Apa artinya? Tuhan memberikan kita Roh Kudus untuk membantu kita.
Marilah andalkan Roh Kudus. Minta bantuannya agar kita mampu menjalankan kehendak Tuhan.
Kehendak Tuhan, atau Kehendak Daging?
Perintah Tuhan mungkin terasa berat karena bertentangan dengan keinginan daging kita, sementara dosa terasa menyenangkan karena terlihat menggoda.
Namun, dengan mengubah cara pandang kita dan hidup dalam kasih kepada Tuhan, perintah Tuhan dapat menjadi sumber sukacita dan kehidupan. Kita perlu terus berpegang pada firman Tuhan dan meminta pertolongan Roh Kudus untuk memampukan kita menjalani perintah Tuhan dengan sukacita.
Seperti yang tertulis dalam 1 Yohanes 5:3, “Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya.“
Related articles:
- Tubuhmu Adalah Bait Allah! Lalu, Apa yang Harus Saya Lakukan?
- 10 Ciri Orang Bebal, Apakah Kita Termasuk?
- 10 Perintah Allah: Terlalu Mengekang dan Menghambat Kesuksesan?
- Maria: Mengatakan Ya Kepada Kehendak Tuhan, Begini Rahasianya
- 3 Rahasia Terpendam Doa Salomo, Bikin Kita Jadi Bijak
–
Yuk, baca top artikel kami:
Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?
Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?
Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?
Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab
Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas
–
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:
Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp
Last modified: Jul 2

