Written by Gery 3:21 pm Uncategorized, Bible & Character, Biblical Talk, Character, Devotionals, Lifestyle, Self Development

4 Sikap Hati dalam Memberi Perpuluhan

perpuluhan-gereja-gkdi cover

Apa yang Anda pikirkan saat mendengar kata perpuluhan? 

Mengkhususkan 10% pendapatan kita untuk Tuhan? Sebuah kewajiban? Sebuah kerelaan yang diharuskan? Apa pun itu, boleh jadi bagi sebagian dari kita, memberi perpuluhan terasa kurang menyenangkan.

Saat berkat mengalir lancar, mengembalikan 10% kepada Tuhan mungkin terasa ringan. Namun, saat hidup sedang dalam pergumulan? Kalau boleh jujur, mungkin ada kalanya kita berpikir dapat menggunakannya untuk hal lain. Atau bisa jadi, semakin besar pendapatan kita, semakin besar perpuluhan itu terasa. Apakah hal seperti ini pernah terbesit di hati Anda?

Sangat manusiawi jika kita pernah berpikir seperti itu. Karenanya, tidak ada salahnya jika kita belajar lagi tentang perpuluhan. Karena sebenarnya, perpuluhan adalah sesuatu yang indah. Jika dilakukan dengan benar, hal ini membantu kita untuk bertumbuh dalam kerohanian. Dengan sikap hati yang benar, kita dapat memiliki pandangan yang benar akan uang dan juga akan Tuhan.

Mengapa Saya Perlu Memberi Perpuluhan?

perpuluhan-gereja-gkdi 1

Mungkin kita berpikir sudah tahu jawabannya. Tetapi, tidak ada salahnya melihat alasan-alasannya sekali lagi.

Perintah untuk memberikan sepersepuluh dari harta mulai tercatat di Imamat 27: 30-32. Dikatakan, bahwa, “Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.”

sepersepuluh dari hasil pertanian dan peternakan “adalah milik Tuhan; itulah persembahan kudus bagi Tuhan.” 

Tujuannya saat itu adalah untuk men-support suku Lewi yang tidak memiliki tanah pusaka (Bilangan 18:21). Selain itu, juga agar orang Israel belajar untuk melihat Tuhan sebagai provider, pemberi berkat. Di dalam Ulangan 14:23 tertulis,

“Di hadapan Tuhan, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan Tuhan, Allahmu.

Jika kita renungkan, persembahan perpuluhan digunakan untuk mendukung pekerjaan Tuhan dan juga mengingatkan bahwa Tuhanlah yang memberi berkat. Suatu alasan yang sangat baik untuk kerohanian kita, bukan?

Mengapa Sikap Hati Penting dalam memberi perpuluhan?

perpuluhan-gereja-gkdi 2

Lalu, apakah sekadar memberi saja cukup? Ternyata tidak.

Tuhan pernah menegur orang Israel karena meskipun memberi persembahan, mereka tidak memiliki sikap hati yang benar

Tertulis di Yesaya 1:13, “Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.

Tuhan tidak sekadar menginginkan persembahan Anda. Ia menginginkan sikap hati dan karakter yang berkenan dalam memberi. Apalagi, pemberian itu ditujukan kepada-Nya. Bukankah Tuhan sebenarnya tidak memerlukan pemberian kita? Tetapi, sikap hati kitalah yang menjadi persembahan yang menyenangkan bagi-Nya.

Tentunya kita pernah mendengar kisah Ananias dan Safira yang mati karena tidak jujur dalam memberi (Kisah Para Rasul. 5:1- 11). Pasangan ini mengira pemberian merekalah yang penting. Padahal kejujuran dan sikap hati mereka yang jauh lebih penting. Mereka mungkin dapat menipu manusia, tetapi tidak dengan Tuhan. Siapa mengira pelanggaran itu begitu fatal akibatnya. 

Tentunya kisah mereka ditulis bukan untuk menakut-nakuti kita agar memberi. Tentunya melalui kisah ini Tuhan ingin menunjukkan betapa penting bagi-Nya sikap hati kita dalam memberi. Jangan kita memberi agar mendapat penghargaan atau pujian dari orang lain. Jangan juga tidak jujur dalam pemberian kita atau memberi dengan terpaksa. Kita perlu memberi dengan sukarela dan sukacita. 

Yuk, hari ini kita mengambil waktu untuk merenungkan kembali dan mengoreksi sikap hati kita saat memberi. Termasuk, saat memberi perpuluhan.

Memberi Perpuluhan dengan Sikap Hati yang Benar

perpuluhan-gereja-gkdi 3

Kalau begitu, sikap hati apa yang berkenan di mata Tuhan dalam memberi? Berikut ini adalah beberapa yang penting kita miliki:

1. Sukacita

Pertama-tama, Tuhan ingin agar siapapun yang memberi persembahan melakukannya dengan sukacita.

Rasul Paulus dalam 2 Korintus 9:7 berkata, “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”

Jadi, sukacita adalah sikap pertama yang perlu Anda miliki dalam memberi. Namun, bagaimana caranya? Salah satu hal yang perlu selalu kita ingat adalah bahwa segala harta milik kita berasal dari Allah. Perpuluhan adalah bukti syukur kita kepada-Nya. 

Perpuluhan adalah sebentuk syukur yang Anda persembahkan atas kebaikan Allah. 

2.   Tulus

Apakah kita memberi agar Allah membalas lebih banyak lagi? Ataukah kita memberi hanya karena kita ingin memuliakan-Nya?

Dalam Matius 6: 1-4, Yesus mengingatkan pendengar-Nya untuk memberi tanpa maksud atau niat tersembunyi. Ayat 3-4 berbunyi, “Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

Kita memberi perpuluhan karena ingin memuliakan Tuhan dari penghasilan kita. Balasan yang akan Tuhan berikan sepenuhnya adalah hak Tuhan. Karena itu, sebelum memberi mari kita sama-sama memeriksa hati dan memastikan ketulusan kita.

3.   Konsisten

Jika Tuhan memberkati Anda tanpa gagal, sudah sepantasnya kita terus bersyukur kepada-Nya juga tanpa gagal.

Seperti yang dikatakan-Nya di Maleakhi 3:10, “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”

Kita memang tidak boleh memberi dengan mengharapkan balasan, tetapi Tuhan sendiri telah berjanji akan melimpahkan berkat-Nya. Ini adalah suatu bahan perenungan yang baik bagi kita. Apakah Tuhan selama ini pernah gagal memelihara kita?

Jika tidak, maka perpuluhan semestinya menjadi sebuah kebiasaan. Sebuah gaya hidup murid-murid Yesus. Terdorong oleh rasa syukur yang melimpah kepada Tuhan, perpuluhan tidak lagi menjadi kewajiban. Namun, sebuah kesempatan untuk memuliakan Tuhan.

Memberi dari Hati

Bukan tentang seberapa banyak kita memberi, tetapi tentang seberapa banyak kasih yang kita curahkan dalam pemberian kita. Seberapa besar kasih kita kepada Allah saat memberi perpuluhan. Itulah yang harus selalu kita tanyakan kepada diri kita. 

Sudahkah kita memberi karena kita benar-benar mengasihi Dia? Saat kita memberi dengan sikap hati yang benar, maka kita akan semakin jelas melihat berkat-berkatNya melimpah dalam hidup kita. Amin.

– 

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 41 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp

 

(Visited 11,882 times, 1 visits today)

Last modified: Jun 20

Close