GKDI – Gereja Kristus di Indonesia

Sebelum Membuat Resolusi Tahun Baru, Cek Dulu 3 Hal ini

Gereja gkdi lagu

Tahun baru biasa menjadi momen resolusi. Mengapa? Karena banyak orang melihat datangnya tahun baru sebagai kesempatan baru, untuk memulai kembali. Ada harapan dan impian, bahwa apa yang belum tercapai di tahun sebelumnya, akan tercapai di tahun berikutnya.

Apakah resolusi berguna? Ya. Sebuah penelitian di tahun 2002, menunjukkan bahwa 46% orang yang membuat resolusi akan lebih berhasil dalam hidup mereka, dibandingkan dengan 4% orang tanpa resolusi. Akan tetapi, sebelum menyusun rencana untuk tahun baru, ada baiknya jika kita memahami apa yang hendak kita capai. 

Jika Anda masih belum tahu pasti resolusi apa yang ingin dicapai, 3 pertanyaan berikut bisa dijadikan pegangan.

Pikirkan 3 Hal ini Sebelum Membuat Resolusi

1. Hal Baik Apa yang Perlu Saya Teruskan?

Selama satu tahun ini tentulah kita sudah melakukan dan menyelesaikan banyak hal. Bisa besar atau kecil, seperti menyelesaikan sebuah proyek besar atau sekedar membersihkan kamar yang selama ini berantakan. Atau, selama setahun ini, kita telah mengembangkan beberapa karakter yang baik, seperti berkomunikasi dengan lemah lembut, mengasihi, tepat waktu, atau lebih sabar.  

Nah, hal-hal baik ini, perlu kita teruskan di tahun ini. Bahkan mungkin, Anda bisa membuat target yang lebih baik lagi. Misalnya, tahun ini sudah rutin berdoa setiap hari, tetapi belum rutin membaca Alkitab. Tahun ini, Anda bisa membuat resolusi untuk rutin dalam doa dan juga saat teduh setiap hari

Hal-hal baik apa yang sudah kita kerjakan? Mari kita evaluasi, catat, dan teruskan lagi di tahun depan. Misalnya, tentang fokus. Saya belajar untuk menetapkan deadline dalam mengerjakan sesuatu. Lama-kelamaan itu menjadi kebiasaan dan saya meneruskan hal tersebut hari demi hari. Saya tahu ini baik, maka saya bertekad bahwa hal ini harus ada di tahun berikutnya.

Kita juga bisa mulai dengan mengenali diri kita sendiri. Apa kekuatan kita? Misalnya, Anda memiliki kekuatan dalam hal berorganisasi, menggambar, atau mengajar. Anda bisa membuat resolusi untuk mengasah kemampuan tersebut. Mengapa? Karena Tuhan ingin kita untuk mengembangkan talenta yang Tuhan sudah beri (Roma 12:7-8). Dia juga ingin kita bisa menjadi rekan sekerja Allah dengan melakukan pekerjaan baik. 

Seperti tertulis di Efesus 2:10, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Sebagai ciptaan Tuhan, sudah sepantasnya untuk terus mengerjakan dan mengembangkan apa yang baik dalam hidup kita.

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Galatia 6:9

2. Hal Kurang Baik Apa yang Perlu Saya Hentikan?

Tidak hanya kelebihan, kita tentu memiliki kekurangan. Kita juga perlu mempertimbangkan kebiasaan buruk atau kelemahan yang perlu diperbaiki. 

Apakah Anda kesulitan untuk melihat hal-hal buruk dari diri Anda? Sebagai manusia, dengan mudahnya kita lebih bisa melihat kesalahan orang ketimbang kesalahan sendiri. Bisa juga, dengan berbagai alasan, kita terus membenarkan diri sendiri dan menyalahkan keadaan dan orang lain. Kita juga memiliki blind spot atau hal-hal buruk yang kita tidak sadari. 

Untuk mengatasi hal ini, kita bisa bertanya kepada orang-orang terdekat kita tentang kelemahan dan hal-hal yang perlu kita ubah. Untuk bisa berubah, semuanya dimulai dari kesadaran diri dulu. Tanpa kesadaran diri dan tanpa usaha yang serius, kebiasaan buruk tersebut akan terus mengikuti kita. 

Mengakui dan mengevaluasi diri sendiri jelas tidak mudah, namun pastilah berbuah manis.

Coba Anda pikirkan, hal-hal apa yang harus Anda hentikan demi kebaikan Anda. Apakah itu merokok? Minum minuman keras? Tidur terlalu malam? Boros, tidak punya tabungan? Malas berolahraga? Sering datang terlambat? Sering berpikiran negatif? Jarang bersaat teduh? Tidak datang pertemuan ibadah? Sering membuang waktu dengan tidak produktif dengan bermain game, nonton, ber-medsos (media sosial) ria sampai lupa waktu?

Mari kita tinggalkan hal-hal yang buruk dan menjadi manusia baru di tahun yang baru, yang sesuai dengan kehendak Allah. 

Yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Efesus 4:22-24

3. Hal Apa yang Perlu Saya Latih?

Berkaitan dengan poin nomor 2 sebelumnya, ini adalah hal yang bisa kita buat untuk mengatasi kelemahan dan kekurangan. Tidak cukup hanya dengan menghentikan sifat-sifat buruk, kita juga perlu untuk melatih dan membangun sifat-sifat baik sebagai gantinya.

Kita perlu dapat membedakan antara latihan dengan melakukan. Latihan atau training adalah hal yang dilakukan dalam jangka panjang, bukan sekali dua kali. Seperti layaknya seorang atlet yang akan mengikuti perlombaan, dia akan berlatih setiap hari dengan serius. Di saat gagal, keesokan harinya dia akan mencoba dan mencoba lagi, hingga dia berhasil.

Apa hal-hal yang bisa kita latih? Sering terlambat kita ganti dengan tepat waktu. Suka makan gorengan diganti dengan makan sehat. Jutek diganti dengan murah senyum. Mendendam kita ganti dengan mengampuni. Dan banyak lagi yang bisa kita bangun.

Selain itu, sesuai dengan minat dan kebutuhan, kita juga dapat menemukan hal-hal yang kita bisa latih. Misalnya, jika kita ingin mengurangi berat badan, kita dapat mulai melatih diri berolahraga dan disiplin dalam makan. Atau, jika kita ingin menguasai suatu skill atau kemampuan baru, kita dapat mendalaminya dengan mengikuti seminar atau kursus. 

Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. 1 Korintus 9:26-27 

Plan Ahead!

Fail to plan = plan to fail. 

Tidak berencana sama saja dengan berencana untuk gagal. Namun, sebelum menyusun rencana, kita perlu mengeksplorasi diri dengan menanyakan tiga hal di atas: hal baik yang perlu diteruskan, hal buruk yang perlu dihentikan, dan hal-hal yang perlu kita latih.

Dengan mengetahui hal-hal tersebut, tentulah kita dapat membuat resolusi yang lebih baik dan lebih terarah. Setelah melakukan planning, adalah jauh lebih penting untuk kita melakukan seperti yang sudah kita rencanakan. Semangat!

Plan ahead, and have a good year!

Referensi:
www.pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11920693/

– 

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 41 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp

Exit mobile version