Written by Gery 2:33 am Devotionals, Biblical Talk, Community, Lifestyle, Relationship, Spiritual Life

Toleransi, Mengasihi yang Tidak Kita Sukai

toleransi - gereja gkdi - cover

Apa arti toleransi buat Anda?

Buat sebagian orang, toleransi adalah menghargai. Menerima. Hidup bersama dengan orang-orang yang berbeda dengan kita. Terutama, karena dunia ini penuh dengan orang-orang yang berbeda. 

Tentu tidak salah, karena menerima yang berbeda membuat hidup jadi lebih indah. Namun, adakah toleransi berhenti pada penerimaan saja?

Kasih Sebagai Toleransi

toleransi - gereja gkdi - 1

Jika kita hanya berhenti pada penerimaan saja, arti toleransi menjadi dangkal. Asal menerima saja, tanpa mau melangkah lebih jauh.

Bayangkan saja begini. Saya dari suku A, menerima Anda yang suku B. Saya dan Anda berbeda. Akan tetapi, penerimaan itu hanya berhenti pada saya membiarkan Anda hidup. Tidak ada komunikasi, tidak ada saling berbicara, apalagi persahabatan. Selama saya tidak mengganggu Anda, dan Anda tidak mengganggu saya, tidak masalah.

Menurut standar dunia ini tidak masalah. Mengasihi itu pilihan. Namun, apakah hal ini yang diinginkan Tuhan? Demikian kata Yesus sendiri di Matius 22:37-39,

“Jawab Yesus kepadanya: ”Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.“

Tuhan sendiri berfirman, kasihilah Tuhanmu, lalu kasihilah sesamamu. Ketika Yesus berbicara tentang mengasihi Tuhan, tentu yang Ia maksud adalah membangun hubungan yang dalam, di mana kita mengenal dan mengasihi-Nya, dan sebaliknya. Demikian kita berhubungan dengan Allah, dan demikian kita berhubungan dengan sesama manusia.

Jadi, toleransi tidak berhenti pada menerima saja. Ia berarti mengasihi, bersahabat, bahkan membangun hubungan. Pergi main bersama, makan bersama, tolong-menolong, layaknya sahabat atau keluarga, meskipun berbeda.

Anthony de Mello pernah menulis, “perbedaan antarmanusia bukanlah mereka yang beragama dan tidak beragama, melainkan mereka yang mengasihi dan tidak mengasihi.” Dengan menerima dan mengasihi yang berbeda, boleh jadi kita membuka hati seseorang kepada Kristus.

Hidup dalam Kasih

toleransi - gereja gkdi - 2

Jadi jelas, toleransi adalah cara kita mengasihi. Bagaimana kita mewujudkan kasih tersebut? Berikut langkah praktisnya.

1. Menghargai Perbedaan

Setiap individu itu unik, dan perbedaan ini bukanlah sesuatu yang harus ditakuti atau dihindari, melainkan dirayakan. Tubuh Kristus terdiri dari banyak anggota (1 Korintus 12:12-27), sehingga keragaman adalah sesuatu yang pasti.

Mari kita rayakan dan hargai keragaman itu. Adanya keragaman membuat kita mampu memiliki kelebihan dan kekayaan yang tak terkira.

2. Empati dan Pengertian

Berusaha memahami perspektif orang lain, bahkan ketika kita tidak setuju, adalah langkah penting dalam praktik toleransi. Ini tidak berarti mengabaikan keyakinan kita, tetapi membuka hati untuk mendengar dan memahami.

Setiap orang datang dari latar belakang yang berbeda. Oleh karena itu, kita perlu belajar untuk memahami dan berempati terhadap pola pikir yang berbeda. Kuncinya satu: mendengar lebih banyak, mengerti lebih dalam.

3. Kasih Tanpa Syarat

Kasih yang diajarkan Yesus tidak membeda-bedakan. Seperti Dia yang mengasihi semua orang (Yohanes 3:16), kita juga dipanggil untuk mengasihi tanpa memilih-milih, terlepas dari perbedaan yang ada.

Jika Tuhan saja mengasihi semua orang, apalagi kita yang adalah orang percaya.

4. Tindakan Nyata

Jangan lupa, toleransi adalah soal perbuatan. Kasih tidak ada artinya tanpa perbuatan, seperti iman tanpa perbuatan adalah mati (Yakobus 2:26). Carilah kesempatan untuk berbuat baik, membantu, dan memberi. Bangun hubungan yang akrab, sehingga mereka merasakan kasih Allah.

Intinya, Marilah Kita Mengasihi

Jadi, toleransi adalah tentang kasih. Seperti dikatakan dalam 1 Yohanes 4:7, “marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah.” Memang, tidak mudah untuk menjangkau mereka yang berbeda. Akan tetapi, dengan mengasihi yang berbeda,  kita menunjukkan kasih Kristus yang sejati dan membantu membangun dunia yang lebih damai. 

Related articles:

Gereja GKDI terdapat di 41 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp

(Visited 287 times, 1 visits today)

Last modified: Aug 1

Close