{"id":13133,"date":"2021-10-06T00:00:14","date_gmt":"2021-10-06T00:00:14","guid":{"rendered":"https:\/\/gkdi.org\/blog\/?p=13133"},"modified":"2021-10-06T12:21:12","modified_gmt":"2021-10-06T12:21:12","slug":"dunia-remaja-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/dunia-remaja-2\/","title":{"rendered":"3 Tips untuk Orang Tua Sikapi Dunia Remaja yang Penuh Gejolak"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/playlist?list=PLGsEXHP_PBeDvuqrnk7_qhza19p0sML1v\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10283 aligncenter\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/GKDI-playlist.png\" alt=\"Gereja gkdi lagu\" width=\"1200\" height=\"240\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/GKDI-playlist.png 1200w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/GKDI-playlist-300x60.png 300w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/GKDI-playlist-1024x205.png 1024w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/GKDI-playlist-768x154.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/dunia-remaja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dunia remaja<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah dunia yang sangat kompleks dan penuh dengan gejolak. Ketika<\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/laki-laki\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\"> anak masih kecil<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, mungkin Anda tidak terlalu ambil pusing, karena <\/span><a href=\"http:\/\/tiny.cc\/disiplin-blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">mereka masih ada dalam kontrol Anda.\u00a0<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, memasuki <\/span><a href=\"http:\/\/tiny.cc\/muda-blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">usia remaja<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, Anda akan menemukan bahwa anak Anda berbeda. Ada fenomena-fenomena baru, <\/span><a href=\"http:\/\/tiny.cc\/berpikir-blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">cara berpikir<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, cara bersikap, hobi, bahkan <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/baru\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">hal-hal baru yang ingin mereka lakukan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Misalnya, mereka mulai memperhatikan penampilan karena <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/jatuh-cinta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">mulai melirik lawan jenis.<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> Mereka lebih suka bersama teman-temannya daripada bersama orang tua. Dan masih banyak hal-hal lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, bagaimana caranya orang tua mengatasi hal ini?<\/span><\/p>\n<h2><b>Jatuh Cinta terhadap Lawan Jenis<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13137 aligncenter\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/dunia-remaja-2-gbr-1-ff-min.jpg\" alt=\"dunia remaja 2-gereja-gkdi 1\" width=\"1000\" height=\"666\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/dunia-remaja-2-gbr-1-ff-min.jpg 1000w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/dunia-remaja-2-gbr-1-ff-min-300x200.jpg 300w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/dunia-remaja-2-gbr-1-ff-min-768x511.jpg 768w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/dunia-remaja-2-gbr-1-ff-min-696x464.jpg 696w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/dunia-remaja-2-gbr-1-ff-min-631x420.jpg 631w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu dunia remaja yang paling umum kita temukan adalah mulai adanya benih-benih cinta. Alias, mulai <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/cerita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">jatuh cinta<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Beberapa orang tua sangat khawatir ketika anak mereka mulai menyukai teman sekelas atau sepermainan. Anak mulai sibuk dengan <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/gadget\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">ponselnya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Berkirim pesan bahkan telpon-telponan hingga larut malam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, apa yang biasanya orang tua lakukan? Orangtua mulai membajak ponsel anak, diam-diam\u00a0 membaca chat mereka dan bahkan bersikap<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> over-protective<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Akhirnya, anak dan orang tua jadi bermain kucing-kucingan. Anda gelisah dan dipenuhi berbagai <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/basmi-rasa-takut\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">ketakutan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Anak pun merasa tidak nyaman dengan sikap orang tua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu bagaimana seharusnya orang tua menyikapi fenomena ini?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya ketika anak beranjak remaja dan mereka mulai menyukai lawan jenis, itu adalah hal yang normal. Ini adalah bukti bahwa anak-anak kita memiliki ketertarikan yang wajar. Serta bukti bahwa mereka <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kristen-yang-dewasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">bertumbuh menjadi orang dewasa<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun, karena orang tua sudah telanjur <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/burung-pipit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">khawatir<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, takut sekolah anak terganggu, takut anak jatuh ke dalam hubungan yang tidak sehat, mereka acapkali menjadi panik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah hal-hal yang bisa orang tua lakukan :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/menjadi-sahabat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ajak anak berbicara terbuka. <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika anak jujur,\u00a0 <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/penerimaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">terima perasaan-perasaan mereka<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan larang anak <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/jatuh-cinta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">jatuh cinta<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Itu adalah sebuah perasaan yang normal, yang tidak bisa dihindari. Yang bisa orang tua lakukan adalah menjelaskan manfaat dan efek buruk <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/pacaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">berpacaran<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> di usia muda<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jelaskan batasan-batasan dalam sebuah hubungan pria dan wanita<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ajarkan dan beri tahu alasan mengapa anak lebih baik <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teman-3\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">berteman<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> daripada berpacaran. Misalnya, jelaskan tujuan pacaran serta resikonya terhadap studi mereka. Didik mereka untuk mengerti bahwa pacaran diperuntukkan untuk orang dewasa yang sudah matang, mandiri, dan <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/ingin-menikah-perhatikan-5-hal-penting-ini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">siap untuk menikah<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/dekat-dengan-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ajak anak untuk terbuka mengenai hubungan tersebut<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, misalnya, pergi kemana, dengan siapa, dan kegiatan apa yang dilakukan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beri pemahaman dan didik anak tentang <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/menemukan-ribka-mu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">pasangan hidup yang sesuai dengan firman Tuhan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu dan mendatangkan sukacita kepadamu<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Amsal 29:17\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak perlu panik ketika ciri dari dunia remaja yang satu ini timbul. Jadikan fase ini sebagai <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/hidup-ini-adalah-kesempatan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">kesempatan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> bagi orang tua untuk mulai mendidik anak dan memberi pengetahuan mengenai hubungan antar lawan jenis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan biarkan anak mendapat informasi yang keliru dan salah dari teman-temannya atau pihak lain yang tidak bertanggungjawab.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bermalam di Rumah Teman<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13138 aligncenter\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/dunia-remaja-2-gbr-2-ff-min.jpg\" alt=\"dunia remaja 2-gereja-gkdi 2\" width=\"1000\" height=\"677\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/dunia-remaja-2-gbr-2-ff-min.jpg 1000w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/dunia-remaja-2-gbr-2-ff-min-300x203.jpg 300w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/dunia-remaja-2-gbr-2-ff-min-768x520.jpg 768w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/dunia-remaja-2-gbr-2-ff-min-696x471.jpg 696w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/dunia-remaja-2-gbr-2-ff-min-620x420.jpg 620w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu kali, saya teringat akan masa remaja saya. Bermain bersama teman terasa sangat menyenangkan dan mengasyikkan. Bahkan jika mungkin, saya tidak ingin pulang ke rumah. Saya ingin menghabiskan <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/bijak-dengan-waktu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">waktu<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> bersama dengan teman-teman sepermainan selama mungkin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diam-diam, saya berharap, kami bisa tinggal serumah dan menghabiskan waktu sepanjang hari bersama. Menghabiskan waktu dengan bercerita, bersenda bergurau, dan<\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/?p=7878\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\"> jalan-jalan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, tentu sangat menyenangkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun beda generasi, fenomena tersebut juga masih terjadi sampai sekarang. Mereka juga mengalami hal-hal yang serupa. Contohnya, tiba-tiba anak saya bisa mulai minta izin untuk bermalam di rumah teman sekolahnya atau teman baiknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa keluarga atau orang tua mungkin memberikan izin kepada anak untuk bermalam di rumah teman yang dikenalnya. Beberapa lagi, tidak membiarkan anak menginap dimanapun, kecuali di <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/rumah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">rumah<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana menyikapi permasalahan yang satu ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beberapa tips untuk orang tua :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika anak meminta izin untuk menginap di rumah teman, pastikan Anda mengenal teman tersebut dan juga keluarganya dengan baik. Pastikan mereka memiliki nilai-nilai yang sesuai dengan <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/firman-tuhan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">firman Tuhan.<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> Mengapa hal ini penting?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Janganlah kamu sesat; Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"> 1 Korintus 15:33\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alkitab mengajarkan bahwa kebiasaan yang baik dapat dirusak oleh <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/aktif-dalam-pergaulan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">pergaulan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang buruk. Demikian juga dengan anak remaja Anda. Meskipun Anda menanamkan nilai-nilai yang baik sejak dini, tetapi jika pergaulan mereka buruk, mereka bisa terpengaruh akan hal-hal yang buruk. Lambat laun, kebiasaan baik yang sudah diajarkan akan terlupakan, bahkan tergantikan dengan kebiasaan buruk. Misalnya, <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kecanduan-merokok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">merokok,<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> minum-minuman keras, kecanduan obat terlarang, dan <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/menjaga-kemurnian-sebagai-single\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">pergaulan bebas<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membiarkan anak bermalam di rumah teman yang Anda tidak kenal, sangat berisiko. Terlebih jika Anda memiliki anak perempuan. Anda harus lebih banyak memberi arahan, nasihat, serta lebih protektif. Jangan sampai anak mendapat perlakukan buruk, seperti pelecehan seksual. Atau mereka diajak menonton film porno, pergi ke diskotik, atau melakukan hubungan seksual.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">2. Anda membuat batasan atau aturan yang disetujui oleh anak. Contohnya, mereka diizinkan menginap di rumah teman yang anak dan orang tuanya Anda kenal baik. Serta keluarganya juga mempraktekkan nilai-nilai yang sesuai Firman Tuhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">3. Kadang kala, anak tidak tinggal diam. Mereka bisa saja melakukan trik dengan alasan sudah kemalaman, tak ada yang mengantar, tidak ada kendaraan lagi, dan lain-lain. Jika memungkinkan, jemput anak. Jika tidak memungkinkan dan pilihan terbaik adalah menginap di rumah temannya, pastikan mereka aman dan tidak melakukan hal-hal buruk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda bisa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">video call<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk memastikan mereka tidak keluar di malam hari. Ingatkan mereka untuk tidak melakukan hal-hal yang negatif, serta tetap melindungi dirinya. Keesokan harinya, tanyakan apa yang mereka lakukan semalam di rumah temannya. Ingatkan juga, lain kali mereka tidak boleh menginap dan harus pulang ke rumah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Menjelajahi Dunia Remaja dengan Berpetualang<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13139 aligncenter\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/dunia-remaja-2-gbr-3-ff-min.jpg\" alt=\"dunia remaja 2-gereja-gkdi 3\" width=\"1000\" height=\"667\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/dunia-remaja-2-gbr-3-ff-min.jpg 1000w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/dunia-remaja-2-gbr-3-ff-min-300x200.jpg 300w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/dunia-remaja-2-gbr-3-ff-min-768x512.jpg 768w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/dunia-remaja-2-gbr-3-ff-min-696x464.jpg 696w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/dunia-remaja-2-gbr-3-ff-min-630x420.jpg 630w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu ketika anak lelaki saya yang sudah memasuki usia remaja bercerita tentang bagaimana temannya mulai mengendarai motor sendiri. Saya merasa <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/say-no-to-galau\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">galau<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Terbesit dalam pikiran saya, \u201cMungkinkah saya ikhlas melepaskannya untuk berkendara di jalanan yang penuh bahaya?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, yang saya khawatirkan terjadi juga. Anak saya mulai mengendarai motor sendiri. Saya <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/tenang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">sangat khawatir<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, sehingga saya banyak<\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/4-doa-yang-penting-dipanjatkan-untuk-anak-remaja-anda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\"> berdoa untuk perlindungan Tuhan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> ketika ia berkendara. Melarangnya juga bukan pilihan yang baik. Mau sampai kapan dia terus diantar? <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Toh,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> suatu hari, mereka juga harus bisa mandiri. Tidak bisa terus bergantung kepada orang tua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain berkendara, biasanya remaja juga akan mulai menginginkan kebebasan menjelajahi dunia remaja mereka. Beberapa mulai suka<\/span> <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/?p=7878\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">traveling <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bersama teman-temannya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, tanpa dampingan orang tua. <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/sering-terjebak-drama-kenali-penyebab-dan-solusinya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Remaja putri <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">mungkin mulai suka berpesta dan nongkrong cantik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan, anak laki-laki biasanya mulai tertarik untuk kebut-kebutan atau melakukan kegiatan yang memacu adrenalin. Mereka menyukai tantangan dan <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/prestasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">pencapaian<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Contohnya, anak saya laki-laki saya. Ketika ia beranjak remaja, ia mulai minta izin untuk mendaki dan berkemah di gunung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, bagaimana sikap kita sebagai orang tua menyikapi hal-hal ini?<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Anda bisa menemani anak Anda <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/baru\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">menjelajah hal-hal baru yang ingin dia coba<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Misalnya, berkemah atau camping bersama <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/keluarga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">keluarga<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika orang tua tidak mungkin menemani, Anda bisa mengutarakan ide kepada PIC <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(person in charge)<\/span><\/i> <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/seberapa-pentingnya-komunitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">komunitas rohani<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> anak Anda untuk mengadakan kegiatan tersebut. Jadi, anak-anak yang suka berpetualang dapat pergi bersama, tetapi tetap di bawah pengawasan <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/mentor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">mentor<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">-mentor yang dapat dipercaya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika anak tertarik dengan aktivitas yang terlalu berbahaya, seperti terjun payung, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bungee jumping<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan lain lain, arahkan mereka untuk beralih kepada aktivitas lain yang resikonya lebih rendah.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dunia remaja sangat kompleks dan penuh gejolak. Masih banyak lagi fenomena lainnya yang Anda akan hadapi seiring mereka beranjak dewasa. Ini adalah hal yang normal terjadi. Namun demikian, Anda jangan <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/putus-asa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">putus asa<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Rajinlah mencari <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/3-nasihat-bijak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">nasihat<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan masukan dari orang tua lain yang juga memiliki anak remaja dan dewasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belajarlah dari mereka. Belajar dari kesalahan dan keberhasilan mereka dalam mendidik anak.\u00a0 Sebuah peribahasa dari Afrika berkata, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIt takes a village to raise a child.\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Artinya, butuh orang sekampung untuk membesarkan seorang anak. Butuh kerja keras dan kerja sama dari banyak orang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya; dan anak-anak perempuan kita seperti tiang-riang penjuru, yang dipahat untuk bangunan istana! <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013 <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mazmur 144:12\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, sebagai orang tua, tentu kita ingin anak-anak remaja kita kelak menjadi orang yang <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/sukses\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">berhasil<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan berguna dalam hidupnya. Namun, lebih dari semua itu, ada hal yang jauh lebih penting, yaitu agar mereka bisa menjadi <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/remaja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">pribadi yang takut akan Tuhan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Jadi, apapun fenomena dan gejolak dalam dunia remaja, didik mereka berdasarkan kebenaran <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/firman-tuhan-3\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">firman Tuhan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Good luck!<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Referensi : https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/It_takes_a_village<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h5><b>&#8211;\u00a0<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Related Articles:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a class=\"waffle-rich-text-link\" data-sheets-formula-bar-text-link=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/broken-home\/\" data-sheets-formula-bar-text-style=\"font-size:13px;color:#1155cc;font-weight:normal;text-decoration:underline;font-family:'docs-Calibri';font-style:normal;text-decoration-skip-ink:none;\">Tegar Hadapi Broken Home bagi Remaja Kristen dengan 3 Tips Berikut<\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a class=\"waffle-rich-text-link\" data-sheets-formula-bar-text-link=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/dekat-dengan-anak\/\" data-sheets-formula-bar-text-style=\"font-size:13px;color:#1155cc;font-weight:normal;text-decoration:underline;font-family:'docs-Calibri';font-style:normal;text-decoration-skip-ink:none;\">Terbuka dan Dekat dengan Anak yang Beranjak Remaja<\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a class=\"waffle-rich-text-link\" data-sheets-formula-bar-text-link=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/remaja\/\" data-sheets-formula-bar-text-style=\"font-size:13px;color:#1155cc;font-weight:normal;text-decoration:underline;font-family:'docs-Calibri';font-style:normal;text-decoration-skip-ink:none;\">Metode Bijak Mengajar Anak Remaja agar Takut akan Tuhan<\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a class=\"waffle-rich-text-link\" data-sheets-formula-bar-text-link=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/kasih-sayang-orang-tua\/\" data-sheets-formula-bar-text-style=\"font-size:13px;color:#000000;font-weight:normal;text-decoration:underline;font-family:'Arial';font-style:normal;text-decoration-skip-ink:none;\">Kasih Sayang Orang Tua: Mengutamakan Hati, Bukan Penampilan<\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a class=\"waffle-rich-text-link\" data-sheets-formula-bar-text-link=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/orang-tua-tunggal\/\" data-sheets-formula-bar-text-style=\"font-size:13px;color:#1155cc;font-weight:normal;text-decoration:underline;font-family:'docs-Calibri';font-style:normal;text-decoration-skip-ink:none;\">Kiat Jalani Tantangan Orang Tua Tunggal<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<h6><b>&#8211;<\/b><\/h6>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><div class=\"a-single a-11\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>Gereja <\/i><\/b><\/a> GKDI terdapat di<a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/#jemaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <b>41 kota<\/b><\/a> di Indonesia. <br\/>\r\nJika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut: <br\/><br\/>\r\n\r\n<iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/7s9g-oQWqM0\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe> <br\/><br\/>\r\n\r\n<strong>\r\n<input type=\"button\" style=\"  text-align: center; text-decoration: none; display: inline-block; width: 100%; height: 50px; background: orange;\r\n    margin-bottom: 16px;\" onclick=\"location.href='https:\/\/gkdi.org\/page\/biblestudy';\" value=\">> Click untuk mengikuti Bible Study <<\" \/>\r\n<\/strong>\r\n<br\/>\r\nDan, temukan lebih banyak content menarik &amp; menginspirasi melalui sosial media kami: \r\n<br\/>\r\nWebsite: <a href=\" https:\/\/link.gkdi.org\/web\"> https:\/\/link.gkdi.org\/web <br\/>\r\n<\/a>Facebook: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/facebook\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/facebook <br\/>\r\n<\/a>Instagram: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/instagram\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/instagram <br\/>\r\n<\/a>Blog: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/Blog <br\/>\r\n<\/a>Youtube: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/youtube\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/youtube <br\/>\r\n<\/a>TikTok: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok \" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok <br\/>\r\n<\/a>Twitter: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/twitter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/twitter <br\/>\r\n<\/a>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin <br\/>\r\n<\/a>Threads: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/threads\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/threads <br\/>\r\n<\/a>Whatsapp: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp <\/a> <br\/><br\/><\/div><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Dunia remaja adalah dunia yang sangat kompleks dan penuh dengan gejolak. Ketika anak masih kecil, mungkin Anda tidak terlalu ambil pusing, karena mereka masih ada dalam kontrol Anda.\u00a0 Namun, memasuki usia remaja, Anda akan menemukan bahwa anak Anda berbeda. Ada fenomena-fenomena baru, cara berpikir, cara bersikap, hobi, bahkan hal-hal baru yang ingin mereka lakukan. Misalnya, &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":18,"featured_media":13136,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_ef_editorial_meta_date_first-draft-date":"","_ef_editorial_meta_paragraph_assignment":"","_ef_editorial_meta_checkbox_needs-photo":"","_ef_editorial_meta_number_word-count":"","footnotes":""},"categories":[99,198,209,199],"tags":[],"class_list":["post-13133","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-devotionals","category-biblical-talk","category-parenting","category-relationship"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13133","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13133"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13133\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13136"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13133"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13133"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13133"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}