{"id":13184,"date":"2021-10-14T00:00:52","date_gmt":"2021-10-14T00:00:52","guid":{"rendered":"https:\/\/gkdi.org\/blog\/?p=13184"},"modified":"2023-06-20T10:20:25","modified_gmt":"2023-06-20T10:20:25","slug":"hidup-bahagia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/hidup-bahagia\/","title":{"rendered":"Hati-Hati! 4 Hal ini Bukan Sumber Hidup Bahagia yang Sejati"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/playlist?list=PLGsEXHP_PBeDvuqrnk7_qhza19p0sML1v\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-10283 aligncenter\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/GKDI-playlist.png\" alt=\"Gereja gkdi lagu\" width=\"1200\" height=\"240\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/GKDI-playlist.png 1200w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/GKDI-playlist-300x60.png 300w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/GKDI-playlist-1024x205.png 1024w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/GKDI-playlist-768x154.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap orang tentu ingin <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hidup bahagia<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dan tidak ada yang ingin <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/hidup-penuh-derita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menderita<\/a>. Namun pernahkah Anda bertanya-tanya dimanakah letak kebahagiaan itu? Hari ini begitu banyak orang mempertaruhkan segalanya demi hidup bahagia yang mereka <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/maria-mimpi-yang-melampaui-kemustahilan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">impikan<\/a> dan dambakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah selama ini kita mencari kebahagiaan di tempat yang tepat? Benarkah hal-hal yang kita pikir dapat memberi kebahagiaan adalah sumber kebahagiaan sejati? Berikut adalah cara pandang Salomo tentang hidup bahagia itu sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kecerdasaan Bukan Jaminan Hidup Bahagia<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13185 aligncenter\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-1-ff-min.jpeg\" alt=\"Hidup Bahagia-gereja-gkdi 1\" width=\"1000\" height=\"666\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-1-ff-min.jpeg 1000w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-1-ff-min-300x200.jpeg 300w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-1-ff-min-768x511.jpeg 768w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-1-ff-min-696x464.jpeg 696w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-1-ff-min-631x420.jpeg 631w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aku berkata dalam hati: &#8220;Lihatlah, aku telah memperbesar dan menambah hikmat lebih dari pada semua orang yang memerintah atas Yerusalem sebelum aku, dan hatiku telah memperoleh banyak hikmat dan pengetahuan.&#8221; Aku telah membulatkan hatiku untuk memahami hikmat dan pengetahuan, kebodohan dan kebebalan. Tetapi aku menyadari bahwa hal ini pun adalah usaha menjaring angin.\u201d <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013 <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Pengkhotbah 1:16-17<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin tanpa sadar, seringkali kita mengaitkan hidup bahagia dengan tingkat kepandaian atau <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/hikmat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kecerdasan<\/a> seseorang. Seorang yang cerdas seringkali dianggap <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/sukses\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">sukses<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan hidup bahagia. Sementara seseorang yang memiliki kecerdasan yang biasa-biasa saja, secara sering dianggap hidupnya juga biasa-biasa saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktanya tidak demikian. Kecerdasan tidak ada hubungannya dengan kebahagiaan seseorang. Dari sebuah artikel yang saya baca, ternyata ada beberapa alasan yang menyatakan bahwa orang cerdas sulit berbahagia. Beberapa diantaranya adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">selalu menganalisa segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya dan yang akan datang. Alhasil, mereka sulit bersantai.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">memiliki standard yang tinggi terhadap dirinya dan terhadap orang lain. Ketika standard mereka tidak terpenuhi mereka akhirnya <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kecewa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">mudah kecewa<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">terlalu banyak berpikir karena terlalu tahu banyak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">mereka dituntut oleh orang-orang di sekelilingnya seperti <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/membangun-keluarga-sehat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">keluarga<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teman-3\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">teman<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, kolega bahkan <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/nyatakan-kebenaran-kepada-pasangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">pasangannya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, karena dianggap pandai.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak heran, Salomo, salah satu orang paling <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/nyatakan-kebenaran-kepada-pasangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">berhikmat<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang pernah ada di muka bumi, mengatakan bahwa mengajar hikmat dan pengetahuan, adalah\u00a0 usaha menjaring angin.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Karena di dalam banyak hikmat ada banyak susah hati, dan siapa memperbanyak pengetahuan, memperbanyak kesedihan.\u00a0 <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013 <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pengkhotbah 1:18<\/span><\/i><\/p>\n<h2><b>Menikmati Kesenangan Dunia Bukan Sumber Kebahagiaan Sejati<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13186 aligncenter\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-2-ff-min.jpeg\" alt=\"Hidup Bahagia-gereja-gkdi 2\" width=\"1000\" height=\"667\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-2-ff-min.jpeg 1000w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-2-ff-min-300x200.jpeg 300w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-2-ff-min-768x512.jpeg 768w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-2-ff-min-696x464.jpeg 696w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-2-ff-min-630x420.jpeg 630w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aku berkata dalam hati: &#8220;Mari, aku hendak menguji kegirangan! Nikmatilah kesenangan! Tetapi lihat, juga itu pun sia-sia.&#8221; Tentang tertawa aku berkata: &#8220;Itu bodoh!&#8221;, dan mengenai kegirangan: &#8220;Apa gunanya?&#8221; <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Pengkhotbah 2:1-2<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah Anda berpikir, hidup bahagia itu adalah ketika Anda bisa <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kebahagiaan-dalam-hidup\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bersenang-senang menikmati kehidupan ini<\/a>? Keluar masuk diskotik, gonta-ganti pasangan, pesta sana-sini, atau berlibur ke tempat-tempat yang disebut surga dunia? Ataukah itu <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kecanduan-merokok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">merokok<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, minum minuman keras, dan <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/8-rahasia-hidup-bagian-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">hidup<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> serba bebas?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salomo pun pernah menguji kegirangan hatinya. Dia menikmati semua yang menjadi kesenangan hatinya. Bahkan di dalam Alkitab dikatakan, Salomo tidak merintangi matanya dari apa pun yang dikehendakinya dan tidak menahan hatinya dari <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/resep-rahasia-sukacita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">sukacita<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> apapun (Pengkhotbah 2:10).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun Salomo menyadari bahwa semua itu adalah sia-sia, kebodohan, dan tak ada gunanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun pernah berpikir, kebahagiaan itu adalah momen dimana saya bersenang-senang bersama teman-teman saya, seperti merokok dan bertemu teman-teman baru. Namun ketika malam, menjelang tidur, saya bertanya-tanya, \u201cKemanakah perginya bahagia itu? Mengapa hanya sekejap saya rasakan?\u201d Sesaat kemudian, kembali saya temukan betapa kosong dan <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/hampa-perasaan-mematikan-awal-berkat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">hampanya\u00a0 hidup<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> saya.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah faedahnya yang diperoleh manusia dari segala usaha yang dilakukannya dengan jerih payah di bawah matahari dan dari keinginan hatinya?\u00a0 <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013 <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pengkhotbah 2:22<\/span><\/i><\/p>\n<h2><b>Melakukan Hal yang Kita Suka juga Bukan Sumber Kebahagiaan Sejati<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13187 aligncenter\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-3-ff-min.jpg\" alt=\"Hidup Bahagia-gereja-gkdi 3\" width=\"1000\" height=\"667\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-3-ff-min.jpg 1000w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-3-ff-min-300x200.jpg 300w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-3-ff-min-768x512.jpg 768w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-3-ff-min-696x464.jpg 696w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-3-ff-min-630x420.jpg 630w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap orang pasti memiliki hobi atau passion yang membuat kita merasa bahagia ketika melakukannya. Ada kepuasan atau kebahagiaan tersendiri. Terlebih lagi jika Anda <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/talenta-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">mahir atau berbakat di area yang Anda sukai tersebut<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin Anda suka dengan anak-anak, dan Anda memilih menjadi seorang guru karena Anda mencintai <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/mengajarkan-kasih-kepada-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">dunia anak-anak<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Atau Anda hobi <\/span><a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/pola-hidup-sehat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">berolahraga<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, berkebun, memelihara hewan, bermain musik, bermain games, memasak, menggambar, dan lain-lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu tak ada yang salah dengan tersebut, karena itu kegiatan tersebut bukan sesuatu yang buruk atau negatif. <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/suka\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyukai sesuatu hal<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan hidup dengan passion juga dapat memberikan rasa puas dan bahagia ketika kita melakukannya. Tapi itu bukan sumber hidup bahagia yang sejati. Mengapa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sekejap, apa yang tadinya kita suka, bisa jadi, karena satu dan lain hal, tidak kita sukai lagi. Jika Anda mencari dan meletakkan <\/span><a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/kebahagiaan-dalam-hidup\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">kebahagiaan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam hal-hal ini, maka kebahagiaan Anda akan menguap dengan cepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah hal-hal yang dilakukan Salomo:<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aku melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, mendirikan bagiku rumah-rumah, menanami bagiku kebun-kebun anggur; aku mengusahakan bagiku kebun-kebun dan taman-taman, dan menanaminya dengan rupa-rupa pohon buah-buahan; aku menggali bagiku kolam-kolam untuk mengairi dari situ tanaman pohon-pohon muda. <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013 <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pengkhotbah 2:4-6<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan setelah melakukan semuanya itu, inilah kesimpulan Salomo:<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, <\/span><\/i><b><i>segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">; memang tak ada keuntungan di bawah matahari. <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Pengkhotbah 2:11<\/span><\/i><\/p>\n<h2><b>Kekayaan Pun Bukan Ukuran Hidup Bahagia yang Sejati<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13190 aligncenter\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-4-ff-min.jpeg\" alt=\"Hidup Bahagia-gereja-gkdi 4\" width=\"1000\" height=\"750\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-4-ff-min.jpeg 1000w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-4-ff-min-300x225.jpeg 300w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-4-ff-min-768x576.jpeg 768w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-4-ff-min-80x60.jpeg 80w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-4-ff-min-265x198.jpeg 265w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-4-ff-min-696x522.jpeg 696w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-4-ff-min-560x420.jpeg 560w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, bagaimana dengan <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/jadi-kaya-tanpa-bersikap-pelit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">kekayaan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">? Banyak orang merasa hidup bahagia hanya bisa diperoleh ketika mereka memiliki harta kekayaan berlimpah. Benarkah?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita lihat apa yang dikatakan Salomo tentang harta kekayaan di dalam kitab Pengkhotbah:\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">barang siapa <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/peran-uang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">mencintai uang<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, tidak akan pernah puas dengan\u00a0 uang. Barangsiapa mencintai kekayaan, tidak akan pernah puas dengan penghasilannya (<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pengkhotbah 5:10<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">orang kaya, sekalipun kenyang, tidak bisa tidur nyenyak, karena banyak hartanya. Mungkin mereka lebih banyak <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/khawatir-benalu-yang-menggerogoti-iman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">rasa khawatirnya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Bahkan kekayaan bisa menjadi sumber malapetaka dalam hidupnya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(Pengkhotbah 5:12-13<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">ketika lahir, kita keluar dari dalam <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/hidup-tak-adil\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kandungan dengan telanjang, begitu juga ketika kita meninggal.<\/a> Kita tidak membawa apapun yang telah kita peroleh di dunia ini (<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pengkhotbah 5:15<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kekayaan dapat membuat seseorang hidup dalam kegelapan, kesedihan, mengalami banyak <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/roh-kudus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">kesusahan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, penderitaan dan kekesalan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pengkhotbah 5:17)<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kekayaan sering membuat orang lupa <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/usia-tak-lagi-muda-mengapa-harus-panik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">umur<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, lupa akan Tuhan, karena terlalu sibuk dengan hartanya (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pengkhotbah 5:20<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat disimpulkan bahwa Salomo, raja yang sangat diberkati itu, sedang menyampaikan sebuah pesan, bahwa kekayaan pun juga adalah kesia-siaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/munafik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">munafik<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, ke empat hal tersebut bisa saja memberi kita kebahagiaan. Namun kebahagiaan tersebut tidak kekal sifatnya. Rasa bahagia yang disebabkan oleh keempat hal di atas, dapat hilang dalam sekejap mata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, adakah sumber kebahagiaan yang sejati? Adakah hal yang\u00a0 dapat membuat hidup kita bahagia secara permanen?\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Sumber Kebahagiaan Sejati: Takut akan Tuhan<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13189 aligncenter\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-5-ff-min.jpeg\" alt=\"Hidup Bahagia-gereja-gkdi 5\" width=\"1000\" height=\"666\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-5-ff-min.jpeg 1000w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-5-ff-min-300x200.jpeg 300w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-5-ff-min-768x511.jpeg 768w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-5-ff-min-696x464.jpeg 696w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/hidup-bahagia-5-ff-min-631x420.jpeg 631w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Pengkhotbah 12:13-14<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat tersebut adalah ayat terakhir dari buku Pengkhotbah. Dapat dikatakan, apapun yang kita kejar saat ini, sudah dimiliki Salomo. Ia hidup bergelimangan harta kekayaan, terkenal dengan hikmatnya yang luar biasa, dan bahkan dapat menikmati segala <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/ingin-hidup-senang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">kesenangan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> apapun yang dia inginkan. Namun, pada akhirnya, setelah ia mendapatkan semua itu, dia merasa semua itu adalah sia-sia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia sampai pada satu kesimpulan, bahwa <\/span><b>kebahagiaan yang sejati, yang kekal, yang tidak akan sia-sia adalah hidup takut akan Tuhan dan berpegang pada perintah-Nya.\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, kita semua akan mengalami kematian. Semua hal yang kita miliki tidak ada artinya, jika kita tidak takut akan Tuhan dan <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/janji\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">berpegang kepada perintah-Nya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Mengapa? Karena hal duniawi tersebut bersifat fana. Tidak dapat kita bawa ketika kita meninggalkan dunia. Satu-satunya yang dapat kita bawa adalah <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/perjuangkan-iman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">iman kita<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0 Itu pulalah yang akan menyelamatkan kita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup bahagia yang sesungguhnya hanya ada di dalam Tuhan. Mari kita hidup dengan mata yang tertuju kepada Tuhan. Jangan terlena dengan hal-hal duniawi, apalagi menjadi hamba dari dunia ini.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempirnaan\u2026 <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u2013<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Ibrani 12:2a\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tuhan Yesus memberkati.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Referensi:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">www.google.com\/amp\/s\/www.learning-mind.com\/fail-to-be-happy-intelligent\/amp\/<\/span><\/p>\n<h5><b>&#8211;\u00a0<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Related Articles:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a class=\"waffle-rich-text-link\" data-sheets-formula-bar-text-link=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/hidup-kudus\/\" data-sheets-formula-bar-text-style=\"font-size:13px;color:#1155cc;font-weight:normal;text-decoration:underline;font-family:'docs-Calibri';font-style:normal;text-decoration-skip-ink:none;\">Hidup Kudus dan Bahagia: Mustahilkah Mendapat Keduanya?<\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a class=\"waffle-rich-text-link\" data-sheets-formula-bar-text-link=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/membaca\/\" data-sheets-formula-bar-text-style=\"font-size:13px;color:#1155cc;font-weight:normal;text-decoration:underline;font-family:'docs-Calibri';font-style:normal;text-decoration-skip-ink:none;\">3 Manfaat Penting Membaca Firman Tuhan Setiap Hari<\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a class=\"waffle-rich-text-link\" data-sheets-formula-bar-text-link=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/peran-uang\/\" data-sheets-formula-bar-text-style=\"font-size:13px;color:#1155cc;font-weight:normal;text-decoration:underline;font-family:'docs-Calibri';font-style:normal;text-decoration-skip-ink:none;\">It\u2019s All about Money: Waspadai 3 Gejala Hamba Uang<\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a class=\"waffle-rich-text-link\" data-sheets-formula-bar-text-link=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/sahabat-yang-membangun\/\" data-sheets-formula-bar-text-style=\"font-size:13px;color:#1155cc;font-weight:normal;text-decoration:underline;font-family:'docs-Calibri';font-style:normal;text-decoration-skip-ink:none;\">3 Kriteria Sahabat yang Membangun: Seru dan Menyenangkan!<\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a class=\"waffle-rich-text-link\" data-sheets-formula-bar-text-link=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/apa-tujuan-hidup\/\" data-sheets-formula-bar-text-style=\"font-size:13px;color:#1155cc;font-weight:normal;text-decoration:underline;font-family:'docs-Calibri';font-style:normal;text-decoration-skip-ink:none;\">Apa Tujuan Hidup Anda?<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<h5><b>&#8211;<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><div class=\"a-single a-11\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>Gereja <\/i><\/b><\/a> GKDI terdapat di<a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/#jemaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <b>41 kota<\/b><\/a> di Indonesia. <br\/>\r\nJika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut: <br\/><br\/>\r\n\r\n<iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/7s9g-oQWqM0\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe> <br\/><br\/>\r\n\r\n<strong>\r\n<input type=\"button\" style=\"  text-align: center; text-decoration: none; display: inline-block; width: 100%; height: 50px; background: orange;\r\n    margin-bottom: 16px;\" onclick=\"location.href='https:\/\/gkdi.org\/page\/biblestudy';\" value=\">> Click untuk mengikuti Bible Study <<\" \/>\r\n<\/strong>\r\n<br\/>\r\nDan, temukan lebih banyak content menarik &amp; menginspirasi melalui sosial media kami: \r\n<br\/>\r\nWebsite: <a href=\" https:\/\/link.gkdi.org\/web\"> https:\/\/link.gkdi.org\/web <br\/>\r\n<\/a>Facebook: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/facebook\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/facebook <br\/>\r\n<\/a>Instagram: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/instagram\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/instagram <br\/>\r\n<\/a>Blog: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/Blog <br\/>\r\n<\/a>Youtube: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/youtube\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/youtube <br\/>\r\n<\/a>TikTok: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok \" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok <br\/>\r\n<\/a>Twitter: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/twitter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/twitter <br\/>\r\n<\/a>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin <br\/>\r\n<\/a>Threads: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/threads\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/threads <br\/>\r\n<\/a>Whatsapp: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp <\/a> <br\/><br\/><\/div><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Setiap orang tentu ingin hidup bahagia dan tidak ada yang ingin menderita. Namun pernahkah Anda bertanya-tanya dimanakah letak kebahagiaan itu? Hari ini begitu banyak orang mempertaruhkan segalanya demi hidup bahagia yang mereka impikan dan dambakan.\u00a0 Apakah selama ini kita mencari kebahagiaan di tempat yang tepat? Benarkah hal-hal yang kita pikir dapat memberi kebahagiaan adalah sumber &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":18,"featured_media":13199,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_ef_editorial_meta_date_first-draft-date":"","_ef_editorial_meta_paragraph_assignment":"","_ef_editorial_meta_checkbox_needs-photo":"","_ef_editorial_meta_number_word-count":"","footnotes":""},"categories":[99,198,212,200,204],"tags":[],"class_list":["post-13184","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-devotionals","category-biblical-talk","category-heart-and-feeling","category-self-development","category-spiritual-life"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13184","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13184"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13184\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16971,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13184\/revisions\/16971"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13199"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13184"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13184"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13184"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}