{"id":13207,"date":"2021-10-20T00:00:41","date_gmt":"2021-10-20T00:00:41","guid":{"rendered":"https:\/\/gkdi.org\/blog\/?p=13207"},"modified":"2021-10-21T03:51:30","modified_gmt":"2021-10-21T03:51:30","slug":"konflik-di-dalam-pekerjaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/konflik-di-dalam-pekerjaan\/","title":{"rendered":"3 Cara Menyelesaikan Konflik di dalam Pekerjaan"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/playlist?list=PLGsEXHP_PBeDvuqrnk7_qhza19p0sML1v\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10283 aligncenter\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/GKDI-playlist.png\" alt=\"Gereja gkdi lagu\" width=\"1200\" height=\"240\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/GKDI-playlist.png 1200w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/GKDI-playlist-300x60.png 300w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/GKDI-playlist-1024x205.png 1024w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/GKDI-playlist-768x154.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda menemui <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kelola-konflik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">konflik<\/span><\/a> <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/tempat-kerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">di dalam pekerjaan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, itu adalah sebuah hal yang lumrah. Ini dikarenakan Anda dan <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">rekan kerja<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> datang dari berbagai latar belakang, seperti <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/keluarga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">keluarga<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, pendidikan, pengalaman, status ekonomi, bahkan <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/prestasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">pencapaian<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Semua perbedaan tersebut berpotensi menciptakan cara pandang yang beragam di lingkungan pekerjaan, apapun profesi Anda. Hasilnya, konflik pun tidak terelakkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konflik bisa muncul dengan berbagai bentuk. Mulai dari beda pendapat atau selera, perselisihan kecil dalam tim, hingga perdebatan besar dalam rapat kerja. Namun, yang pasti, jika tidak ditangani dengan baik, hal ini bisa mengganggu <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/berkenan-di-hati-tuhan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">hati<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dapat menghambat kinerja Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah mengapa menyelesaikan konflik adalah salah satu kemampuan non akademis yang penting dimiliki semua orang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Bagaimana Cara Mengatasi Konflik di dalam Pekerjaan?\u00a0<\/b><\/h2>\n<h3><b>1. Rendah Hati untuk Mendengarkan<\/b><b><\/b><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13213 aligncenter\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/konflik-1-ff-min-1.jpg\" alt=\"konflik-gereja-gkdi 1\" width=\"1000\" height=\"667\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/konflik-1-ff-min-1.jpg 1000w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/konflik-1-ff-min-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/konflik-1-ff-min-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/konflik-1-ff-min-1-696x464.jpg 696w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/konflik-1-ff-min-1-630x420.jpg 630w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah pertama untuk menyelesaikan masalah apapun adalah dengan memiliki sikap <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/gambar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">rendah hati<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Tanpa rendah hati, konflik akan semakin memanas dan semakin besar. Kerendahan hati ini yang akan membantu Anda untuk membuka diri, mau mendengarkan, dan mengerti kolega Anda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seringkali, penyebab terjadinya konflik adalah keegoisan kita. Kita tidak mau mendengar pendapat orang lain. Kita merasa, pemikiran kitalah yang paling benar. Pikiran dan <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/perasaan-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">perasaan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> orang lain menjadi tidak penting lagi bagi kita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah. <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Yakobus 1:19<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika terjadi <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">konflik dengan rekan kerja<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, sangat baik jika Anda merendahkan hati dan mencoba untuk mendengar. Misalnya, jika ada perbedaan pendapat, cobalah untuk mengerti perspektif kolega Anda dan melihat masalah dari sudut lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita memiliki Tuhan yang sangat rendah hati. Sudah seharusnya juga, kita mengikuti jejak-Nya. <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/firman-tuhan-3\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Firman Tuhan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> mengatakan bahwa kita perlu memperhatikan kepentingan orang lain juga, bukan hanya kepentingan kita pribadi (Filipi 2:4).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/komunikasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komunikasi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sehat adalah jalan terbaik untuk meredakan <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kelola-konflik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">konflik<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Untuk mencapai hal itu, mendengar adalah langkah pertama yang penting. Jika semua orang berlomba-lomba untuk bicara, lantas siapa yang akan mendengar? Bagaimana caranya bisa timbul saling pengertian?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah memahami apa kata rekan Anda, cobalah untuk mengutarakan apa yang Anda pikirkan atau rasakan. Namun, jangan dengan <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/marah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">marah-marah<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> atas emosi. <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kebenaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Katakan apa yang Anda rasakan, pemikiran, atau ide Anda dengan kasih<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><b><\/b><\/p>\n<h3><b>2. Selesaikan Konflik<\/b><b><\/b><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13246 aligncenter\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/konflik-2-ff-min-1.jpg\" alt=\"konflik-gereja-gkdi 2\" width=\"1000\" height=\"667\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/konflik-2-ff-min-1.jpg 1000w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/konflik-2-ff-min-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/konflik-2-ff-min-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/konflik-2-ff-min-1-696x464.jpg 696w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/konflik-2-ff-min-1-630x420.jpg 630w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya mendengar, rekonsiliasi juga penting untuk meredakan konflik. Mengapa rekonsiliasi dibutuhkan? Tentunya, supaya tercipta kembali <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/5-cara-rekatkan-kembali-hubungan-renggang-dengan-pasangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">hubungan yang baik<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, sehingga suasana kerja pun kembali menyenangkan. Dan yang pasti, supaya ada jalan keluar yang dapat disepakati bersama, yang tidak merugikan perusahaan dan satu sama lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mencapai rekonsiliasi tersebut, mulailah dengan pembicaraan empat mata. Yang artinya, selesaikan dulu masalah Anda secara pribadi, tanpa melibatkan pihak ketiga. Pihak ketiga mungkin dibutuhkan jika pembicaraan personal tidak membuahkan hasil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagaimana dikatakan dalam Matius 18:15, \u201d<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Melalui pendekatan seperti ini, Anda dan kolega bisa menyelesaikan konflik dengan cara yang baik dan benar, yaitu sesuai <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/firman-tuhan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">firman Tuhan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang paling sering terjadi adalah, konflik tidak diselesaikan. Tidak dibicarakan, tidak dilakukan rekonsiliasi. Konflik dibiarkan sehingga benih-benih <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/mengampuni-orang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">kebencian<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> tumbuh subur. Ketika ada masalah lain terjadi lagi, rasa kesal atau marah pun semakin menumpuk. Tidak heran, menu rutin di jam makan siang adalah <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/gosip\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">bergosip<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> membicarakan kejelekan atau ketidaksukaan terhadap rekan kerja atau atasan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, bukan itu yang Tuhan inginkan.\u00a0 Konflik adalah hal yang wajar terjadi. Selesaikankanlah! Melarikan diri dari konflik dapat mencuri <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/ingin-hidup-senang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">sukacita<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> Anda. Bahkan dapat membuat Anda atau rekan kerja Anda <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">resign<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari kantor tersebut. Apakah pindah ke kantor lain memberikan jaminan bahwa Anda akan bebas dari konflik? Jika Anda tidak bertumbuh di area ini, kemanapun Anda pergi, Anda akan tetap menghadapi hal yang sama, hingga Anda \u201cnaik kelas.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika pembicaraan empat mata tidak membuahkan hasil, Anda dapat mengajak pihak ketiga yang netral untuk membantu menyelesaikan konflik Anda (Matius 18:16). Mungkin masalah yang sebenarnya jauh lebih dalam dari yang terlihat. Bagaimanapun cara menyelesaikannya, yang terpenting adalah Anda menyelesaikan konflik dengan cara yang baik dan benar.\u00a0<\/span><b><\/b><\/p>\n<h3><b>3. Cari Solusinya<\/b><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13210 aligncenter\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/konflik-3-ff-min.jpg\" alt=\"konflik-gereja-gkdi 3\" width=\"1000\" height=\"667\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/konflik-3-ff-min.jpg 1000w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/konflik-3-ff-min-300x200.jpg 300w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/konflik-3-ff-min-768x512.jpg 768w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/konflik-3-ff-min-696x464.jpg 696w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/konflik-3-ff-min-630x420.jpg 630w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mencapai rekonsiliasi, dan mengetahui titik masalah yang sebenarnya, langkah selanjutnya adalah mencari solusi atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">win-win solution, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yaitu membuat kesepakatan yang disetujui bersama. Dan juga, diskusikan, apa yang perlu dilakukan jika konflik yang sama terjadi lagi di kemudian hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa mencari solusi? Karena jika kita terus berfokus kepada masalahnya, terus saling menuduh, atau menyalahkan, konflik akan semakin membesar dan tidak berujung. Bukankah yang kita inginkan adalah hubungan yang lebih baik dengan sesama rekan kerja? Dan tentunya juga, serta adanya jalan tengah sehingga <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/suka-menunda-pekerjaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">pekerjaan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> masing-masing dapat kembali berjalan dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Paulus dan Barnabas juga pernah berselisih karena perbedaan pendapat (Kisah 15:35-40). Barnabas ingin membawa Yohanes atau yang disebut Markus di dalam pelayanan misi. Tapi, Paulus menolak. Ia tidak mau membawa orang yang sudah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau bekerja sama dengan mereka. Akhirnya mereka berpisah. Paulus memilih Silas. Sedangkan, Barnabas membawa Markus dalam pelayanan ke Siprus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Solusi yang diambil akhirnya adalah mereka berpisah dalam perjalanan misi. Namun, mereka masih tetap melayani Tuhan dengan partner dan rute perjalanan yang berda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/apa-yang-dimaksud-dengan-fokus-rohani\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fokus pada solusi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, bukan pada perdebatan, perbedaan, atau perselisihan yang ada. Cari jalan yang terbaik. Pada akhirnya, ini semua adalah tentang keberhasilan kolektif, bukan kemenangan individu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan berbagai alasan, konflik dan masalah tidak terelakkan di dalam lingkungan pekerjaan. Inilah mengapa kemampuan menyelesaikan konflik menjadi sangat penting. Jika Anda mampu menangani semua <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/putus-asa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">masalah<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan tepat, banyak manfaat yang bisa didapat. Hubungan dengan kolega menguat, sudut pandang segar dalam melihat masalah, kemampuan dalam berdiskusi dan menyelesaikan masalah juga lebih terasah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan takut dengan konflik. Tetapi, jangan jadi orang yang juga mencari-cari konflik dengan orang lain. Untuk dapat menyelesaikan konflik, kita butuh sikap <\/span><a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/rendah-diri-vs-rendah-hati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">rendah hati<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Salah satunya, rendah hati untuk mau mendengarkan orang lain. Kemudian, selesaikan dengan baik baik-baik dan cari solusinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! \u2013 Roma 12:18<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h5><b>&#8211;\u00a0<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Related Articles:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a class=\"waffle-rich-text-link\" data-sheets-formula-bar-text-link=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/diam\/\" data-sheets-formula-bar-text-style=\"font-size:13px;color:#1155cc;font-weight:normal;text-decoration:underline;font-family:'docs-Calibri';font-style:normal;text-decoration-skip-ink:none;\">Diam Tak Selalu Emas: Ketika Kita Enggan Selesaikan Konflik<\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a class=\"waffle-rich-text-link\" data-sheets-formula-bar-text-link=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/mood\/\" data-sheets-formula-bar-text-style=\"font-size:15px;color:#1155cc;font-weight:normal;text-decoration:underline;font-family:'docs-Calibri';font-style:normal;text-decoration-skip-ink:none;\">Tidak Mood Bekerja? Ini Solusinya<\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a class=\"waffle-rich-text-link\" data-sheets-formula-bar-text-link=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kepercayaan-2\/\" data-sheets-formula-bar-text-style=\"font-size:13px;color:#1155cc;font-weight:normal;text-decoration:underline;font-family:'docs-Calibri';font-style:normal;text-decoration-skip-ink:none;\">Sulit Dapat Kepercayaan di Dunia Kerja? Lakukan Dua Hal Ini<\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a class=\"waffle-rich-text-link\" data-sheets-formula-bar-text-link=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/suka-menunda-pekerjaan\/\" data-sheets-formula-bar-text-style=\"font-size:13px;color:#1155cc;font-weight:normal;text-decoration:underline;font-family:'docs-Calibri';font-style:normal;text-decoration-skip-ink:none;\">Suka Menunda Pekerjaan? Atasi dengan 4 Tips Ini!<\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a class=\"waffle-rich-text-link\" data-sheets-formula-bar-text-link=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/gambar\/\" data-sheets-formula-bar-text-style=\"font-size:15px;color:#4192d9;font-weight:normal;text-decoration:underline;font-family:'docs-Calibri';font-style:normal;text-decoration-skip-ink:none;\">Kerendahan Hati: Sudahkah Anda Sesuai Gambar Tuhan?<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<h5><b>&#8211;<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><div class=\"a-single a-11\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>Gereja <\/i><\/b><\/a> GKDI terdapat di<a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/#jemaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <b>41 kota<\/b><\/a> di Indonesia. <br\/>\r\nJika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut: <br\/><br\/>\r\n\r\n<iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/7s9g-oQWqM0\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe> <br\/><br\/>\r\n\r\n<strong>\r\n<input type=\"button\" style=\"  text-align: center; text-decoration: none; display: inline-block; width: 100%; height: 50px; background: orange;\r\n    margin-bottom: 16px;\" onclick=\"location.href='https:\/\/gkdi.org\/page\/biblestudy';\" value=\">> Click untuk mengikuti Bible Study <<\" \/>\r\n<\/strong>\r\n<br\/>\r\nDan, temukan lebih banyak content menarik &amp; menginspirasi melalui sosial media kami: \r\n<br\/>\r\nWebsite: <a href=\" https:\/\/link.gkdi.org\/web\"> https:\/\/link.gkdi.org\/web <br\/>\r\n<\/a>Facebook: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/facebook\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/facebook <br\/>\r\n<\/a>Instagram: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/instagram\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/instagram <br\/>\r\n<\/a>Blog: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/Blog <br\/>\r\n<\/a>Youtube: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/youtube\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/youtube <br\/>\r\n<\/a>TikTok: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok \" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok <br\/>\r\n<\/a>Twitter: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/twitter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/twitter <br\/>\r\n<\/a>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin <br\/>\r\n<\/a>Threads: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/threads\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/threads <br\/>\r\n<\/a>Whatsapp: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp <\/a> <br\/><br\/><\/div><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Jika Anda menemui konflik di dalam pekerjaan, itu adalah sebuah hal yang lumrah. Ini dikarenakan Anda dan rekan kerja datang dari berbagai latar belakang, seperti keluarga, pendidikan, pengalaman, status ekonomi, bahkan pencapaian. Semua perbedaan tersebut berpotensi menciptakan cara pandang yang beragam di lingkungan pekerjaan, apapun profesi Anda. Hasilnya, konflik pun tidak terelakkan. Konflik bisa muncul &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":18,"featured_media":13243,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_ef_editorial_meta_date_first-draft-date":"","_ef_editorial_meta_paragraph_assignment":"","_ef_editorial_meta_checkbox_needs-photo":"","_ef_editorial_meta_number_word-count":"","footnotes":""},"categories":[99,198,206,203,199],"tags":[],"class_list":["post-13207","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-devotionals","category-biblical-talk","category-community","category-lifestyle","category-relationship"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13207","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13207"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13207\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13243"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13207"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13207"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13207"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}