{"id":13824,"date":"2022-01-26T14:47:01","date_gmt":"2022-01-26T14:47:01","guid":{"rendered":"https:\/\/gkdi.org\/blog\/?p=13824"},"modified":"2023-06-23T08:43:11","modified_gmt":"2023-06-23T08:43:11","slug":"keselamatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/keselamatan\/","title":{"rendered":"3 Respon yang Benar terhadap Keselamatan"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/playlist?list=PLGsEXHP_PBeDvuqrnk7_qhza19p0sML1v\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10283 aligncenter\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/GKDI-playlist.png\" alt=\"Gereja gkdi lagu\" width=\"1200\" height=\"240\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/GKDI-playlist.png 1200w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/GKDI-playlist-300x60.png 300w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/GKDI-playlist-1024x205.png 1024w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/GKDI-playlist-768x154.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dahulu, cara pandang saya tentang keselamatan begitu sederhana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika kecil, saya sering menyaksikan drama Paskah di sekolah minggu, yang menyampaikan bahwa kematian Yesus memberi keselamatan. Dari situ, saya paham bahwa kematian Yesus memberi keselamatan bagi mereka yang percaya. Dan menarik kesimpulan, bahwa ketika saya menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat, saya sudah selamat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun ada masa juga ketika saya beranjak <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kristen-yang-dewasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">dewasa<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, saya kerap berpikir, \u201cKalau begitu, mudah sekali menjadi seorang <\/span><a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/iman-kristen-berjalan-di-atas-air-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kristen<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Yesus mati dengan penderitaan yang begitu hebat, sementara saya tak melakukan apa-apa dan cukup hanya percaya saja. Apakah benar demikian?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimanakah seharusnya respon yang benar terhadap keselamatan yang kita terima?<\/span><\/p>\n<h2><b>3 Cara Merespon Keselamatan dengan Benar<\/b><\/h2>\n<h3><b>1. Bersyukur melalui Tindakan<\/b><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13829 aligncenter\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-1-ff-min.jpg\" alt=\"keselamatan-gereja-gkdi 1\" width=\"1000\" height=\"667\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-1-ff-min.jpg 1000w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-1-ff-min-300x200.jpg 300w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-1-ff-min-768x512.jpg 768w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-1-ff-min-696x464.jpg 696w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-1-ff-min-630x420.jpg 630w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ditanya tentang keselamatan, banyak orang Kristen hari ini akan menjawab: saya bersyukur. Akan tetapi, tentu rasa <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/syukur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">syukur<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> saja tidak cukup. Ia harus berlanjut menjadi tindakan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">action<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah Anda pernah membaca tentang kisah kesepuluh orang kusta yang <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/minum-obat-vs-doa-kesembuhan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">disembuhkan<\/a> Yesus? Jika Anda lupa, atau ingin tahu secara detail, Anda bisa membaca di dalam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Lukas 17:11-19.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam ayat tersebut diceritakan bahwa suatu ketika, Yesus menyembuhkan sepuluh orang kusta di tengah perjalanan-Nya. Disinilah yang menarik, bahwa dari sepuluh orang tersebut, hanya ada satu yang kembali untuk <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/mengapa-apa-dan-bagaimana-bersyukur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berterima kasih<\/a> kepada Yesus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kesembilan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">orang kusta yang disembuhkan <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/yesus-bangkit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yesus<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak bersyukur? Saya percaya, mereka semua tentu bersyukur. Namun, sayangnya, kesembilan orang kusta itu sesaat lupa Siapa yang telah menyembuhkannya, sehingga tidak kembali kepada Yesus dan menyampaikan rasa terima kasihnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa jadi kesembilan orang tersebut terlalu larut dalam kegembiraannya. Mereka mungkin segera sibuk membuat rencana-rencana yang mereka ingin lakukan, seperti\u00a0 kembali ke <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/rumah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">keluarga<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan\u00a0 lingkungannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan satu orang kusta ini, begitu mendapati dirinya telah sembuh (Lukas 17:15-16), berlari mendapatkan Yesus dan memuliakan Allah dengan suara nyaring. Satu orang kusta yang adalah <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/orang-samaria\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">orang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Samaria<\/span><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">ini, tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya.<\/span><\/p>\n<h4><b>Adakah Kita Bersyukur?<\/b><\/h4>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13830 aligncenter\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-2-ff-min.jpg\" alt=\"keselamatan-gereja-gkdi 2\" width=\"1000\" height=\"667\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-2-ff-min.jpg 1000w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-2-ff-min-300x200.jpg 300w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-2-ff-min-768x512.jpg 768w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-2-ff-min-696x464.jpg 696w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-2-ff-min-630x420.jpg 630w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti mereka, kita adalah orang-orang yang <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/bertumbuh-dalam-rasa-sakit-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">sakit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> secara rohani. Ketika kita mengaku <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/benci-dosa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">dosa<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, bertobat, dan dibaptis, kita pun menerima kesembuhan. Namun, bagaimana cara kita merespon kesembuhan tersebut? Adakah kita mengingat Yesus dan memuliakan nama-Nya seperti satu orang kusta itu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa syukur itulah yang seharusnya <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/inspirasi-suami\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">memotivasi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> kita untuk memuliakan Tuhan. Namun, bagaimana caranya kita bersyukur atas kesembuhan yang Tuhan sudah berikan? Berikut adalah hal-hal yang dapat kita lakukan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/stres\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">berdoa<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> mengucap syukur atas pengampunan dan kesembuhan kita<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">menjadi <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teladan-sempurna-yesus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">teladan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam perbuatan dan perkataan kita (1 Timotius 4:12). Dengan demikian, orang lain bisa melihat Tuhan dalam hidup kita, karena kita berbeda.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">tidak lagi hidup di dalam dosa, melainkan hidup dalam <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kebenaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">kebenaran<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> (Roma 6:13). Atau, dengan kata lain, menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru (Efesus 4:24).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/benci-dosa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Meninggalkan dosa<\/a> dan hidup benar memang tidak mudah. Namun, rasa syukur karena keselamatan yang Tuhan anugerahkan akan memberi Anda kekuatan untuk meninggalkan manusia lama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, yang dulunya suka mencuri, menjadi seorang yang suka memberi (Efesus 4:28). Yang dulunya biasa mengucapkan kata-kata kotor, menjadi seorang yang suka <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/perkataan-yang-dibumbui-garam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menyemangati<\/a> orang lain (Efesus 4:29). Kita yang dahulunya gampang terpancing emosi menjadi penyabar, pengampun, dan tidak menaruh dendam (Efesus 4:32)<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>\u00a02<\/strong>. <\/span><b>Tidak Menyia-nyiakan Anugerah Keselamatan dari Allah<\/b><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13827 aligncenter\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-3-ff-min.jpg\" alt=\"keselamatan-gereja-gkdi 3\" width=\"1000\" height=\"667\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-3-ff-min.jpg 1000w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-3-ff-min-300x200.jpg 300w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-3-ff-min-768x512.jpg 768w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-3-ff-min-696x464.jpg 696w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-3-ff-min-630x420.jpg 630w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keselamatan adalah anugerah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) terbesar Allah kepada manusia. Siapa yang tidak <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/berempati-kepada-istri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">bahagia<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, jika semua dosa dan pelanggarannya diampuni? Akan tetapi, jika kita tidak hati-hati, cara kita memandang keselamatan bisa berubah. Keselamatan yang adalah hadiah yang mahal, bisa menjadi sesuatu yang biasa saja. Bahkan, tidak <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/sukses\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">berharga<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> lagi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Saudara-saudara memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan di dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Galatia 5:13\u00a0\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa sadar, sebagai orang Kristen kita bisa menyepelekan keselamatan yang Tuhan berikan. Bagaimana caranya? Dengan terus bermain-main dengan dosa dan berpikir, \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Toh <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Tuhan maha pengampun. Tuhan telah menebus dosa saya. Jika saya berdosa, saya hanya perlu minta ampun kembali kepada Tuhan. Tuhan akan ampuni dan sucikan lagi. Selesai.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena Tuhan Yesus sudah menebus dosa-dosa kita, kita bisa mengulangi dosa tersebut, nanti pasti diampuni. Benar begitu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu tidak. Seorang novelis terkenal dari Brazil,\u00a0 Paulo Coelho, mengatakan demikian :<\/span><\/p>\n<p><b><i>Sebuah kesalahan yang dilakukan lebih dari sekali adalah sebuah keputusan.\u00a0<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengulang sebuah kesalahan lagi dan lagi akan menjadi keputusan, sebuah keyakinan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu bukan itu rencana Allah. Jika demikian cara pikir kita, ada yang keliru dengan <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/mengeluh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">sikap hati<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013 <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Galatia 6:7\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/memaknai-kemerdekaan-sudahkah-anda-merdeka-secara-rohani\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemerdekaan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> kita dari dosa hendaknya tidak menjadi kesempatan untuk main-main dengan dosa. Memang, Tuhan maha pengasih, pengampun, dan penuh <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kasih-karunia-atau-iman-kepada-allah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">kasih karunia<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, tetapi ingat bahwa kelak kita akan menabur apa yang kita tuai. Marilah kita gunakan keselamatan untuk hidup lebih baik, untuk kemuliaan Tuhan, bukan untuk keuntungan kita sendiri.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Mengerjakan Keselamatan dengan Giat<\/b><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13828 aligncenter\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-4-ff-min.jpg\" alt=\"keselamatan-gereja-gkdi 4\" width=\"1000\" height=\"667\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-4-ff-min.jpg 1000w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-4-ff-min-300x200.jpg 300w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-4-ff-min-768x512.jpg 768w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-4-ff-min-696x464.jpg 696w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/keselamatan-4-ff-min-630x420.jpg 630w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, bagaimana seharusnya kita menggunakan keselamatan tersebut? Mari kita lihat Paulus. Setelah memperoleh keselamatan, Paulus tidak berdiam diri. Dalam 1 Korintus 15:10, demikian perkataannya,<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikianlah kita seharusnya dalam memandang keselamatan. Bukan kesempatan untuk berdiam diri, apalagi <a href=\"http:\/\/Berantas Rasa Malas Hingga Tuntas!\" data-wplink-url-error=\"true\">bermalas-malasan<\/a>. Justru waktu dan kesempatan yang ada, kita pakai untuk lebih giat lagi memberi dan memuliakan Allah selagi kita masih hidup.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.\u201d <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013 <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Filipi 2:12-13<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa syukur yang berpadu dengan keinginan kita memuliakan Allah akan mendorong kita dalam mengerjakan keselamatan itu. Apalagi dengan Allah yang bekerja di dalam kita, tentulah kita yakin semua usaha kita kelak akan berbuah <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/tekun-berbuah-manis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">manis<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana melakukannya? Kita dapat membaca <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/firman-tuhan-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">firman Tuhan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan lebih dalam, <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kudus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">hidup kudus<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, dan juga memperkenalkan Tuhan kepada orang-orang di sekitar kita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu besar anugerah dan kasih karunia Allah bagi kita. Begitu agung keselamatan yang ia berikan. Pertanyaannya hari ini, bagaimana kita merespon keselamatan tersebut? Sudahkah kita melakukan sesuatu sebagai respon dan ucapan syukur?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah saatnya bagi kita untuk terus teguh mengerjakan keselamatan. Ayo terus berusaha, terus memberi <\/span><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/9-buah-favorit-tuhan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">buah<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, terus berjuang hingga Tuhan memanggil kita kembali. Semangat!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Referensi:<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">www.goodreads.com\/quotes\/1460902-and-a-mistake-repeated-more-than-once-is-a-decision<\/span><\/p>\n<h5><b>&#8211;\u00a0<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Related Articles:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/yesus-bangkit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yesus Bangkit: Apa Maknanya bagi Kebangkitan Kita?<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kebiasaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Miliki 2 Kebiasaan Ini agar Hidup Anda Memuliakan Tuhan<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/bahasa-kasih-tuhan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bahasa Kasih Tuhan<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/mengapa-apa-dan-bagaimana-bersyukur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa, Apa, dan Bagaimana Bersyukur?<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/terima-kasih-tak-semudah-kelihatannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Mengucap Terima Kasih Tak Semudah Kelihatannya<\/span><\/a><\/li>\n<\/ul>\n<h5><b>&#8211;<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><div class=\"a-single a-11\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>Gereja <\/i><\/b><\/a> GKDI terdapat di<a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/#jemaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <b>41 kota<\/b><\/a> di Indonesia. <br\/>\r\nJika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut: <br\/><br\/>\r\n\r\n<iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/7s9g-oQWqM0\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe> <br\/><br\/>\r\n\r\n<strong>\r\n<input type=\"button\" style=\"  text-align: center; text-decoration: none; display: inline-block; width: 100%; height: 50px; background: orange;\r\n    margin-bottom: 16px;\" onclick=\"location.href='https:\/\/gkdi.org\/page\/biblestudy';\" value=\">> Click untuk mengikuti Bible Study <<\" \/>\r\n<\/strong>\r\n<br\/>\r\nDan, temukan lebih banyak content menarik &amp; menginspirasi melalui sosial media kami: \r\n<br\/>\r\nWebsite: <a href=\" https:\/\/link.gkdi.org\/web\"> https:\/\/link.gkdi.org\/web <br\/>\r\n<\/a>Facebook: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/facebook\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/facebook <br\/>\r\n<\/a>Instagram: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/instagram\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/instagram <br\/>\r\n<\/a>Blog: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/Blog <br\/>\r\n<\/a>Youtube: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/youtube\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/youtube <br\/>\r\n<\/a>TikTok: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok \" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok <br\/>\r\n<\/a>Twitter: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/twitter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/twitter <br\/>\r\n<\/a>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin <br\/>\r\n<\/a>Threads: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/threads\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/threads <br\/>\r\n<\/a>Whatsapp: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp <\/a> <br\/><br\/><\/div><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Dahulu, cara pandang saya tentang keselamatan begitu sederhana. Ketika kecil, saya sering menyaksikan drama Paskah di sekolah minggu, yang menyampaikan bahwa kematian Yesus memberi keselamatan. Dari situ, saya paham bahwa kematian Yesus memberi keselamatan bagi mereka yang percaya. Dan menarik kesimpulan, bahwa ketika saya menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat, saya sudah selamat. Namun &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":18,"featured_media":13837,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_ef_editorial_meta_date_first-draft-date":"","_ef_editorial_meta_paragraph_assignment":"","_ef_editorial_meta_checkbox_needs-photo":"","_ef_editorial_meta_number_word-count":"","footnotes":""},"categories":[99,198,203,204],"tags":[],"class_list":["post-13824","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-devotionals","category-biblical-talk","category-lifestyle","category-spiritual-life"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13824","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13824"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13824\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16988,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13824\/revisions\/16988"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13837"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13824"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13824"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13824"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}