{"id":1411,"date":"2017-08-02T12:35:24","date_gmt":"2017-08-02T12:35:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/?p=1411"},"modified":"2025-07-16T02:23:03","modified_gmt":"2025-07-16T02:23:03","slug":"tuhan-akan-membuat-kasih-kita-menjadi-cukup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/tuhan-akan-membuat-kasih-kita-menjadi-cukup\/","title":{"rendered":"Tuhan akan Membuat Kasih Kita Menjadi Cukup"},"content":{"rendered":"<p>Kitab <a href=\"http:\/\/www.sabda.org\/sabdaweb\/bible\/chapter\/?b=43&amp;c=21\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Yohanes 21<\/a> menggambarkan situasi dimana Yesus telah mati. Enam orang nelayan\u00a0pergi memancing. Apakah Anda melihat mereka di luar sana, bekerja sepanjang malam, dengan lampu menyala dan kedua kapal menebarkan\u00a0jala-jala mereka, dan tarikan demi tarikan jala\u00a0&#8211; tidak ada apapun juga? Tidak ada satu pun ikan untuk dijual atau dimasak untuk sarapan mereka sendiri! Miskinnya tangkapan ikan\u00a0malam itu merupakan\u00a0cerminan jiwa mereka. Mereka tidak punya apa-apa. Mereka tidak bisa menangkap apapun. Bahkan mereka tidak bisa menangkap ikan kecil sekalipun. Apapun keterampilan yang mereka pernah punya,\u00a0tidaklah cukup. Lalu, mereka teringat satu malam seperti\u00a0saat ini terjadi &#8211; tiga tahun yang lalu, saat semuanya dimulai. Mereka semua memikirkannya, tapi tidak ada yang berbicara. Apa gunanya?<\/p>\n<p>Tepat sebelum istirahat pagi, sebelum mereka menyerah, seorang pria memanggil mereka dari pantai (Siapa itu? Mungkinkah?) Ragu-ragu, mereka melakukan apa yang dia katakan (Tebarkan jala disisi yang lain?), kemudian\u00a0dalam satu saat yang sepertinya sulit dipercaya,\u00a0jaring mereka penuh dengan ikan terbesar yang pernah mereka lihat. Tidakkah mereka ingat\u00a0pola ini &#8211; dimana seorang pria berbicara lalu dari ketiadaan, kemustahilan serta kegagalan muncul sebuah\u00a0kelimpahan yang tak berujung? Petrus melihatNya dengan jelas sekarang. Dia melempar bajunya dan melompat ke laut. Kali ini dia mendobrak ke arah Tuhan daripada memintaNya untuk pergi.<\/p>\n<p>Beberapa saat berselang dan semua pria di sekitar api sekarang. Api\u00a0berderak dengan kehangatan yang nyaman di pasir. Makanannya hampir habis. Lalu, api mengendap. Asap mengikuti angin dan melayang di atas satu orang, lalu yang lainnya lagi. Kemudian Yesus berbicara, &#8220;Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?&#8221;<\/p>\n<p>Petrus kaget. Yesus, yang duduk di sisi lain bara api, menatap lurus ke arahnya. WajahNya tampak tenang\u00a0dan baik. Simon Petrus melihat sekeliling untuk melihat apa maksud Yesus. Dia melihat ke laut, perahu, teman baiknya, ikan di pasir yang menunggu untuk dijual. Dia berkedip, linglung. Petrus tahu yang sebenarnya sekarang. Semua ini bukan miliknya. Semua ini tidak bisa memberinya makan. Lalu, dia melihat ke arah Yesus. &#8220;Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihimu.&#8221; Petrus tergagap. Ini adalah pertama kalinya dia berbicara dengan Sang Guru sejak malam itu. Dia menarik napas\u00a0lega.<\/p>\n<p>Yesus berkedip, tersenyum kepadanya, memiringkan kepalanya, dan bertanya lagi, &#8220;Apakah engkau\u00a0mengasihi Aku?&#8221;<\/p>\n<p>Petrus membeku. Yesus tidak bertanya, &#8220;Maukah kau berpaling dariKu lagi? Apakah kau\u00a0akan membuat kesalahan lagi?&#8221; Pertanyaannya adalah untuk kita\u00a0juga, karena kita semua\u00a0pernah berada di saat-saat yang sama seperti Petrus.<\/p>\n<p>Apakah engkau mengasihiKu? Yesus mengajukan pertanyaan yang Ia sendiri sudah tahu jawabannya. Dia tahu pikiran dan isi hati Petrus.\u00a0Tapi Petrus, yang sudah tidak percaya diri, tidak sadar akan hal itu sampai hal itu dia diledakkan dari dirinya.<\/p>\n<p>&#8220;Tuhan, Engkau\u00a0tahu bahwa aku mengasihiMu!&#8221; Dengan mengatakannya, Petrus tahu bahwa dia sangat mengasihi Mesias yang sekarang bangkit ini, bahkan Petrus rela\u00a0mati untukNya. Dan dia akan melakukannya. Simon akan mati untuk nama itu dan hanya demi Yesus dalam beberapa tahun kemudian. Kamudian, Yesus mengatakan kepadanya bagaimana dia akan mati dalam beberapa kata lagi. Tapi sekarang, untuk yang terakhir kalinya, satu-satunya pertanyaan yang penting:<\/p>\n<p>&#8220;Simon, anak Yohanes, apakah Engkau\u00a0mengasihi Aku?&#8221; tanya Yesus pelan, dengan suara rendah, dengan tatapan tak tergoyahkan.<\/p>\n<p>Petrus mengernyit. Mengapa Yesus tidak mempercayainya? &#8220;Ya, Tuhan, Engkau\u00a0tahu bahwa aku mengasihiMu!&#8221; dia hampir berteriak kali ini. Dan saat Petrus\u00a0berbicara, akhirnya dia mendengarnya. \u00a0Tiga pertanyaan. Tiga jawaban. Apa itu mungkin? Mungkinkah setiap penyangkalannya sekarang dimaafkan, ditutupi oleh kasih? Oleh kasih Yesus untuknya. Dan yang lebih luar biasa, kasih\u00a0Petrus\u00a0kepada Yesus &#8211; kasihnya\u00a0yang begitu kecil dan terbatas? Sudah cukup bagi Sang Mesias?<\/p>\n<p>Petrus tidak akan pernah melupakan pertukaran ini. Dia akan terus menulis kepada gereja mula-mula, dan kepada semua orang percaya: &#8220;<em>Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh<sup>\u00a0<\/sup>seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.&#8221; <\/em>(1 Petrus 4 :8).<em>\u00a0<\/em><\/p>\n<h4><strong>Kasih Kita Menjadi Cukup<\/strong><\/h4>\n<p>Inilah kabar baiknya, dengan kata-kata ini di seputar api ini. Petrus dimaafkan karena ketidaksetiaannya, keegoisannya, ketakutannya. Demikian pula dengan\u00a0kita\u00a0yang juga pernah melarikan diri dari Yesus\u00a0yang merupakan kehidupan kita. Lalu, kebenaran berikutnya diungkapkan ketika Dia berkata, &#8220;Ikutlah\u00a0Aku&#8221; itu juga berarti Dia akan mengejar kita. Kita tidak punya apa-apa untuk ditawarkan padaNya. Kita tersandung, kita jatuh, kita berlari ke arah lain, dan tetap saja Dia mengejar\u00a0kita. Dia menginginkan kita. Dia mencintai kita. Ya, Dia tidak akan membiarkan kita pergi.<\/p>\n<p>Tapi Yesus belum selesai. Ini bukan hanya tentang kita. Setiap pernyataan tentang kasih Petrus dipenuhi dengan tuntutan: beri makan domba-dombaKu, rawatlah domba-dombaKu, gembalakanlah domba-dombaKu.<\/p>\n<p>Jadi, kasih Petrus sudah cukup. Kasih Petrus sekarang punya sesuatu untuk dibagikan kepada dunia.\u00a0Seperti halnya kita sudah diberi\u00a0makan, kita sudah diampuni, marilah kita memberi makan kepada orang lain. Orang lain dimana? Dimana-mana. Pada akhirnya,\u00a0Yesus memerintahkan, &#8220;Pergilah ke seluruh dunia.&#8221;<\/p>\n<p>Benarkah ini? Kita mungkin\u00a0ingin memprotes dan mengatakan\u00a0kembali kepada Yesus, &#8220;Tahukah Engkau\u00a0betapa lemahnya kami, betapa meragukannya\u00a0iman kami, betapa terbatasnya\u00a0kasih yang kami punya? Apakah Engkau\u00a0benar-benar mempercayai kami? Bagaimana kami\u00a0bisa melakukan ini?&#8221;, dan kita\u00a0tahu jawabannya sudah diberikan. Melalui dua ikan, lewat anggur di pesta pernikahan, melalui roti di lereng bukit itu, dan dengan begitu banyak cara lainnya. Dia adalah Tuhan yang mengambil apapun yang kita bawa kepadanya &#8211; kemiskinan kita, iman kecil kita, dua ikan kecil kita, kasih\u00a0manusiawi kita yang terbatas &#8211; dan melipatgandakannya dengan luar biasa. Tuhan akan membuat kasih\u00a0kita menjadi cukup.<\/p>\n<p>Sebuah kutipan dari Leslie Leyland Fields, <em>\u00a0<strong>Crossing the Waters: Following Jesus through the Storms, the Fish, the Doubt and the Seas.<\/strong><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><div class=\"a-single a-11\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>Gereja <\/i><\/b><\/a> GKDI terdapat di<a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/#jemaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <b>41 kota<\/b><\/a> di Indonesia. <br\/>\r\nJika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut: <br\/><br\/>\r\n\r\n<iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/7s9g-oQWqM0\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe> <br\/><br\/>\r\n\r\n<strong>\r\n<input type=\"button\" style=\"  text-align: center; text-decoration: none; display: inline-block; width: 100%; height: 50px; background: orange;\r\n    margin-bottom: 16px;\" onclick=\"location.href='https:\/\/gkdi.org\/page\/biblestudy';\" value=\">> Click untuk mengikuti Bible Study <<\" \/>\r\n<\/strong>\r\n<br\/>\r\nDan, temukan lebih banyak content menarik &amp; menginspirasi melalui sosial media kami: \r\n<br\/>\r\nWebsite: <a href=\" https:\/\/link.gkdi.org\/web\"> https:\/\/link.gkdi.org\/web <br\/>\r\n<\/a>Facebook: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/facebook\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/facebook <br\/>\r\n<\/a>Instagram: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/instagram\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/instagram <br\/>\r\n<\/a>Blog: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/Blog <br\/>\r\n<\/a>Youtube: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/youtube\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/youtube <br\/>\r\n<\/a>TikTok: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok \" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok <br\/>\r\n<\/a>Twitter: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/twitter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/twitter <br\/>\r\n<\/a>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin <br\/>\r\n<\/a>Threads: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/threads\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/threads <br\/>\r\n<\/a>Whatsapp: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp <\/a> <br\/><br\/><\/div><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Kitab Yohanes 21 menggambarkan situasi dimana Yesus telah mati. Enam orang nelayan\u00a0pergi memancing. Apakah Anda melihat mereka di luar sana, bekerja sepanjang malam, dengan lampu menyala dan kedua kapal menebarkan\u00a0jala-jala mereka, dan tarikan demi tarikan jala\u00a0&#8211; tidak ada apapun juga? Tidak ada satu pun ikan untuk dijual atau dimasak untuk sarapan mereka sendiri! Miskinnya tangkapan &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":8,"featured_media":1418,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_ef_editorial_meta_date_first-draft-date":"","_ef_editorial_meta_paragraph_assignment":"","_ef_editorial_meta_checkbox_needs-photo":"","_ef_editorial_meta_number_word-count":"","footnotes":""},"categories":[99,198,212,200,204],"tags":[],"class_list":["post-1411","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-devotionals","category-biblical-talk","category-heart-and-feeling","category-self-development","category-spiritual-life"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1411","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1411"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1411\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27042,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1411\/revisions\/27042"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1418"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1411"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1411"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1411"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}