{"id":15217,"date":"2022-07-13T09:57:20","date_gmt":"2022-07-13T09:57:20","guid":{"rendered":"https:\/\/gkdi.org\/blog\/?p=15217"},"modified":"2022-07-14T07:47:38","modified_gmt":"2022-07-14T07:47:38","slug":"rendah-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/rendah-hati\/","title":{"rendered":"Rendah Hati, Bukan cuma Tidak Sombong &#8211; Gereja GKDI"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><div class=\"a-single a-4\"><a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/RTRK\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/rumah-tuhan-rumah-kita-gkdi.jpg\" \/><\/a><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah bertemu dengan orang rendah hati? Senang rasanya punya <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">teman<\/a> seperti itu. Tidak mudah <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/marah-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">marah<\/a>, murah senyum, dan tidak <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/egois\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">egois<\/a> adalah ciri-cirinya. Bahkan, raut wajah mereka tampak berbeda. Seolah ada kedamaian dan ketulusan yang terpancar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai muncul pertanyaan di dalam hati saya. Apakah rendah hati hanya sampai di situ? Cukupkah hanya menjadi tidak <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/sombong-rohani-dan-benar-di-mata-tuhan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sombong <\/a>dan egois? Atau masih jauh lebih dalam lagi?<\/span><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-15220\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/rsz_closeup-two-young-lovers-holding-hands-table-min_1.jpg\" alt=\"rendah hati\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/rsz_closeup-two-young-lovers-holding-hands-table-min_1.jpg 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/rsz_closeup-two-young-lovers-holding-hands-table-min_1-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<h1><strong>Apakah Saya Rendah Hati?<\/strong><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut KBBI, rendah <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/hati-seperti-apa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hati<\/a> adalah <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/2-sikap-salah-paham\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sikap<\/a> tidak sombong dan tidak angkuh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang yang tidak sombong atau angkuh suka menyapa dan menghormati orang lain. Tidak mementingkan diri <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/yesus-ingin-kita-menjadi-diri-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sendiri<\/a>, bersikap merendah, tanpa keinginan untuk lebih hebat dari sesamanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelumnya, saya merasa memiliki sikap-sikap tersebut. Jika demikian halnya, saya termasuk orang yang rendah hati, tetapi benarkah demikian? Suatu pengalaman akhirnya mengajarkan saya tentang rendah hati yang sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini ceritanya. Saya bekerja membantu usaha toko kakak perempuan saya. Sudah bertahun-tahun kami bekerja sama, jadi <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/3hal-merusak-hubungan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hubungan<\/a> kami cukup erat. Pada suatu hari, terjadi kesalahpahaman antara kami berdua. Saya merasa tidak senang, dan pikiran negatif pun muncul. Akibatnya, hubungan kerja kami pun memburuk. Saya sempat berpikir untuk tidak membantunya lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, di saat itulah saya merasa hati saya tidak beres. Saya memelihara rasa jengkel terhadap sang kakak. Meski saya tetap bekerja, rasa jengkel itu terus mengikuti. Kejengkelan itu saya biarkan dan tak mau berubah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di situlah saya tersadar. Sikap saya yang jengkel dan tidak mau mengampuni membuat saya tidak rendah hati. Menjadi rendah hati bukan hanya tidak sombong atau merendahkan orang lain, tetapi juga <\/span><b>mau mengakui kesalahan dan berubah.<\/b><\/p>\n<h2><strong>Rendah Hati dalam 3 Langkah<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Butuh <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/gunakan-waktu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">waktu<\/a> bagi saya untuk menyadari hal ini. Memang tidak mudah, tetapi akhirnya saya tinggalkan kekerasan hati saya dan bertobat. Hasilnya, saya pun mampu untuk membantu kakak saya dengan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/resep-rahasia-sukacita-sejati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sukacita<\/a>, tanpa dengki dan jengkel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana saya bisa berubah? Menyadari tiga hal berikut membantu saya untuk rendah hati.<\/span><\/p>\n<h3><strong>1. Tidak Merasa Diri Lebih Tinggi<\/strong><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-15219\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/rsz_15236-min_1.jpg\" alt=\"rendah hati\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/rsz_15236-min_1.jpg 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/rsz_15236-min_1-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai manusia, kadang kita merasa lebih hebat daripada orang lain. Kita merasa lebih tahu, lebih bijak, lebih segala-galanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, Tuhan Yesus menunjukkan sikap yang berbeda. Dia adalah Tuhan empunya segala-galanya. Namun, Dia rela mengosongkan status kekuasaan-Nya, dan membiarkan diri dihina dan disalibkan. Semua dilakukan-Nya demi mengasihi kita semua.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang berbeda justru ditunjukkan oleh <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/saya-percaya-tuhan-yesus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tuhan<\/a> kita, Yesus Kristus. Meski Ia adalah Tuhan pencipta dan pemilik segalanya, Ia malah merendahkan diri, melepaskan kekuasaan-Nya, dan rela dihina dan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/salib-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">disalibkan<\/a>. Jika Tuhan kita saja rela untuk rendah hati, mengapa kita sebagai manusia tidak?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Filipi 2:6-7<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika kita mengikuti teladan Yesus, kita mampu untuk mengakui kesalahan dan kekurangan. Ujungnya, kita pun akan mudah untuk menjadi pribadi yang lebih baik.<\/span><\/p>\n<h3><strong>2. Tidak Keras Hati dan Segera Berubah<\/strong><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-15221\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/rsz_1charming-positive-european-woman-presses-hands-chest-expresses-gratitude-gift-appreciates-help-wears-round-glasses-white-shirt-min.jpg\" alt=\"rendah hati\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/rsz_1charming-positive-european-woman-presses-hands-chest-expresses-gratitude-gift-appreciates-help-wears-round-glasses-white-shirt-min.jpg 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/rsz_1charming-positive-european-woman-presses-hands-chest-expresses-gratitude-gift-appreciates-help-wears-round-glasses-white-shirt-min-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkadang, kita sulit menyadari ketika berbuat <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kesalahan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">salah<\/a>. Atau, kita menyadari perbuatan itu tidak baik, namun sulit untuk berubah. Saya dahulu memang seperti itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kembali ke permasalahan saya dengan kakak. Ketika saya bertengkar dengannya, sulit rasanya untuk berubah. Rasanya saya ingin agar dia tahu apa rasanya <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/bertumbuh-dalam-rasa-sakit-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">disakiti<\/a>. Namun, setelah sedikit merenung, saya menyadari tak ada gunanya bersikap seperti ini. Perlahan, saya mencoba berubah dan bersikap <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kebenaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">benar<\/a>. Kesadaran itulah yang akhirnya menuntun saya untuk bertobat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Amsal 28:14\u00a0 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan Tuhan, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mampu dan mau berubah sesegera mungkin akan menghindarkan kita dari banyak <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/masalah-finansial-keluarga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">masalah<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah yang Tuhan kehendaki. Caranya, kita perlu melihat dan bercermin apakah pilihan sikap kita benar di hadapan Allah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><strong>3. Selesaikan Masalah <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/memaafkan-secepatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Secepatnya<\/a><\/strong><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-15222\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/rsz_1vecteezy_piece-of-jigsaw-puzzle-flat-lay-directly-above-copy-space_7967691_433-min.jpg\" alt=\"rendah hati\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/rsz_1vecteezy_piece-of-jigsaw-puzzle-flat-lay-directly-above-copy-space_7967691_433-min.jpg 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/rsz_1vecteezy_piece-of-jigsaw-puzzle-flat-lay-directly-above-copy-space_7967691_433-min-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendendam dan memendam masalah adalah tanda tidak rendah hati. Ini mencerminkan ketidakmampuan untuk <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/berani-katakan-tidak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengampuni<\/a>, dan membiarkan dendam menguasai diri kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa kata Alkitab tentang hal ini?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Matius 5:23-24, Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di atas mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari ayat di atas, kita belajar untuk segera menyelesaikan masalah. Mengapa? Kita belajar untuk <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/memaafkan-secepatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengampuni<\/a>, dan mengampuni butuh kerendahan hati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ada masalah personal dengan seseorang, pastikan hati anda tetap benar. Jangan menjadi negatif dan menghakimi orang tersebut. Ajak orang itu bicara empat mata, lalu sampaikan apa yang Anda rasakan dengan penuh kasih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memastikan keadaan hati yang benar adalah langkah tepat untuk memiliki sikap rendah hati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi rendah hati memang bukan hal yang mudah. Diperlukan penyangkalan diri dan mau mendengar nasihat orang lain. Rendah hati sesungguhnya adalah sikap menyadari kesalahan, mau melihat kehendak Tuhan, dan segera berubah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya percaya setiap kita bisa menjadi pribadi yang rendah hati. Kita akan menjadi pribadi yang menghargai orang lain. Kita akan berbahagia melakukan pekerjaan dan tanggung jawab. Mengapa? Karena kita melakukan semua itu untuk menyenangkan dan memuliakan Tuhan kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Related Articles:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a class=\"waffle-rich-text-link\" href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/memaafkan-secepatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Alasan Kenapa Kamu Harus Memaafkan Secepatnya<\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a class=\"waffle-rich-text-link\" href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/rendah-diri-vs-rendah-hati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rendah Diri vs Rendah Hati: Bagaimana Melihat Batasannya?<\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a class=\"waffle-rich-text-link\" href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/sombong-rohani-dan-benar-di-mata-tuhan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Batas Tipis Antara Sombong Rohani dan Benar di Mata Tuhan<\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a class=\"waffle-rich-text-link\" href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/hati-seperti-apa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hati Seperti Apa yang Tuhan Inginkan?<\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a class=\"waffle-rich-text-link\" href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/dua-bahaya-hati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kepahitan dan Kelicikan: Dua Bahaya yang Mengintai Hati<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><div class=\"a-single a-11\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>Gereja <\/i><\/b><\/a> GKDI terdapat di<a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/#jemaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <b>41 kota<\/b><\/a> di Indonesia. <br\/>\r\nJika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut: <br\/><br\/>\r\n\r\n<iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/7s9g-oQWqM0\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe> <br\/><br\/>\r\n\r\n<strong>\r\n<input type=\"button\" style=\"  text-align: center; text-decoration: none; display: inline-block; width: 100%; height: 50px; background: orange;\r\n    margin-bottom: 16px;\" onclick=\"location.href='https:\/\/gkdi.org\/page\/biblestudy';\" value=\">> Click untuk mengikuti Bible Study <<\" \/>\r\n<\/strong>\r\n<br\/>\r\nDan, temukan lebih banyak content menarik &amp; menginspirasi melalui sosial media kami: \r\n<br\/>\r\nWebsite: <a href=\" https:\/\/link.gkdi.org\/web\"> https:\/\/link.gkdi.org\/web <br\/>\r\n<\/a>Facebook: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/facebook\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/facebook <br\/>\r\n<\/a>Instagram: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/instagram\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/instagram <br\/>\r\n<\/a>Blog: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/Blog <br\/>\r\n<\/a>Youtube: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/youtube\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/youtube <br\/>\r\n<\/a>TikTok: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok \" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok <br\/>\r\n<\/a>Twitter: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/twitter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/twitter <br\/>\r\n<\/a>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin <br\/>\r\n<\/a>Threads: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/threads\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/threads <br\/>\r\n<\/a>Whatsapp: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp <\/a> <br\/><br\/><\/div><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Pernah bertemu dengan orang rendah hati? Senang rasanya punya teman seperti itu. Tidak mudah marah, murah senyum, dan tidak egois adalah ciri-cirinya. Bahkan, raut wajah mereka tampak berbeda. Seolah ada kedamaian dan ketulusan yang terpancar.\u00a0 Sampai muncul pertanyaan di dalam hati saya. Apakah rendah hati hanya sampai di situ? Cukupkah hanya menjadi tidak sombong dan &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":19,"featured_media":15223,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_ef_editorial_meta_date_first-draft-date":"","_ef_editorial_meta_paragraph_assignment":"","_ef_editorial_meta_checkbox_needs-photo":"","_ef_editorial_meta_number_word-count":"","footnotes":""},"categories":[99,202,198,200,204],"tags":[],"class_list":["post-15217","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-devotionals","category-bible-and-character","category-biblical-talk","category-self-development","category-spiritual-life"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15217","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15217"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15217\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15230,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15217\/revisions\/15230"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15223"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15217"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15217"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15217"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}