{"id":17742,"date":"2023-08-16T10:04:31","date_gmt":"2023-08-16T10:04:31","guid":{"rendered":"https:\/\/gkdi.org\/blog\/?p=17742"},"modified":"2023-08-18T10:33:30","modified_gmt":"2023-08-18T10:33:30","slug":"racun-bagi-iman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/racun-bagi-iman\/","title":{"rendered":"Waspada! 3 Racun ini Berbahaya bagi Iman Anda"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut KBBI, racun adalah zat yang dapat menyebabkan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/sakit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sakit <\/a>atau mati jika memasuki <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/merawat-tubuh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tubuh<\/a>. Itulah kenapa kita menghindari zat-zat yang bersifat racun, atau toksik, dalam hidup kita. Nah, sadarkah kita bahwa ada juga hal-hal yang dapat meracuni <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/perasaan-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">iman<\/a> kita?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Boleh jadi, tanpa sadar, kita membiarkan hal-hal tertentu \u2018menyakiti\u2019 <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/iman-yang-anda-miliki\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">iman<\/a> kita kepada Allah. Berikut 3 di antaranya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-4\"><a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/RTRK\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/rumah-tuhan-rumah-kita-gkdi.jpg\" \/><\/a><\/div><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Racun 1: Hikmat Dunia<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/racun-gereja-gkdi-1.jpg\" alt=\"racun - gereja gkdi - 1\" class=\"wp-image-17746\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/racun-gereja-gkdi-1.jpg 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/racun-gereja-gkdi-1-570x321.jpg 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/racun-gereja-gkdi-1-463x261.jpg 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/hikmat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hikmat <\/a>dunia sering terdengar menggoda. Pemikiran dunia bisa terdengar <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/perasaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">logis<\/a>, cocok dengan pemikiran kita, namun bertentangan dengan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/membaca\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">firman Tuhan<\/a>. Rasul Paulus di 1 Korintus 3:19 berkata, <em>\u201cKarena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: \u201dIa yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya.\u201d <\/em>Ketika kita lebih suka hikmat dunia dibandingkan hikmat Allah, <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teman-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">iman kita pun goyah<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alasannya? Karena hikmat dunia tidak berdasar kebenaran <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/ketekunan-alkitab-ezra\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alkitab<\/a>. Sebagus apapun kedengarannya, hikmat dunia dan hikmat Allah jauh berbeda. Hikmat dunia bisa mengarahkan kita untuk ragu-ragu, dan secara perlahan hati kita menjauh dari kebenaran itu sendiri. Keragu-raguan bisa mengarahkan kita untuk lebih memahami Tuhan, jika hati kita masih mencari Dia. Akan tetapi, ketika <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/hati-yang-bersih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hati <\/a>kita tidak berpaut kepada Tuhan, <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/3hal-merusak-hubungan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hubungan <\/a>kita dengan Allah bisa terputus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Solusinya: <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/janji\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berpegang pada firman Allah<\/a>. Jadikan hikmat Allah sebagai landasan dalam membangun hidup. Juga, dengan bertumbuh ke arah <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/bangkit-kembali\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kristus<\/a>, \u201c<em>yang adalah kepala<\/em> (Efesus 4:15).\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-15\"><iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/EjfzKHoEkso?autoplay=1&mute=1&loop=1&playlist=EjfzKHoEkso\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe><\/div><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Racun 2: Keinginan dan Hawa Nafsu&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/racun-gereja-gkdi-2.jpg\" alt=\"racun - gereja gkdi - 2\" class=\"wp-image-17743\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/racun-gereja-gkdi-2.jpg 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/racun-gereja-gkdi-2-570x321.jpg 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/racun-gereja-gkdi-2-463x261.jpg 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini, mudah sekali untuk memuaskan keinginan kita. Apapun yang kita inginkan, ada di ujung jari kita. Mau beli ini, mau beli itu, cukup satu klik. Secara perlahan, kita dapat berpikir bahwa dengan memuaskan keinginan secara <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/iman-instan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">instan<\/a>, kita mendapat bahagia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keinginan kita bisa menjadi racun buat iman. Kata rasul Yakobus di Yakobus 1:14, <em>\u201cTetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukan berarti kita tidak memenuhi keinginan di dunia ini, tetapi jaga hati agar keinginan tidak menjadi tuhan baru di dalam hati kita. Karena hawa nafsu, kita berpikir bahwa <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/membuat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kebahagiaan <\/a>datang ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Lalu, hati kita mulai berbalik dari Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Solusi: <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/apa-yang-dimaksud-dengan-fokus-rohani\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">fokuslah <\/a>pada harta di surga. \u201c<em>Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga <\/em>(Matius 6:20).\u201d Carilah kerajaan Allah dan kebenarannya. Ketika kita berfokus pada kekekalan, hawa nafsu dan keinginan akan kehilangan daya tariknya. Pula, Tuhan akan mencukupkan semua yang kita butuhkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Racun 3: Kepahitan &amp; Tidak Mau Mengampuni<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/racun-gereja-gkdi-3.jpg\" alt=\"racun - gereja gkdi - 3\" class=\"wp-image-17744\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/racun-gereja-gkdi-3.jpg 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/racun-gereja-gkdi-3-570x321.jpg 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/racun-gereja-gkdi-3-463x261.jpg 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memelihara <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/memaafkan-secepatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dendam <\/a>dan tidak <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/mengampuni-orang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengampuni <\/a>dapat juga menjadi racun bagi iman. Ini karena kebencian menghalangi kita dengan Tuhan. Seperti kata Ibrani 12:15, <em>\u2018Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.\u201d&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/dua-bahaya-hati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kepahitan <\/a>menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang. Kepahitan sama dengan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/benci-dosa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kebencian<\/a>, yang jelas menunjukkan bahwa kita tak memiliki <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/tuhan-akan-membuat-kasih-kita-menjadi-cukup\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kasih<\/a>. Bisakah orang yang tak mengasihi berkenan kepada Allah? Jelas tidak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, Tuhan punya solusinya. Dalam <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/doa-bapa-kami-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">doa Bapa Kami<\/a>, Yesus jelas mengatakan, <em>\u201campunilah dosa kami, seperti kami mengampuni orang yang berdosa kepada kami\u201d <\/em>(Matius 6:12). Yesus kembali menekankan pentingnya <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/memaafkan-secepatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pengampunan<\/a>, pada Matius 6:14-15, <em>\u201cKarena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Solusi: ampuni orang yang menyakiti kita. Minta bantuan Tuhan untuk lepas dari kepahitan, sehingga kita bisa <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/mengampuni-orang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengampuni<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Hindari Sebelum Terlambat!<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3 racun bagi iman ini sangat halus, masuk ke dalam diri kita tanpa kita sadar. Itulah alasannya kita perlu teguh berdiri dalam kebenaran firman Tuhan. Kata Amsal 4:23, <em>\u201cjagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.\u201d<\/em> Hindari semua racun ini, sehingga <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/pahlawan-iman-saya-bernama-ester\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">iman<\/a> kita tegak berdiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Related articles:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/khawatir-benalu-yang-menggerogoti-iman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Khawatir: Benalu yang Menggerogoti Iman<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kekurangan-air-hidup-dehidrasi-rohani\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Peringatan: Kekurangan Air Hidup Dapat Menyebabkan Dehidrasi Rohani<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/janji\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Berpegang pada Janji Tuhan di Masa Sulit<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kebenaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Berani Mengatakan Kebenaran di dalam Kasih<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/iman-kristen-berjalan-di-atas-air\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Iman Kristen: Iman untuk Berjalan di Atas Air<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-13\"><br\/>\r\n<b>Yuk, baca top artikel kami:<\/b><br\/>\r\n\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/muda-dan-gaul-di-mata-tuhan\/\"><b>Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/ibadah-sejati\/\/\"><b>Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/mazmur-91\/\"><b>Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teladan-3wanita-dalam-alkitab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/integritas\/\"><b>Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas<\/b><\/a><br\/><\/div><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-11\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>Gereja <\/i><\/b><\/a> GKDI terdapat di<a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/#jemaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <b>41 kota<\/b><\/a> di Indonesia. <br\/>\r\nJika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut: <br\/><br\/>\r\n\r\n<iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/7s9g-oQWqM0\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe> <br\/><br\/>\r\n\r\n<strong>\r\n<input type=\"button\" style=\"  text-align: center; text-decoration: none; display: inline-block; width: 100%; height: 50px; background: orange;\r\n    margin-bottom: 16px;\" onclick=\"location.href='https:\/\/gkdi.org\/page\/biblestudy';\" value=\">> Click untuk mengikuti Bible Study <<\" \/>\r\n<\/strong>\r\n<br\/>\r\nDan, temukan lebih banyak content menarik &amp; menginspirasi melalui sosial media kami: \r\n<br\/>\r\nWebsite: <a href=\" https:\/\/link.gkdi.org\/web\"> https:\/\/link.gkdi.org\/web <br\/>\r\n<\/a>Facebook: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/facebook\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/facebook <br\/>\r\n<\/a>Instagram: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/instagram\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/instagram <br\/>\r\n<\/a>Blog: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/Blog <br\/>\r\n<\/a>Youtube: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/youtube\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/youtube <br\/>\r\n<\/a>TikTok: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok \" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok <br\/>\r\n<\/a>Twitter: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/twitter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/twitter <br\/>\r\n<\/a>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin <br\/>\r\n<\/a>Threads: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/threads\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/threads <br\/>\r\n<\/a>Whatsapp: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp <\/a> <br\/><br\/><\/div><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Menurut KBBI, racun adalah zat yang dapat menyebabkan sakit atau mati jika memasuki tubuh. Itulah kenapa kita menghindari zat-zat yang bersifat racun, atau toksik, dalam hidup kita. Nah, sadarkah kita bahwa ada juga hal-hal yang dapat meracuni iman kita?&nbsp; Boleh jadi, tanpa sadar, kita membiarkan hal-hal tertentu \u2018menyakiti\u2019 iman kita kepada Allah. Berikut 3 di &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":21,"featured_media":17745,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_ef_editorial_meta_date_first-draft-date":"","_ef_editorial_meta_paragraph_assignment":"","_ef_editorial_meta_checkbox_needs-photo":"","_ef_editorial_meta_number_word-count":"","footnotes":""},"categories":[99,198,211,206,212,203,199,200,204],"tags":[],"class_list":["post-17742","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-devotionals","category-biblical-talk","category-character","category-community","category-heart-and-feeling","category-lifestyle","category-relationship","category-self-development","category-spiritual-life"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17742","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17742"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17742\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17769,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17742\/revisions\/17769"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17745"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17742"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17742"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17742"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}