{"id":17786,"date":"2023-08-22T10:54:16","date_gmt":"2023-08-22T10:54:16","guid":{"rendered":"https:\/\/gkdi.org\/blog\/?p=17786"},"modified":"2023-08-24T04:27:53","modified_gmt":"2023-08-24T04:27:53","slug":"kacamata-hidup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/kacamata-hidup\/","title":{"rendered":"\u201cKacamata\u201d Apakah yang Anda Pakai dalam Hidup?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suatu hari, saya mencoba menggunakan kacamata. Padahal, <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/allah-maha-melihat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">penglihatan <\/a>saya baik sekali, tidak minus atau silindris. Yang terjadi adalah saya <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/meneladani-salib-yesus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sulit <\/a>sekali memandang hal-hal di sekitar saya. Kepala saya pusing, sulit melihat bahkan di jarak dekat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kisah di atas sudah lama terjadi. Namun dari situ saya mendapat pelajaran: kacamata akan sangat menentukan cara orang melihat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-4\"><a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/RTRK\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/rumah-tuhan-rumah-kita-gkdi.jpg\" \/><\/a><\/div><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">\u2018Kacamata\u2019 Mana yang Anda Pakai?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/kacamata-gereja-gkdi-1.png\" alt=\"kacamata - gereja gkdi - 1\" class=\"wp-image-17787\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/kacamata-gereja-gkdi-1.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/kacamata-gereja-gkdi-1-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/kacamata-gereja-gkdi-1-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika seseorang memakai kacamata, pandangan mereka terhadap dunia menjadi <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/bagaimana-untuk-menjadikan-diri-anda-berbeda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berbeda<\/a>. Kacamata tersebut akan memfilter, mengoreksi, dan membantu mata melihat dengan lebih jelas. Begitu pula dengan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/hati-yang-bersih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara kita melihat hidup<\/a>; tergantung pada &#8220;kacamata&#8221; apa yang kita gunakan. Bisa dengan \u2018kacamata\u2019 dunia, atau<a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/firman-tuhan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> firman Tuhan.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika seseorang menggunakan kacamata dunia, yang mereka kejar adalah hal-hal dunia. Seperti <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kelola-uang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uang<\/a>, ketenaran, pengakuan, <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/prestasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pencapaian<\/a>. Tentu tidak salah mengejar hal-hal tersebut, namun orang sering mengira bahwa hanya semua itulah yang penting. Hasilnya orang banyak tenggelam dalam kekecewaan dan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/sesali-masa-lalu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">penyesalan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika kita menggunakan kacamata <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/firman-tuhan-3\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">firman Tuhan<\/a>, tentu kita akan mengejar sesuatu yang lebih penting: perkenanan Tuhan. &#8220;<em>Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu<\/em>&#8221; (1 Yohanes 2:15). Tuhan menciptakan kita untuk mencari dan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/mengenal-sifat-sifat-allah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengenal Dia<\/a>. Dalam pengenalan akan Dialah kita menemukan sumber <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/benarkah-perbandingan-pencuri-sukacita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sukacita <\/a>yang abadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, melihat hidup dengan kacamata dunia bisa berubah-ubah. Tergantung <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/perasaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perasaan<\/a>, keinginan, atau selera. Apa yang benar bisa jadi salah di kemudian hari, apa yang dicaci bisa kemudian dipuji.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-15\"><iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/EjfzKHoEkso?autoplay=1&mute=1&loop=1&playlist=EjfzKHoEkso\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe><\/div><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, kebenaran firman Tuhan abadi dan tidak berubah. &#8220;<em>Langit dan bumi akan berlalu, tetapi firman-Ku tidak akan berlalu<\/em>&#8221; (Markus 13:31). Mencoba memandang dunia hanya melalui <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/perasaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perasaan <\/a>dan kebenaran dunia seolah-olah kita memakai kacamata buram, mengaburkan pandangan dan menyebabkan kita tersandung. Sebaliknya, dengan firman Tuhan kita melihat dengan terang dan jelas. Apa yang benar, apa yang baik, kita tahu dengan pasti dan tidak akan berubah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Memandang dengan Kacamata Tuhan<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/kacamata-gereja-gkdi-2.png\" alt=\"kacamata - gereja gkdi - 2\" class=\"wp-image-17789\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/kacamata-gereja-gkdi-2.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/kacamata-gereja-gkdi-2-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/kacamata-gereja-gkdi-2-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa yang dimaksud dengan memandang dunia melalui firman Tuhan? Ini berarti memilih untuk <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/2-perangkap-hidup-benar-menjadi-supertaat-atau-superbebas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hidup sesuai dengan kebenaran firman-Nya<\/a>, menjadikan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/resolusi-mengubah-hidup-anda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alkitab <\/a>sebagai dasar dalam setiap keputusan, dan mempercayai <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/pelangi-usai-hujan-mengingat-janji-tuhan-di-masa-sulit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">janji-janji Tuhan<\/a> daripada kebenaran sementara dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Roma 12:2 mengatakan, &#8220;<em>Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan yang sempurna.<\/em>&#8221; Untuk benar-benar membedakan kehendak Tuhan, kita harus memakai &#8220;kacamata&#8221; yang benar, yaitu firman Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari artikel di atas, kita dapat menarik tiga cara utama untuk menggunakan &#8216;kacamata&#8217; firman Tuhan dalam hidup sehari-hari:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hidup Sesuai dengan Kebenaran Firman<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini berarti menjadikan Alkitab sebagai acuan utama dalam setiap keputusan dan tindakan kita. Sebagai contoh, ketika dihadapkan dengan situasi sulit atau keputusan besar, kita dapat mencari petunjuk dalam Alkitab tentang bagaimana <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/baca-alkitab-google-orang-kristen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tuhan menginginkan kita<\/a> untuk bertindak. Dengan bermeditasi pada firman-Nya dan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/efektif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berdoa <\/a>untuk petunjuk, kita memastikan bahwa langkah-langkah kita selaras dengan kebenaran-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti dikatakan pemazmur di Mazmur 119:105, \u201c<em>Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Membedakan Kehendak Tuhan dari Kehendak Dunia<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang diajarkan dalam Roma 12:2, kita harus berusaha membedakan apa yang merupakan kehendak dunia dan apa yang merupakan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/gereja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kehendak Tuhan<\/a>. Ini dapat dilakukan dengan rutin mempelajari Alkitab, berpartisipasi dalam <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/seberapa-pentingnya-komunitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">persekutuan dengan saudara seiman<\/a>, dan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/jangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berdoa dengan rajin<\/a>. Dengan demikian, kita dapat mengenali <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/daud-dan-godaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">godaan<\/a> dan kebenaran dunia yang sesaat dan memilih untuk mengikuti jalan Tuhan yang kekal dan abadi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Berkomunikasi dengan Tuhan Melalui Doa<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mempertahankan hubungan yang erat dengan Tuhan melalui doa membantu kita untuk memakai &#8216;kacamata&#8217; firman-Nya dengan lebih efektif. Dalam <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/strategi-dalam-doa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">doa<\/a>, kita dapat meminta <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/hikmat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hikmat<\/a>, petunjuk, dan kekuatan untuk melalui tantangan (Yakobus 1:5). Ketika kita berkomunikasi dengan Tuhan dan mengungkapkan rasa <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/mengapa-apa-dan-bagaimana-bersyukur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">syukur<\/a>, <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kekhawatiran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kekhawatiran,<\/a> dan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/pengharapan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">harapan <\/a>kita, kita semakin memahami kebenaran-Nya dan mampu memandang dunia melalui perspektif yang benar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Lihatlah dengan Jernih<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai penutup, penting bagi kita untuk selalu mengenakan &#8220;kacamata&#8221; kebenaran firman Tuhan dalam melihat dunia. Ketika kita memilih untuk hidup menurut firman-Nya dan menjadikannya sebagai dasar dalam setiap aspek kehidupan, hidup kita pasti ada dalam <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/tiang-awan-dan-tiang-api\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">penyertaan Tuhan<\/a>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, mari kita kenakan kacamata firman Tuhan dan melihat dunia dengan mata iman yang bening, dipandu oleh kebenaran-Nya yang abadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Related articles:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/hati-yang-bersih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/hati-yang-bersih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Miliki Hati yang Bersih dengan 3 Cara Ini<\/a><\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/mazmur-23\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mazmur 23: Ramai-Ramai Jadi Follower Tuhan<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/baca-alkitab-google-orang-kristen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Baca Alkitab: Google-nya Orang-orang Kristen<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/kesadaran-diri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pentingnya Kesadaran Diri (Self-Awareness) dalam Kehidupan Rohani<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/kebahagiaan-dalam-hidup\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">6 Cara Untuk Mendapatkan Kebahagiaan dalam Hidup<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-13\"><br\/>\r\n<b>Yuk, baca top artikel kami:<\/b><br\/>\r\n\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/muda-dan-gaul-di-mata-tuhan\/\"><b>Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/ibadah-sejati\/\/\"><b>Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/mazmur-91\/\"><b>Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teladan-3wanita-dalam-alkitab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/integritas\/\"><b>Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas<\/b><\/a><br\/><\/div><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-11\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>Gereja <\/i><\/b><\/a> GKDI terdapat di<a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/#jemaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <b>41 kota<\/b><\/a> di Indonesia. <br\/>\r\nJika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut: <br\/><br\/>\r\n\r\n<iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/7s9g-oQWqM0\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe> <br\/><br\/>\r\n\r\n<strong>\r\n<input type=\"button\" style=\"  text-align: center; text-decoration: none; display: inline-block; width: 100%; height: 50px; background: orange;\r\n    margin-bottom: 16px;\" onclick=\"location.href='https:\/\/gkdi.org\/page\/biblestudy';\" value=\">> Click untuk mengikuti Bible Study <<\" \/>\r\n<\/strong>\r\n<br\/>\r\nDan, temukan lebih banyak content menarik &amp; menginspirasi melalui sosial media kami: \r\n<br\/>\r\nWebsite: <a href=\" https:\/\/link.gkdi.org\/web\"> https:\/\/link.gkdi.org\/web <br\/>\r\n<\/a>Facebook: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/facebook\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/facebook <br\/>\r\n<\/a>Instagram: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/instagram\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/instagram <br\/>\r\n<\/a>Blog: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/Blog <br\/>\r\n<\/a>Youtube: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/youtube\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/youtube <br\/>\r\n<\/a>TikTok: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok \" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok <br\/>\r\n<\/a>Twitter: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/twitter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/twitter <br\/>\r\n<\/a>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin <br\/>\r\n<\/a>Threads: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/threads\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/threads <br\/>\r\n<\/a>Whatsapp: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp <\/a> <br\/><br\/><\/div><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Suatu hari, saya mencoba menggunakan kacamata. Padahal, penglihatan saya baik sekali, tidak minus atau silindris. Yang terjadi adalah saya sulit sekali memandang hal-hal di sekitar saya. Kepala saya pusing, sulit melihat bahkan di jarak dekat. Kisah di atas sudah lama terjadi. Namun dari situ saya mendapat pelajaran: kacamata akan sangat menentukan cara orang melihat. \u2018Kacamata\u2019 &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":21,"featured_media":17788,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_ef_editorial_meta_date_first-draft-date":"","_ef_editorial_meta_paragraph_assignment":"","_ef_editorial_meta_checkbox_needs-photo":"","_ef_editorial_meta_number_word-count":"","footnotes":""},"categories":[99,198,211,203,200,204],"tags":[],"class_list":["post-17786","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-devotionals","category-biblical-talk","category-character","category-lifestyle","category-self-development","category-spiritual-life"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17786","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17786"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17786\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17822,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17786\/revisions\/17822"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17788"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17786"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17786"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17786"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}