{"id":17799,"date":"2023-08-23T10:00:25","date_gmt":"2023-08-23T10:00:25","guid":{"rendered":"https:\/\/gkdi.org\/blog\/?p=17799"},"modified":"2023-09-01T08:06:18","modified_gmt":"2023-09-01T08:06:18","slug":"berbohong-demi-kebaikan-memang-boleh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/berbohong-demi-kebaikan-memang-boleh\/","title":{"rendered":"Berbohong demi Kebaikan, Memang Boleh?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita tahu<a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/bohong\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> berbohong<\/a> itu buruk, tetapi bagaimana dengan berbohong demi kebaikan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbohong demi kebaikan bisa dianggap berguna. Misalnya orang <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/perceraian-renungkan-sebelum-memutuskan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bertanya<\/a>, \u201cApa kabar?\u201d lalu dijawab, \u201cBaik,\u201d meskipun kenyataannya berbeda. Atau, ketika seseorang yang tidak kita sukai datang ke rumah, kita berpesan kepada anak atau <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/nyatakan-kebenaran-kepada-pasangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pasangan<\/a> untuk bilang, bahwa kita tidak di <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/membangun-rumah-tangga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rumah<\/a>. Sekilas bohong jenis ini tidak berbahaya, bahkan dianggap baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, benarkah demikian?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-4\"><a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/RTRK\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/rumah-tuhan-rumah-kita-gkdi.jpg\" \/><\/a><\/div><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Berbohong demi Kebaikan Tidak Berbuah Kebaikan<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/berbohong-demi-kebaikan-gereja-gkdi-1.png\" alt=\"berbohong demi kebaikan - gereja gkdi - 1\" class=\"wp-image-17803\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/berbohong-demi-kebaikan-gereja-gkdi-1.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/berbohong-demi-kebaikan-gereja-gkdi-1-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/berbohong-demi-kebaikan-gereja-gkdi-1-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kadangkala, orang menggunakan kata &#8220;berbohong demi kebaikan&#8221; untuk tujuan yang licik atau tidak benar. Seperti, pura-pura tidak di rumah, untuk menghindar dari penagih hutang. Padahal, hutang memang harus dibayar. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Atau, bisa juga berbohong demi kebaikan, bukan karena maksud yang jahat. Seperti menjawab, \u201cKabar saya baik\u201d meskipun keadaan tidak baik-baik saja. Orang ini mungkin sedang tidak <em>mood<\/em> atau tidak ingin <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/terbuka\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menceritakan apa yang dia alami<\/a> kepada yang bertanya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi, kenapa sih harus berbohong? Mungkin alasannya, supaya tidak ada yang tersakiti. Apalagi dunia secara halus mengajarkan, bahwa sekali-sekali bohong itu oke saja. &#8220;Kalau berbohong demi kebaikan bisa menjaga hubungan, menghindarkan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kelola-konflik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">konflik<\/a>, dan membuat semua orang merasa oke, memang apa salahnya?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sayangnya, kebohongan tetap kebohongan, demi <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/apa-tujuan-hidup\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tujuan<\/a> baik sekalipun. Yang Tuhan ingikan adalah kejujuran mutlak. Di dalam Matius 5:37 tertulis, &#8220;Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.&#8221; <em>Yes, when it&#8217;s yes. No, when it&#8217;s no.<\/em> Tidak lebih tidak kurang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lagipula, tidak ada seorangpun yang suka dibohongi. Orang yang mendengar kebohongan jelas akan merasa tertipu jika <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/bohong\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kebohongan itu terbongkar.<\/a> Bagi yang mengucapkan kebohongan, ia akan terus berbohong untuk menutupi kebohongannya. Pula, bisa saja ia merasa tertekan karena terbeban oleh dusta yang ia ucapkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siapapun yang berbohong menipu dua pihak: orang lain dan dirinya sendiri. Kita perlu berkata jujur, karena kita punya Allah yang penuh kebenaran. <em>He is the way,<strong> the truth<\/strong>, and the life. <\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-15\"><iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/EjfzKHoEkso?autoplay=1&mute=1&loop=1&playlist=EjfzKHoEkso\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe><\/div><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Allah yang Penuh Kebenaran<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/berbohong-demi-kebaikan-gereja-gkdi-2.png\" alt=\"berbohong demi kebaikan - gereja gkdi - 2\" class=\"wp-image-17800\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/berbohong-demi-kebaikan-gereja-gkdi-2.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/berbohong-demi-kebaikan-gereja-gkdi-2-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/berbohong-demi-kebaikan-gereja-gkdi-2-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Allah tidak pernah mengajarkan berbohong demi kebaikan. <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kebenaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kebenaran<\/a> adalah sifat-Nya, dan oleh karena itu Ia tidak dapat berdusta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Amsal 6:16-19 jelas mengatakan bahwa \u201clidah dusta\u201d adalah salah satu hal yang sangat <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/benci-dosa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dibenci <\/a>Tuhan. Lalu, Amsal 12:22 berkata, <em>\u201cOrang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya.\u201d<\/em> <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan, salah satu dari <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/10-perintah-allah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">10 Perintah Tuhan<\/a> di Keluaran 20 jelas berbunyi agar kita tidak \u201cbersaksi dusta.\u201d Jadi, mengikuti Allah artinya adalah hidup dan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kebenaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berkata dalam kebenaran<\/a>. Sebagaimana Ia adalah kebenaran itu sendiri, demikian kita perlu hidup dalam kebenaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan berbohong, kita mengikuti <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/tidak-lebih-baik-dari-iblis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">iblis<\/a>, yang adalah <em>\u201cbapa segala dusta\u201d <\/em>(Yohanes 8:44). Tidak ada yang mau jadi pengikut iblis, bukan?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Mengatakan Kebenaran?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/berbohong-demi-kebaikan-gereja-gkdi-3.png\" alt=\"berbohong demi kebaikan - gereja gkdi - 3\" class=\"wp-image-17801\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/berbohong-demi-kebaikan-gereja-gkdi-3.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/berbohong-demi-kebaikan-gereja-gkdi-3-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/berbohong-demi-kebaikan-gereja-gkdi-3-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, mari kita biasakan untuk berkata <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kejujuran-berbuah-manis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jujur<\/a>. Namun, ada saatnya mengatakan kebenaran terasa sulit. Bagaimana kita dapat mengatakan kebenaran?<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Berbicara Kebenaran dalam Kasih<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melakukan apapun tanpa kasih jelas tidak berguna (1 Korintus 13:1-3). Meskipun kita menyampaikan kebenaran, tanpa disertai kasih, tidak ada artinya. Itulah alasannya ucapan kita tidak hanya benar, <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kebenaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">namun harus disampaikan dengan kasih Allah.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh, jika kita harus menegur seseorang. Tidak mungkin kita datang kepadanya dan membongkar semua kesalahannya. Sebaliknya, jika kita sampaikan dengan lembut kepadanya bahwa ia harus berubah, tentu orang tersebut akan mudah menerimanya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Berbicara dengan Hikmat<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain kasih, kita juga memerlukan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/hikmat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hikmat<\/a>. Amsal 25:11 berkata, <em>\u201cPerkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.\u201d<\/em> Kalau hendak berbicara, kita tahu <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/waktu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">waktu<\/a> dan keadaan yang sesuai. Jangan sampai muncul <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kelola-konflik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">konflik <\/a>yang tidak perlu hanya karena kurangnya hikmat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kembali ke contoh menegur orang, kita tahu bahwa teguran perlu disampaikan secara empat mata (Matius 18:15) terlebih dahulu. Dengan demikian, orang tersebut merasa aman, karena <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kesalahan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kesalahannya<\/a> tidak diumbar kepada publik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Berbohong demi Kebaikan = Berbohong<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Singkatnya, <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/5-kebohongan-pada-diri-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berbohong<\/a> demi kebaikan sama halnya dengan berbohong. Tidak ada kebohongan yang berkenan kepada <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/allah-maha-melihat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Allah<\/a>. Allah mau kita untuk berkata-kata dengan kebenaran, <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/bahasa-kasih-tuhan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kasih<\/a>, dan hikmat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti dikatakan pada Mazmur 15:2, Allah berkenan kepada orang yang <em>\u201cmengatakan kebenaran dengan segenap hatinya.<\/em>\u201d Mari jauhkan kebohongan, dan kenakan kebenaran dalam hidup kita sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Related articles:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kebenaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Berani Mengatakan Kebenaran di dalam Kasih<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/nyatakan-kebenaran-kepada-pasangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Cara Efektif Nyatakan Kebenaran dengan Kasih kepada Pasangan<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/orang-jujur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Benarkah Orang Jujur Tidak Mujur?<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kejujuran-si-pahit-yang-berbuah-manis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Kejujuran: Si Pahit yang Berbuah Manis<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/5-kebohongan-pada-diri-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">5 Kebohongan yang Kita Ucapkan Setiap Hari pada Diri Sendiri<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-13\"><br\/>\r\n<b>Yuk, baca top artikel kami:<\/b><br\/>\r\n\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/muda-dan-gaul-di-mata-tuhan\/\"><b>Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/ibadah-sejati\/\/\"><b>Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/mazmur-91\/\"><b>Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teladan-3wanita-dalam-alkitab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/integritas\/\"><b>Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas<\/b><\/a><br\/><\/div><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-11\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>Gereja <\/i><\/b><\/a> GKDI terdapat di<a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/#jemaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <b>41 kota<\/b><\/a> di Indonesia. <br\/>\r\nJika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut: <br\/><br\/>\r\n\r\n<iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/7s9g-oQWqM0\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe> <br\/><br\/>\r\n\r\n<strong>\r\n<input type=\"button\" style=\"  text-align: center; text-decoration: none; display: inline-block; width: 100%; height: 50px; background: orange;\r\n    margin-bottom: 16px;\" onclick=\"location.href='https:\/\/gkdi.org\/page\/biblestudy';\" value=\">> Click untuk mengikuti Bible Study <<\" \/>\r\n<\/strong>\r\n<br\/>\r\nDan, temukan lebih banyak content menarik &amp; menginspirasi melalui sosial media kami: \r\n<br\/>\r\nWebsite: <a href=\" https:\/\/link.gkdi.org\/web\"> https:\/\/link.gkdi.org\/web <br\/>\r\n<\/a>Facebook: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/facebook\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/facebook <br\/>\r\n<\/a>Instagram: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/instagram\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/instagram <br\/>\r\n<\/a>Blog: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/Blog <br\/>\r\n<\/a>Youtube: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/youtube\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/youtube <br\/>\r\n<\/a>TikTok: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok \" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok <br\/>\r\n<\/a>Twitter: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/twitter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/twitter <br\/>\r\n<\/a>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin <br\/>\r\n<\/a>Threads: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/threads\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/threads <br\/>\r\n<\/a>Whatsapp: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp <\/a> <br\/><br\/><\/div><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Kita tahu berbohong itu buruk, tetapi bagaimana dengan berbohong demi kebaikan? Berbohong demi kebaikan bisa dianggap berguna. Misalnya orang bertanya, \u201cApa kabar?\u201d lalu dijawab, \u201cBaik,\u201d meskipun kenyataannya berbeda. Atau, ketika seseorang yang tidak kita sukai datang ke rumah, kita berpesan kepada anak atau pasangan untuk bilang, bahwa kita tidak di rumah. Sekilas bohong jenis ini &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":21,"featured_media":17802,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_ef_editorial_meta_date_first-draft-date":"","_ef_editorial_meta_paragraph_assignment":"","_ef_editorial_meta_checkbox_needs-photo":"","_ef_editorial_meta_number_word-count":"","footnotes":""},"categories":[99,198,211,206,199,200,204],"tags":[],"class_list":["post-17799","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-devotionals","category-biblical-talk","category-character","category-community","category-relationship","category-self-development","category-spiritual-life"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17799","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17799"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17799\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17957,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17799\/revisions\/17957"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17802"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17799"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17799"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17799"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}