{"id":17929,"date":"2023-08-31T09:11:04","date_gmt":"2023-08-31T09:11:04","guid":{"rendered":"https:\/\/gkdi.org\/blog\/?p=17929"},"modified":"2023-10-09T03:42:55","modified_gmt":"2023-10-09T03:42:55","slug":"1-korintus-13","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/1-korintus-13\/","title":{"rendered":"Kasih yang Sejati: Pesan di Balik 1 Korintus 13"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bulan ini, tema <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/tipe-orang-mendengarkan-khotbah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">khotbah <\/a>di <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/gereja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gereja <\/a>membahas tentang 1 Korintus 13. Sepanjang bulan kami membahas apa itu kasih dan bagaimana <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/menyakiti\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengasihi<\/a>. Saya sendiri menikmati tema ini, tetapi di sisi lain saya merasa tertegur.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alasannya, karena saya teringat betapa saya masih jauh dari <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kasih-allah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kasih yang sejati<\/a>. Mengasihi bukan hanya <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/perasaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perasaan <\/a>saya, melainkan ada pada tindakan dan karakter saya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">\u201cPasal Kasih\u201d<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-korintus-13-gereja-gkdi-1.png\" alt=\"1 korintus 13 - gereja gkdi - 1\" class=\"wp-image-17932\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-korintus-13-gereja-gkdi-1.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-korintus-13-gereja-gkdi-1-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-korintus-13-gereja-gkdi-1-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1 Korintus 13 sering disebut sebagai &#8220;Pasal <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/iman-kepada-allah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kasih<\/a>&#8221; dalam Alkitab. Di sini, Paulus tidak hanya mendefinisikan apa itu kasih, tetapi juga memberikan contoh dan tindakan yang sejalan dengan kasih.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika saya mendalami kembali 1 Korintus 13, hal itulah yang semakin saya sadari. Kasih bukan hanya rasa yang muncul dari <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/dua-bahaya-hati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hati<\/a>. Kasih harus nyata dalam tindakan nyata. Tidak percaya? Kita buka saja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Begini kata ayat 4, <em>\u201cKasih itu <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/sabar-pencapaian-hebat-tanpa-saingan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sabar<\/a>; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.\u201d&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau saya mengasihi, saya harus <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/menjadi-suami-sabar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bersabar<\/a> dan bermurah hati. Di sisi lain, saya tidak boleh <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/cemburu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cemburu<\/a>, tidak memegahkan diri (menganggap diri saya paling penting), dan tidak <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/sombong-rohani-dan-benar-di-mata-tuhan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sombong<\/a>. Semua berbicara tentang perbuatan, bukan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/perasaan-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perasaan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, jika kita mengaku mencintai seseorang atau sesuatu, maka akan terlihat dalam perbuatan kita.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengasihi Menurut 1 Korintus 13<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-korintus-13-gereja-gkdi-2.png\" alt=\"1 korintus 13 - gereja gkdi - 2\" class=\"wp-image-17930\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-korintus-13-gereja-gkdi-2.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-korintus-13-gereja-gkdi-2-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-korintus-13-gereja-gkdi-2-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika kita membicarakan tentang kasih, seringkali kita berfokus pada perasaan kita sendiri\u2014<a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/mengolah-perasaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perasaan <\/a>senang, nyaman, atau <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/kebahagiaan-dalam-hidup\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bahagia<\/a>. Akan tetapi, menurut 1 Korintus 13, bukan itu yang utama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang lebih penting adalah bagaimana kita memperlakukan orang lain, bagaimana kita bereaksi dalam situasi yang <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/janji\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sulit<\/a>, dan bagaimana kita memilih untuk bertindak setiap harinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, berdasarkan apa yang kita pelajari, bagaimana mengasihi yang tepat?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-4\"><a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/RTRK\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/rumah-tuhan-rumah-kita-gkdi.jpg\" \/><\/a><\/div><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Kasih adalah Komitmen, Bukan Hanya Emosi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;<em>Kasih itu sabar, kasih itu murah hati<\/em>&#8221; (1 Korintus 13:4).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/sabar-pencapaian-hebat-tanpa-saingan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sabar <\/a>dan murah hati adalah tindakan, bukan perasaan. Ini adalah komitmen untuk melakukan kebaikan, bahkan ketika <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/tumbuhkan-karakter\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">situasinya sulit<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Percaya atau tidak, keadaan sulit adalah kesempatan kita <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/bertumbuh-dalam-rasa-sakit-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bertumbuh<\/a>. Bayangkan situasi di mana Anda sulit sabar &#8211; antrian yang panjang, internet <em>lemot<\/em>, <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/saya-membenci-pekerjaan-saya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bos yang menyebalkan<\/a>, atau klien yang banyak maunya. Bayangkan situasi di mana Anda <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/orang-samaria\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bermurah hati<\/a>, kepada orang yang tidak Anda sukai atau yang tidak <em>nyambung<\/em> dengan Anda. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika Anda masuk dalam situasi <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/sulit-sabar-menunggu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di mana Anda tidak sabaran<\/a>, itulah kesempatan Anda untuk bersabar. Waktu Anda harus murah hati kepada orang yang berbeda dengan Anda, di situlah Anda belajar mengasihi dengan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/tulus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tulus<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/3-komitmen-untuk-membangun-hubungan-persahabatan-yang-tidak-terpisahkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kasih sejati dijalankan dengan komitmen.<\/a> Bukan \u201csaya mengasihi karena situasinya mudah,\u201d tetapi \u201c<a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/musuh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">saya mengasihi karena saya memutuskan untuk mengasihi<\/a>.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-15\"><iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/EjfzKHoEkso?autoplay=1&mute=1&loop=1&playlist=EjfzKHoEkso\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe><\/div><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Kasih Melampaui Ego&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;<em>Ia <\/em>(kasih)<em> tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain<\/em>&#8221; (1 Korintus 13:5).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kasih yang sejati berarti meletakkan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kebutuhan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kebutuhan<\/a> orang lain di atas kebutuhan diri sendiri, dan itu adalah suatu tindakan. Dengan kata lain: kasih tidak egois.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Harus kita akui, sebagai manusia, mudah sekali untuk <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/egois\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">egois<\/a>. Menang sendiri, untung sendiri. Orang rugi kita tak peduli. Namun, kasih tidak begitu. Orang yang mengasihi pasti akan memikirkan kebutuhan orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, mudah bagi kita untuk <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/marah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">marah-marah<\/a>, emosian, dan mendendam. Namun, kembali ini adalah perwujudan ego kita. Jika kita mengasihi, kita akan mengampuni dan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/musa-bagian-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lemah lembut.<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Kasih adalah Dasar dari Semua Hal Baik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;<em>Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih<\/em>&#8221; (1 Korintus 13:13). Tanpa kasih, semua tindakan atau <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kata\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kata-kata baik<\/a> akan sia-sia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kasih adalah fondasi dari semua yang kita lakukan yang baik dan benar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kasih-tidak-pernah-gagal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kasih tidak berkesudahan<\/a>, ia harus menjadi sesuatu yang tampak menonjol dalam hidup kita. Memiliki pengetahuan, <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/talenta-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">talenta<\/a>, dan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/iman-kepada-allah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">karunia <\/a>adalah sesuatu yang baik, namun tak sempurna tanpa kasih.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sudahkah kita menonjolkan kasih dalam hidup ini?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Hiduplah dalam Kasih<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1 Korintus 13 mengajar kita untuk menjadikan kasih sebagai karakter dan perbuatan yang nyata. Seperti dikatakan Yohanes 3:18, &#8220;<em>Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.<\/em>&#8220;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, mari kita belajar untuk mengasihi lebih dalam, lebih tulus, dalam hidup sehari-hari. Karena pada akhirnya, <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/keputusan-cinta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kasih yang sejati adalah tindakan, bukan sekadar kata-kata atau perasaan.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Related articles:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/mengajarkan-kasih-kepada-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Bagaimana Cara Mengajarkan Kasih kepada Anak?<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kesalahan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Kasih yang Menutupi Banyak Kesalahan<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kasih-tidak-pernah-gagal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Kasih Tidak Pernah Gagal. Benarkah?<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/lima-roti-dan-dua-ikan-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Kasih Yesus dalam Lima Roti dan Dua Ikan, Seperti Apa Ya?<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/terima-kasih-istri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Kapan Terakhir Anda Tunjukkan Rasa Terima Kasih kepada Istri?<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-13\"><br\/>\r\n<b>Yuk, baca top artikel kami:<\/b><br\/>\r\n\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/muda-dan-gaul-di-mata-tuhan\/\"><b>Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/ibadah-sejati\/\/\"><b>Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/mazmur-91\/\"><b>Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teladan-3wanita-dalam-alkitab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/integritas\/\"><b>Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas<\/b><\/a><br\/><\/div><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-11\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>Gereja <\/i><\/b><\/a> GKDI terdapat di<a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/#jemaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <b>41 kota<\/b><\/a> di Indonesia. <br\/>\r\nJika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut: <br\/><br\/>\r\n\r\n<iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/7s9g-oQWqM0\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe> <br\/><br\/>\r\n\r\n<strong>\r\n<input type=\"button\" style=\"  text-align: center; text-decoration: none; display: inline-block; width: 100%; height: 50px; background: orange;\r\n    margin-bottom: 16px;\" onclick=\"location.href='https:\/\/gkdi.org\/page\/biblestudy';\" value=\">> Click untuk mengikuti Bible Study <<\" \/>\r\n<\/strong>\r\n<br\/>\r\nDan, temukan lebih banyak content menarik &amp; menginspirasi melalui sosial media kami: \r\n<br\/>\r\nWebsite: <a href=\" https:\/\/link.gkdi.org\/web\"> https:\/\/link.gkdi.org\/web <br\/>\r\n<\/a>Facebook: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/facebook\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/facebook <br\/>\r\n<\/a>Instagram: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/instagram\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/instagram <br\/>\r\n<\/a>Blog: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/Blog <br\/>\r\n<\/a>Youtube: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/youtube\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/youtube <br\/>\r\n<\/a>TikTok: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok \" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok <br\/>\r\n<\/a>Twitter: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/twitter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/twitter <br\/>\r\n<\/a>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin <br\/>\r\n<\/a>Threads: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/threads\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/threads <br\/>\r\n<\/a>Whatsapp: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp <\/a> <br\/><br\/><\/div><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Bulan ini, tema khotbah di gereja membahas tentang 1 Korintus 13. Sepanjang bulan kami membahas apa itu kasih dan bagaimana mengasihi. Saya sendiri menikmati tema ini, tetapi di sisi lain saya merasa tertegur.&nbsp; Alasannya, karena saya teringat betapa saya masih jauh dari kasih yang sejati. Mengasihi bukan hanya perasaan saya, melainkan ada pada tindakan dan &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":21,"featured_media":17931,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_ef_editorial_meta_date_first-draft-date":"","_ef_editorial_meta_paragraph_assignment":"","_ef_editorial_meta_checkbox_needs-photo":"","_ef_editorial_meta_number_word-count":"","footnotes":""},"categories":[99,198,211,212,203,200],"tags":[],"class_list":["post-17929","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-devotionals","category-biblical-talk","category-character","category-heart-and-feeling","category-lifestyle","category-self-development"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17929","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17929"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17929\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18475,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17929\/revisions\/18475"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17931"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17929"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17929"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17929"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}