{"id":18282,"date":"2023-09-20T04:48:59","date_gmt":"2023-09-20T04:48:59","guid":{"rendered":"https:\/\/gkdi.org\/blog\/?p=18282"},"modified":"2025-09-10T14:38:58","modified_gmt":"2025-09-10T14:38:58","slug":"mazmur-63-ungkapan-hati-daud-mengasihi-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/mazmur-63-ungkapan-hati-daud-mengasihi-tuhan\/","title":{"rendered":"Mazmur 63: Kala Daud \u2018Bucin\u2019 kepada Tuhan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernah membaca Mazmur 63? Mungkin Anda tidak familiar dengan kitabnya. Namun, mungkin Anda pernah mendengar isi ayatnya dalam <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/manfaat-lagu-rohani\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lagu rohani<\/a>: <em>\u201cJiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.\u201d<\/em>\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Atau, <em>\u201cSebab<a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kasih-allah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> kasih setia-Mu<\/a> lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.\u201d<\/em> Tanpa sadar, mungkin Mazmur ini sudah ada di dalam ingatan kita. Ngomong-ngomong, apakah Anda menyadari, dari cuplikan ayat di atas, bahwa Mazmur ini terasa seperti Daud sedang \u2018<a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/bucin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bucin<\/a>\u2019 dengan Tuhan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-4\"><a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/RTRK\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/rumah-tuhan-rumah-kita-gkdi.jpg\" \/><\/a><\/div><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Daud yang Jatuh Cinta (kepada Tuhan)<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/mazmur-63-gereja-gkdi-1.png\" alt=\"mazmur 63 - gereja gkdi - 1\" class=\"wp-image-18290\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/mazmur-63-gereja-gkdi-1.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/mazmur-63-gereja-gkdi-1-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/mazmur-63-gereja-gkdi-1-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bucin, atau \u201cbudak cinta\u201d, adalah ungkapan bagi seseorang yang sangat cinta pada <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/memilih-pasangan-hidup\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pasangannya<\/a>. Bahkan sampai tergila-gila. Orang seperti ini merasa, tidak ada orang lain lagi selain sang pasangan. <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/garam-dan-terang-dunia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dunianya <\/a>hanya tentang si orang yang dia cintai, tiada yang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, itulah yang ditunjukkan Daud dalam Mazmur 63 ini. Daud, sang raja dan pemazmur, seperti <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/jatuh-cinta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jatuh cinta<\/a> dalam sekali dengan Tuhan. Daud \u2018bucin\u2019 sekali kepada Tuhan, sehingga pujian begitu melimpah keluar dari dirinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, sebelum kita membahas lebih jauh, mari kita luruskan satu hal: menjadi &#8216;bucin&#8217; kepada Tuhan tidaklah sama dengan menjadi &#8216;bucin&#8217; kepada <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/apresiasi-pendeta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">manusia<\/a>. Bucin kepada Tuhan berarti kita memiliki <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/makan-hati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hubungan <\/a>yang mendalam, kedekatan, dan keintiman dengan Dia. Ini jelas berbeda dibandingkan hanya menjadi bucin kepada sesama manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa begitu? Berikut adalah tiga alasan yang bisa kita pelajari dari Mazmur 63 tentang bagaimana Daud bisa begitu dekat dengan Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-15\"><iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/EjfzKHoEkso?autoplay=1&mute=1&loop=1&playlist=EjfzKHoEkso\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe><\/div><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kerinduan yang Mendalam<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada awal Mazmur 63, Daud berkata, \u201c<em>Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau,<\/em> <em>jiwaku haus kepada-Mu,<\/em> <em>tubuhku rindu kepada-Mu <\/em>(ayat 2).&#8221; Ini bukan hanya <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kata-bahagia-di-bukit-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kata-kata<\/a>, tapi cerminan dari <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/menjaga-hati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hati <\/a>Daud yang sungguh-sungguh rindu kepada Tuhan. Ibarat seseorang yang sedang jatuh cinta, Daud merindukan kehadiran Tuhan setiap saat dalam hidupnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Pujian yang Tak Henti<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, Daud menyatakan, \u201c<em>Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau<\/em> (ayat 4).&#8221; Meskipun menghadapi berbagai <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/raksasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">masalah dan tantangan,<\/a> Daud selalu menemukan alasan untuk memuji Tuhan. Ini menunjukkan betapa besarnya cinta dan penghargaan Daud kepada Tuhan, layaknya seseorang yang bucin akan selalu memuji orang yang dicintainya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kedekatan yang Nyata<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/mazmur-63-gereja-gkdi-2.png\" alt=\"mazmur 63 - gereja gkdi - 2\" class=\"wp-image-18288\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/mazmur-63-gereja-gkdi-2.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/mazmur-63-gereja-gkdi-2-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/mazmur-63-gereja-gkdi-2-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daud tak hanya berbicara tentang Tuhan, dia juga berbicara dengan Tuhan. Sepanjang Mazmur 63, kita bisa merasakan kedekatan Daud dengan Tuhan. Dia mencari, berbicara, dan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/istirahat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">beristirahat <\/a>dalam pelukan-Nya. Ini menunjukkan hubungan yang begitu dekat, yang tidak bisa ditemukan dalam hubungan duniawi apapun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belum <em>ngeh<\/em>? Baca saja ayat 7-9, &#8220;<em>Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, \u2013 sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku,<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai. Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.<\/em>&#8220;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bila dibandingkan dengan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/bucin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bucin <\/a>kepada manusia, tentu jelas bahwa menjadi bucin kepada Tuhan adalah pilihan yang jauh lebih baik. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manusia bisa berubah, meninggalkan, bahkan mengecewakan kita. Namun Tuhan? Dia selalu ada, tak pernah berubah, dan kasih-Nya tak terbatas. Oleh karena itu, alangkah indahnya jika kita bisa membangun hubungan yang indah dengan-Nya, seperti yang dilakukan Daud dalam Mazmur 63.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jadi, Mau Bucin dengan Tuhan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mazmur 63 bukanlah sekadar puisi indah, tapi juga sebuah pengingat tentang betapa pentingnya memiliki <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/karakter-merugikan-hubungan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hubungan <\/a>yang mendalam dengan Tuhan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga ingin \u2018bucin\u2019 kepada Tuhan? Mulailah dengan mengenal Dia lebih dekat, dan Anda akan merasakan betapa indahnya dekat dan akrab dengan Allah. Mulailah membaca mazmur ini. Resapi tiap ayatnya. Rasakan perbedaannya dari hari ke hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Related articles:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/mazmur-23\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mazmur 23: Ramai-Ramai Jadi Follower Tuhan<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/daud-dan-godaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Daud dan Godaan: 3 Do\u2019s to Defeat Temptations<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/mazmur-91\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/bucin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\u201cSaya Bucin atau Bukan, ya?\u201d \u2013 Kenali Gejala Hamba Cinta!<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/saat-teduh-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\u201cSaya Sibuk. Bagaimana Caranya Mengatur Waktu untuk Saat Teduh?\u201d<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-13\"><br\/>\r\n<b>Yuk, baca top artikel kami:<\/b><br\/>\r\n\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/muda-dan-gaul-di-mata-tuhan\/\"><b>Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/ibadah-sejati\/\/\"><b>Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/mazmur-91\/\"><b>Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teladan-3wanita-dalam-alkitab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/integritas\/\"><b>Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas<\/b><\/a><br\/><\/div><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-11\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>Gereja <\/i><\/b><\/a> GKDI terdapat di<a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/#jemaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <b>41 kota<\/b><\/a> di Indonesia. <br\/>\r\nJika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut: <br\/><br\/>\r\n\r\n<iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/7s9g-oQWqM0\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe> <br\/><br\/>\r\n\r\n<strong>\r\n<input type=\"button\" style=\"  text-align: center; text-decoration: none; display: inline-block; width: 100%; height: 50px; background: orange;\r\n    margin-bottom: 16px;\" onclick=\"location.href='https:\/\/gkdi.org\/page\/biblestudy';\" value=\">> Click untuk mengikuti Bible Study <<\" \/>\r\n<\/strong>\r\n<br\/>\r\nDan, temukan lebih banyak content menarik &amp; menginspirasi melalui sosial media kami: \r\n<br\/>\r\nWebsite: <a href=\" https:\/\/link.gkdi.org\/web\"> https:\/\/link.gkdi.org\/web <br\/>\r\n<\/a>Facebook: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/facebook\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/facebook <br\/>\r\n<\/a>Instagram: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/instagram\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/instagram <br\/>\r\n<\/a>Blog: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/Blog <br\/>\r\n<\/a>Youtube: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/youtube\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/youtube <br\/>\r\n<\/a>TikTok: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok \" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok <br\/>\r\n<\/a>Twitter: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/twitter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/twitter <br\/>\r\n<\/a>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin <br\/>\r\n<\/a>Threads: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/threads\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/threads <br\/>\r\n<\/a>Whatsapp: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp <\/a> <br\/><br\/><\/div><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Pernah membaca Mazmur 63? Mungkin Anda tidak familiar dengan kitabnya. Namun, mungkin Anda pernah mendengar isi ayatnya dalam lagu rohani: \u201cJiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.\u201d\u00a0 Atau, \u201cSebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.\u201d Tanpa sadar, mungkin Mazmur ini sudah ada di &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":21,"featured_media":18289,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_ef_editorial_meta_date_first-draft-date":"","_ef_editorial_meta_paragraph_assignment":"","_ef_editorial_meta_checkbox_needs-photo":"","_ef_editorial_meta_number_word-count":"","footnotes":""},"categories":[99,198,212,205,200,204],"tags":[],"class_list":["post-18282","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-devotionals","category-biblical-talk","category-heart-and-feeling","category-quite-time-and-pray","category-self-development","category-spiritual-life"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18282","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18282"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18282\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18291,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18282\/revisions\/18291"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18289"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18282"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18282"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18282"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}