{"id":18309,"date":"2023-09-20T10:32:58","date_gmt":"2023-09-20T10:32:58","guid":{"rendered":"https:\/\/gkdi.org\/blog\/?p=18309"},"modified":"2025-09-09T10:59:34","modified_gmt":"2025-09-09T10:59:34","slug":"5-alasan-penting-kenapa-perlu-meninggalkan-kemarahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/5-alasan-penting-kenapa-perlu-meninggalkan-kemarahan\/","title":{"rendered":"Ini 5 Alasan Penting untuk Meninggalkan Kemarahan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemarahan, sama seperti seperti <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/ingin-hidup-senang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">senang<\/a>, <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kesedihan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sedih<\/a>, dan <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/3-tips-menghilangkan-rasa-takut\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">takut<\/a>, adalah emosi yang wajar. Namun, kemarahan juga bisa merusak diri kita. Sudah tak terhitung hidup yang rusak atau hancur karena emosi ini. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-4\"><a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/RTRK\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/rumah-tuhan-rumah-kita-gkdi.jpg\" \/><\/a><\/div><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Kita Sebaiknya Tidak Menyimpan Kemarahan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak alasan mengapa seseorang bisa merasa <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/marah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">marah<\/a>. Mungkin kita merasa tersudut, <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/cara-hindari-kesepian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tidak diperhatikan<\/a>, atau merasa tidak diterima. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, marah itu wajar. Namun, jika kita terus menerus menyimpan kemarahan dalam hati kita, bukan tidak mungkin <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/manajemen-emosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">emosi <\/a>tersebut akan merusak kita. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagaimana dikatakan dalam Amsal 29:11, &#8220;<em>Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.<\/em>&#8221; Siapapun yang melepaskan amarah disebut sebagai orang bebal. Sebab, <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=CS15ErAOguM\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hal-hal yang dilakukan di dalam amarah bisa jadi menghancurkan hidup kita<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah lima alasan mengapa kita sebaiknya tidak menyimpan kemarahan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kemarahan dapat Merusak Hubungan<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kemarahan-gereja-gkdi-1.png\" alt=\"kemarahan - gereja gkdi - 1\" class=\"wp-image-18313\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kemarahan-gereja-gkdi-1.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kemarahan-gereja-gkdi-1-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kemarahan-gereja-gkdi-1-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika kita memilih untuk membiarkan kemarahan menguasai diri kita, kita sering kali <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kekeliruan-orang-tua\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berbicara <\/a>atau bertindak tanpa berpikir. Efesus 4:26 mengingatkan kita, &#8220;<em>Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu<\/em>.&#8221; Kemarahan yang tidak diredam bisa menyebabkan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kelola-konflik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">konflik <\/a>dalam <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/usahakan-ladang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hubungan <\/a>kita dengan keluarga, teman, atau rekan kerja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-15\"><iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/EjfzKHoEkso?autoplay=1&mute=1&loop=1&playlist=EjfzKHoEkso\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe><\/div><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengeraskan Hati&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemarahan yang disimpan dalam waktu lama bisa mengeras menjadi <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/memaafkan-secepatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dendam<\/a>. Ini berbahaya bagi jiwa kita. Seperti dikatakan dalam Ibrani 12:15, &#8220;<em>Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang<\/em>.&#8221; Dendam mengacaukan pandangan kita, dan menjauhkan kita dari <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/firman-tuhan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">firman Tuhan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menghambat Doa&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernah merasa terganggu ketika <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kuasa-doa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berdoa<\/a>? Mungkin, salah satu penyebabnya adalah rasa marah yang belum <em>deal<\/em>. Yesus dalam Markus 11:25 berkata, <em>&#8220;Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.<\/em>&#8220;<em> <\/em>Marah atau dendam yang berlarut bisa menghambat <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/menanti-sebuah-jawaban-doa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">doa <\/a>kita.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengganggu Kesehatan&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kemarahan-gereja-gkdi-2.png\" alt=\"kemarahan - gereja gkdi - 2\" class=\"wp-image-18311\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kemarahan-gereja-gkdi-2.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kemarahan-gereja-gkdi-2-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kemarahan-gereja-gkdi-2-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/stres\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stres<\/a> yang disebabkan oleh amarah yang terus menerus dapat menyebabkan berbagai <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/penyakit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">masalah kesehatan<\/a>. Misalnya, tekanan darah tinggi, gangguan pencernaan, dan bahkan serangan jantung. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menghalangi Pertumbuhan Rohani<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang disebutkan dalam Yakobus 1:20, &#8220;<em>Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah<\/em>.&#8221; Jika kita ingin tumbuh dalam <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/iman-kristen-berjalan-di-atas-air-3\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">iman kita<\/a>, kita harus belajar mengendalikan kemarahan kita.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Memilih untuk Tidak Marah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai kesimpulan, meskipun marah adalah<a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/manajemen-emosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> emosi<\/a> alami, cara kita menanggapi kemarahan adalah <a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/kualitas-orang-orang-pilihan-tuhan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pilihan<\/a>. Jika kita memilih untuk membiarkan rasa marah mendikte tindakan kita, kita akan menemui banyak masalah dalam hidup. Namun, dengan memilih untuk merespon kemarahan dengan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/bijaksana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bijaksana <\/a>dan kasih, kita bisa menjalani <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/damai-sejahtera\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hidup yang lebih damai<\/a> dan aman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/www.betterhealth.vic.gov.au\/health\/healthyliving\/anger-how-it-affects-people\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Related articles:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/video-5-alasan-kenapa-kamu-harus-memaafkan-secepatnya-inspirasi-motivasi-kristen-blog\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Alasan Kenapa Kamu Harus Memaafkan Secepatnya | Inspirasi &amp; Motivasi Kristen | Blog<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/marah-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ketika Tuhan Marah: Apa yang Alkitab Katakan Tentang Kemarahan Tuhan?<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/makan-hati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Makan Hati dalam Hubungan: Tanda Komunikasi Tak Lancar<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/emosi-positif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana Mengubah Emosi Negatif Menjadi Positif? \u2013 Gereja GKDI<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/manajemen-emosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Susah Kontrol Emosi? Yuk, Pelajari<\/a> <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/manajemen-emosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">3 Cara Manajemen Emosi<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-13\"><br\/>\r\n<b>Yuk, baca top artikel kami:<\/b><br\/>\r\n\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/muda-dan-gaul-di-mata-tuhan\/\"><b>Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/ibadah-sejati\/\/\"><b>Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/mazmur-91\/\"><b>Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teladan-3wanita-dalam-alkitab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/integritas\/\"><b>Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas<\/b><\/a><br\/><\/div><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-11\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>Gereja <\/i><\/b><\/a> GKDI terdapat di<a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/#jemaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <b>41 kota<\/b><\/a> di Indonesia. <br\/>\r\nJika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut: <br\/><br\/>\r\n\r\n<iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/7s9g-oQWqM0\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe> <br\/><br\/>\r\n\r\n<strong>\r\n<input type=\"button\" style=\"  text-align: center; text-decoration: none; display: inline-block; width: 100%; height: 50px; background: orange;\r\n    margin-bottom: 16px;\" onclick=\"location.href='https:\/\/gkdi.org\/page\/biblestudy';\" value=\">> Click untuk mengikuti Bible Study <<\" \/>\r\n<\/strong>\r\n<br\/>\r\nDan, temukan lebih banyak content menarik &amp; menginspirasi melalui sosial media kami: \r\n<br\/>\r\nWebsite: <a href=\" https:\/\/link.gkdi.org\/web\"> https:\/\/link.gkdi.org\/web <br\/>\r\n<\/a>Facebook: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/facebook\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/facebook <br\/>\r\n<\/a>Instagram: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/instagram\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/instagram <br\/>\r\n<\/a>Blog: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/Blog <br\/>\r\n<\/a>Youtube: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/youtube\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/youtube <br\/>\r\n<\/a>TikTok: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok \" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok <br\/>\r\n<\/a>Twitter: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/twitter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/twitter <br\/>\r\n<\/a>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin <br\/>\r\n<\/a>Threads: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/threads\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/threads <br\/>\r\n<\/a>Whatsapp: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp <\/a> <br\/><br\/><\/div><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Kemarahan, sama seperti seperti senang, sedih, dan takut, adalah emosi yang wajar. Namun, kemarahan juga bisa merusak diri kita. Sudah tak terhitung hidup yang rusak atau hancur karena emosi ini. Mengapa Kita Sebaiknya Tidak Menyimpan Kemarahan? Banyak alasan mengapa seseorang bisa merasa marah. Mungkin kita merasa tersudut, tidak diperhatikan, atau merasa tidak diterima. Jadi, marah &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":21,"featured_media":18312,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_ef_editorial_meta_date_first-draft-date":"","_ef_editorial_meta_paragraph_assignment":"","_ef_editorial_meta_checkbox_needs-photo":"","_ef_editorial_meta_number_word-count":"","footnotes":""},"categories":[99,198,211,206,207,203,208,199,200,204],"tags":[],"class_list":["post-18309","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-devotionals","category-biblical-talk","category-character","category-community","category-family","category-lifestyle","category-marriage","category-relationship","category-self-development","category-spiritual-life"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18309","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18309"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18309\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29296,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18309\/revisions\/29296"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18312"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18309"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18309"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18309"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}