{"id":18341,"date":"2023-09-22T07:50:19","date_gmt":"2023-09-22T07:50:19","guid":{"rendered":"https:\/\/gkdi.org\/blog\/?p=18341"},"modified":"2025-09-09T10:20:20","modified_gmt":"2025-09-09T10:20:20","slug":"cara-memberi-kritik-yang-baik-di-dunia-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/cara-memberi-kritik-yang-baik-di-dunia-kerja\/","title":{"rendered":"Begini Cara Memberi Kritik yang Baik di Dunia Kerja"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memberi kritik dan saran merupakan bagian tak terpisahkan dalam <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/bekerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kehidupan profesional<\/a>. Saat dilakukan dengan benar, kritik dapat <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/motivasi-hidup-remaja-kristen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">memotivasi <\/a>dan membantu kolega berkembang. Namun, jika disampaikan dengan cara yang salah, dapat menyinggung dan merusak hubungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sayang, jarang kita diajarkan bagaimana memberi kritik secara tepat. Namun, jangan khawatir! Berikut beberapa cara mengkritik dengan tepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-4\"><a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/RTRK\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/rumah-tuhan-rumah-kita-gkdi.jpg\" \/><\/a><\/div><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Sampaikan Kritik dengan Kasih<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu prinsip utama dalam memberi kritik menurut Alkitab adalah <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kasih-yang-terbesar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">melakukannya dengan kasih<\/a>. Dalam 1 Korintus 16:14 (BIMK), dikatakan: &#8220;<em>Semua yang kalian lakukan, lakukanlah dengan kasih.<\/em>&#8221; Saat Anda mengkritik dengan kasih, Anda lebih <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/bertumbuh-dalam-rasa-sakit-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mementingkan perkembangan<\/a> orang tersebut daripada menyatakan pendapat Anda saja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di banyak <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/tempat-kerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tempat kerja<\/a>, orang tidak dapat membedakan mana kritikan dan mana cercaan. Usahakanlah bahwa Anda mengkritik karena ingin menolong, bukan hanya merendahkan. Demikianlah caranya menyampaikan kritikan dengan kasih.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Jangan Menghakimi<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kritik-gereja-gkdi-1.png\" alt=\"kritik - gereja gkdi - 1\" class=\"wp-image-18344\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kritik-gereja-gkdi-1.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kritik-gereja-gkdi-1-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kritik-gereja-gkdi-1-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam Matius 7:1 dikatakan: &#8220;<em>Janganlah kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi<\/em>.&#8221; Memberi kritik bukan berarti kita lebih baik daripada yang dikritik. Sebelum memberikan kritik, kita harus merefleksikan diri dan memastikan bahwa tujuannya adalah membangun, bukan untuk merendahkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika rekan kerja Anda melakukan kesalahan, Anda mengkritik agar dia mampu menyadari <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kasih-allah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kesalahannya <\/a>dan berkembang. Hindari mencerca atau merendahkan orang tersebut. Ini penting, terutama jika Anda berada di posisi lebih tinggi dari orang tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-15\"><iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/EjfzKHoEkso?autoplay=1&mute=1&loop=1&playlist=EjfzKHoEkso\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe><\/div><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Gunakan Bahasa yang Lembut<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Amsal 15:1 menyatakan, &#8220;<em>Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan amarah<\/em>.&#8221; Saat memberi kritik, gunakan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kata-bahagia-di-bukit-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kata-kata <\/a>yang lembut dan penuh pertimbangan. Hindari nada yang menyerang atau menghujat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Lakukan Secara Pribadi<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kritik-gereja-gkdi-2.png\" alt=\"kritik - gereja gkdi - 2\" class=\"wp-image-18342\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kritik-gereja-gkdi-2.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kritik-gereja-gkdi-2-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kritik-gereja-gkdi-2-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika perlu memberikan kritik, lakukanlah secara pribadi, bukan di depan banyak orang. Dalam Matius 18:15 disebutkan: &#8220;<em>Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata.<\/em>&#8221; Dengan berbicara secara pribadi, kita memberikan ruang bagi individu untuk menerima masukan tanpa merasa malu atau terpojok.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dukungan dan Motivasi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memberi kritik adalah suatu hal yang biasa, namun cara penyampaiannya harus tepat agar penerima tidak tersinggung. <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=Sq1QgkiLJC4\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kita menyampaikan kritikan agar mereka bertumbuh dan jadi lebih baik<\/a>, sehingga kita perlu tahu cara yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang diajarkan oleh Alkitab, <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kantor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lakukan segala sesuatu dengan kasih<\/a>, termasuk saat memberikan kritik. Sehingga, kritik yang kita sampaikan akan diterima sebagai bentuk dukungan dan motivasi, bukan sebagai hujatan atau penghakiman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Related articles:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/produktif-tempat-kerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fokus: Cara Hebat Produktif di Tempat Kerja<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kepercayaan-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sulit Dapat Kepercayaan di Dunia Kerja? Lakukan Dua Hal Ini<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/saya-membenci-pekerjaan-saya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Saya Benci Pekerjaan Saya!<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/bekerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\u201cMengapa Saya Bekerja?\u201d Pahami Prinsip Kerja Orang Kristen<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/meniti-karier-bersih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Karier Melesat Tanpa Menjilat: 5 Cara Meniti Karier Dengan \u2018Bersih\u2019<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-13\"><br\/>\r\n<b>Yuk, baca top artikel kami:<\/b><br\/>\r\n\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/muda-dan-gaul-di-mata-tuhan\/\"><b>Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/ibadah-sejati\/\/\"><b>Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/mazmur-91\/\"><b>Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teladan-3wanita-dalam-alkitab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/integritas\/\"><b>Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas<\/b><\/a><br\/><\/div><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-11\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>Gereja <\/i><\/b><\/a> GKDI terdapat di<a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/#jemaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <b>41 kota<\/b><\/a> di Indonesia. <br\/>\r\nJika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut: <br\/><br\/>\r\n\r\n<iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/7s9g-oQWqM0\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe> <br\/><br\/>\r\n\r\n<strong>\r\n<input type=\"button\" style=\"  text-align: center; text-decoration: none; display: inline-block; width: 100%; height: 50px; background: orange;\r\n    margin-bottom: 16px;\" onclick=\"location.href='https:\/\/gkdi.org\/page\/biblestudy';\" value=\">> Click untuk mengikuti Bible Study <<\" \/>\r\n<\/strong>\r\n<br\/>\r\nDan, temukan lebih banyak content menarik &amp; menginspirasi melalui sosial media kami: \r\n<br\/>\r\nWebsite: <a href=\" https:\/\/link.gkdi.org\/web\"> https:\/\/link.gkdi.org\/web <br\/>\r\n<\/a>Facebook: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/facebook\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/facebook <br\/>\r\n<\/a>Instagram: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/instagram\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/instagram <br\/>\r\n<\/a>Blog: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/Blog <br\/>\r\n<\/a>Youtube: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/youtube\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/youtube <br\/>\r\n<\/a>TikTok: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok \" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok <br\/>\r\n<\/a>Twitter: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/twitter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/twitter <br\/>\r\n<\/a>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin <br\/>\r\n<\/a>Threads: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/threads\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/threads <br\/>\r\n<\/a>Whatsapp: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp <\/a> <br\/><br\/><\/div><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Memberi kritik dan saran merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan profesional. Saat dilakukan dengan benar, kritik dapat memotivasi dan membantu kolega berkembang. Namun, jika disampaikan dengan cara yang salah, dapat menyinggung dan merusak hubungan. Sayang, jarang kita diajarkan bagaimana memberi kritik secara tepat. Namun, jangan khawatir! Berikut beberapa cara mengkritik dengan tepat. 1. Sampaikan Kritik &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":21,"featured_media":18343,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_ef_editorial_meta_date_first-draft-date":"","_ef_editorial_meta_paragraph_assignment":"","_ef_editorial_meta_checkbox_needs-photo":"","_ef_editorial_meta_number_word-count":"","footnotes":""},"categories":[99,198,211,206,203,199,200],"tags":[],"class_list":["post-18341","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-devotionals","category-biblical-talk","category-character","category-community","category-lifestyle","category-relationship","category-self-development"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18341","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18341"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18341\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29267,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18341\/revisions\/29267"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18343"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18341"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18341"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18341"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}