{"id":18960,"date":"2023-11-17T09:09:54","date_gmt":"2023-11-17T09:09:54","guid":{"rendered":"https:\/\/gkdi.org\/blog\/?p=18960"},"modified":"2025-08-01T14:20:57","modified_gmt":"2025-08-01T14:20:57","slug":"menyesal-parenting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/menyesal-parenting\/","title":{"rendered":"Parents, Ini 5 Cara Menyesal dalam Parenting Anak"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai orangtua, kita tak ingin menyesal dalam membesarkan anak, bukan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/parenting-remaja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Parenting <\/a><\/em>tidak pernah mudah. Ada sulitnya, ada kalanya kita bertengkar, berhadapan dengan si kecil yang ada-ada saja polanya. Namun, ada kalanya <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/keputusan-yang-bijak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">keputusan<\/a> yang kita ambil, demi <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/menjawab-pertanyaan-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">anak <\/a>sekalipun, bisa membuat kita menyesal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentu, kita tak ingin menyesal dalam membesarkan anak. Tetap saja itu bisa terjadi. Berikut adalah 5 <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/keputusan-yang-bijak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">keputusan <\/a>orangtua yang bisa berujung pada penyesalan. Mari kita renungkan baik-baik. Adakah kita melakukannya?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-4\"><a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/RTRK\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/rumah-tuhan-rumah-kita-gkdi.jpg\" \/><\/a><\/div><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Tidak Menghabiskan Waktu yang Cukup Bersama Anak<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyesal sering muncul ketika orangtua menyadari bahwa <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/waktu-untuk-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mereka tidak menghabiskan waktu yang cukup bersama anak-anaknya<\/a>. Padahal, adanya <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/waktu-yang-tepat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">waktu <\/a>berkualitas ini penting, agar anak bisa <em>bonding<\/em> dengan orangtuanya. Juga, agar <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/remaja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">orangtua mengajar tentang Tuhan kepada anak.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Efesus 6:4 mengingatkan, &#8220;<em>Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/marah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">amarah <\/a>di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.<\/em>&#8221; Menyesal karena kurangnya waktu berkualitas bisa dihindari. Cobalah mengusahakan momen-momen bersama anak dalam kegiatan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-15\"><iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/EjfzKHoEkso?autoplay=1&mute=1&loop=1&playlist=EjfzKHoEkso\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe><\/div><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Kurang Memberikan Contoh yang Baik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyesal juga sering muncul ketika orangtua menyadari bahwa mereka kurang memberikan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teladan-alkitab-penderitaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">contoh <\/a>yang baik. Anak-anak adalah peniru ulung, dan mereka sering meniru apa yang dilihat dari orangtuanya. Bayangkan jika anak melihat ayah dan ibunya bertengkar, <a href=\"http:\/\/10 Hal yang Tak Boleh Diucapkan kepada Anak Remaja Anda\">berbicara kasar<\/a>, atau memberi contoh buruk lainnya. Akan seperti apa anak nanti?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Amsal 22:6 mengatakan, &#8220;<em>Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu<\/em>.&#8221; Mari tanamkan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/empat-sifat-bapa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sifat-sifat<\/a> yang baik pada anak sedini mungkin. Mudahnya, kita hidup sebagaimana kita mau anak kita hidup nantinya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Tidak Mendengarkan dengan Penuh Empati<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/menyesal-gereja-gkdi-1-1.png\" alt=\"menyesal - gereja gkdi - 1 \" class=\"wp-image-18962\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/menyesal-gereja-gkdi-1-1.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/menyesal-gereja-gkdi-1-1-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/menyesal-gereja-gkdi-1-1-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada penyesalan saat orangtua menyadari bahwa mereka tidak cukup mendengarkan anak-anak mereka. Seringkali, orangtua ingin anak <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/anak-sulit-mendengarkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mendengarkan <\/a>mereka, tanpa melakukan yang sebaliknya. Maka, jangan heran jika anak kelak sulit untuk dekat dengan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teman-baik-dengan-ayah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ayah <\/a>atau <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/ibu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ibu<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yakobus 1:19 mengingatkan, &#8220;<em>setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah<\/em>.&#8221; Menyesal karena kurangnya <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/empati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">empati <\/a>dapat dihindari dengan menjadi pendengar yang baik dan responsif terhadap <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kebutuhan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kebutuhan <\/a>serta perasaan anak.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Terlalu Memfokuskan pada Prestasi daripada Karakter<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak orangtua menyesal karena terlalu memfokuskan pada prestasi <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/anak-menjadi-terang-di-sekolah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">akademik <\/a>atau ekstrakurikuler anak-anaknya daripada pembentukan karakter mereka. Betul, kita mau si buah hati punya nilai bagus, supaya <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/disiplin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">masa depannya<\/a> cerah. Akan tetapi, kepintaran akademis tidak berarti jika karakter mereka buruk.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Filipi 4:8 mengajarkan, &#8220;<em>Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.<\/em>&#8221; Ayat ini berlaku baik untuk orangtua maupun anak. Sebagai figur otoritas, mari pastikan bahwa anak memiliki karakter <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/orang-kristen-menjaga-kesehatan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kristus<\/a>. Jika anak sungguh bertumbuh baik secara akademis dan karakter, tentulah kita juga yang bangga.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5. Tidak Mendorong Pertumbuhan Rohani Anak<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyesal mungkin muncul ketika orangtua menyadari bahwa mereka tidak cukup mendorong pertumbuhan rohani anak-anak mereka. Ulangan 6:6-7 menyatakan, &#8220;<em>Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu\u2026 <\/em>&#8220;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apakah anak mengasihi Tuhan, sangat tergantung orangtua. Selagi ada <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/hidup-ini-adalah-kesempatan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kesempatan<\/a>, ajaklah anak memahami tentang Tuhan. <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/remaja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ajarlah mereka mengasihi Tuhan<\/a>, sedari kecil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyesal dalam <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/parenting-remaja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">parenting <\/a>adalah sesuatu yang sering kali terjadi, namun dengan mengenali dan menghindari kelima hal di atas, kita dapat memperkecil rasa menyesal tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ingatlah bahwa membesarkan anak bukan hanya tentang kebutuhan fisik atau akademis. Kita rindu mereka menjadi manusia seutuhnya &#8211; mengasihi Tuhan, mengasihi orang lain, dan bertumbuh sesuai potensinya.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\"><strong>&#8211;<\/strong><\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Related Articles:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/dosa-orang-tua\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">6 Dosa Orang Tua terhadap Anak yang Sering Tidak Disadari<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/momster\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">From Momster to Calm Mom<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/parenting-remaja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Parenting Remaja Susah? Terapkan 3 Tips Ini.<\/a> <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/parenting-remaja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Parents Wajib Tahu!<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kekeliruan-orang-tua\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Parents, Hindari 4 Kekeliruan ini Ketika Berbicara dengan Anak!<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/menjawab-pertanyaan-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Menjawab Pertanyaan Anak tentang Tuhan, Begini Caranya<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/anak-sehat-emosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">4 Tips Membesarkan Anak yang Sehat Secara Emosi<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-13\"><br\/>\r\n<b>Yuk, baca top artikel kami:<\/b><br\/>\r\n\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/muda-dan-gaul-di-mata-tuhan\/\"><b>Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/ibadah-sejati\/\/\"><b>Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/mazmur-91\/\"><b>Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teladan-3wanita-dalam-alkitab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/integritas\/\"><b>Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas<\/b><\/a><br\/><\/div><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>&#8211;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-11\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>Gereja <\/i><\/b><\/a> GKDI terdapat di<a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/#jemaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <b>41 kota<\/b><\/a> di Indonesia. <br\/>\r\nJika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut: <br\/><br\/>\r\n\r\n<iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/7s9g-oQWqM0\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe> <br\/><br\/>\r\n\r\n<strong>\r\n<input type=\"button\" style=\"  text-align: center; text-decoration: none; display: inline-block; width: 100%; height: 50px; background: orange;\r\n    margin-bottom: 16px;\" onclick=\"location.href='https:\/\/gkdi.org\/page\/biblestudy';\" value=\">> Click untuk mengikuti Bible Study <<\" \/>\r\n<\/strong>\r\n<br\/>\r\nDan, temukan lebih banyak content menarik &amp; menginspirasi melalui sosial media kami: \r\n<br\/>\r\nWebsite: <a href=\" https:\/\/link.gkdi.org\/web\"> https:\/\/link.gkdi.org\/web <br\/>\r\n<\/a>Facebook: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/facebook\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/facebook <br\/>\r\n<\/a>Instagram: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/instagram\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/instagram <br\/>\r\n<\/a>Blog: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/Blog <br\/>\r\n<\/a>Youtube: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/youtube\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/youtube <br\/>\r\n<\/a>TikTok: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok \" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok <br\/>\r\n<\/a>Twitter: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/twitter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/twitter <br\/>\r\n<\/a>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin <br\/>\r\n<\/a>Threads: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/threads\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/threads <br\/>\r\n<\/a>Whatsapp: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp <\/a> <br\/><br\/><\/div><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Sebagai orangtua, kita tak ingin menyesal dalam membesarkan anak, bukan? Parenting tidak pernah mudah. Ada sulitnya, ada kalanya kita bertengkar, berhadapan dengan si kecil yang ada-ada saja polanya. Namun, ada kalanya keputusan yang kita ambil, demi anak sekalipun, bisa membuat kita menyesal. Tentu, kita tak ingin menyesal dalam membesarkan anak. Tetap saja itu bisa terjadi. &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":21,"featured_media":18961,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_ef_editorial_meta_date_first-draft-date":"","_ef_editorial_meta_paragraph_assignment":"","_ef_editorial_meta_checkbox_needs-photo":"","_ef_editorial_meta_number_word-count":"","footnotes":""},"categories":[99,198,207,203,209,199,204],"tags":[],"class_list":["post-18960","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-devotionals","category-biblical-talk","category-family","category-lifestyle","category-parenting","category-relationship","category-spiritual-life"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18960","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18960"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18960\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18999,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18960\/revisions\/18999"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18961"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18960"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18960"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18960"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}