{"id":19159,"date":"2023-12-04T07:47:12","date_gmt":"2023-12-04T07:47:12","guid":{"rendered":"https:\/\/gkdi.org\/blog\/?p=19159"},"modified":"2025-08-01T13:00:26","modified_gmt":"2025-08-01T13:00:26","slug":"persembahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/persembahan\/","title":{"rendered":"Persembahan: Bukan Jumlah, tetapi Hati"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dulu, saya malas <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/3-cara-memberi-yang-terbaik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">memberi <\/a>persembahan. Saya akui, saya memang <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/jadi-kaya-tanpa-bersikap-pelit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pelit<\/a>. Tidak suka memberi <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/pinjam-dulu-seratus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uang <\/a>kepada orang lain, atau kalau tidak ada untungnya buat saya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat saya, makin banyak uang yang saya tabung, makin baik. Atau sebaiknya saya investasikan, supaya nilainya naik. Lumayan, supaya <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/disiplin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">masa depan<\/a> terjamin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akan tetapi, makin banyak uang saya, malah makin cemas hati saya. Kenapa saya tidak kunjung <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/sibuk-dan-bahagia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bahagia<\/a>?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-4\"><a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/RTRK\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/rumah-tuhan-rumah-kita-gkdi.jpg\" \/><\/a><\/div><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Memberi Persembahan, Mendatangkan Sukacita<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/persembahan-gereja-gkdi-2.png\" alt=\"persembahan - gereja gkdi - 1\" class=\"wp-image-19171\" style=\"width:730px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/persembahan-gereja-gkdi-2.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/persembahan-gereja-gkdi-2-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/persembahan-gereja-gkdi-2-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sampai saya putuskan untuk memberi. Saya mulai memberi persembahan, ikhlas dan sukarela, tak peduli nilainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasilnya, ternyata hati saya jadi lebih baik. <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/mengalami-kecemasan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kecemasan <\/a>saya berkurang, sebaliknya ada rasa <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/gembira-atau-sukacita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sukacita <\/a>yang muncul. Aneh memang: makin menimbun harta, makin cemas. Makin memberi (tentu dengan bijak), makin lepas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada dasarnya, persembahan memang bukan soal jumlah. Lebih tentang <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/pergi-ke-gereja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sikap hati<\/a> saat memberi. Sebagaimana diajarkan Yesus pada Markus 12:41-44, di mana Ia memuji seorang janda miskin yang mempersembahkan dua peser uang. Jumlah yang sangat sedikit, namun Yesus menekankan bahwa janda itu memberikan lebih banyak daripada orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa? Karena sang janda memberikan semua yang ia miliki. Janda ini punya hati yang mau memberi, dengan sungguh-sungguh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memberi dengan hati yang ikhlas dan tanpa pamrih, dengan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/iman-abraham-percaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kepercayaan <\/a>penuh kepada Tuhan, adalah esensi dari persembahan yang sejati. Bahkan datang juga sukacita sebagai hasilnya. Sekali lagi benarlah <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/firman-tuhan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">firman Tuhan<\/a>, bahwa memberi lebih baik daripada menerima (Kisah Para Rasul 20:35).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-15\"><iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/EjfzKHoEkso?autoplay=1&mute=1&loop=1&playlist=EjfzKHoEkso\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe><\/div><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sikap Hati, Kenapa Penting?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa sikap hati menjadi begitu penting dalam persembahan? Karena persembahan adalah ekspresi <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/iman-instan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">iman <\/a>kita kepada Tuhan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat kita memberi, kita sebenarnya percaya bahwa Tuhan adalah sumber dari segala <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/rahasia-di-balik-berkat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berkat <\/a>dan Dia akan terus menyediakan apa yang kita butuhkan (sekali lagi: yang kita butuhkan, bukan inginkan). Seperti dikatakan dalam Maleakhi 3:10, <em>\u201cBawalah seluruh persembahan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/perpuluhan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">persepuluhan <\/a>itu \u2026 dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, persembahan tidak cuma uang yang kita berikan, melainkan juga tindakan rohani yang mencerminkan iman kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, persembahan juga merupakan cara kita menunjukkan rasa <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/bersyukur-hal-kecil\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">syukur <\/a>kepada Tuhan atas segala berkat yang telah diberikan-Nya. Bukankah orang yang bersyukur, adalah orang yang berbahagia?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Persembahan untuk Berbagi<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/persembahan-gereja-gkdi-1.png\" alt=\"persembahan - gereja gkdi - 2\" class=\"wp-image-19170\" style=\"width:730px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/persembahan-gereja-gkdi-1.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/persembahan-gereja-gkdi-1-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/persembahan-gereja-gkdi-1-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persembahan juga seringkali menjadi sarana bagi kita untuk <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/3-cara-memberi-yang-terbaik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berbagi <\/a>dengan sesama. Dalam 2 Korintus 9:7 dikatakan, &#8220;<em>Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.<\/em>.&#8221; Ayat ini menekankan bahwa dalam memberi, haruslah dengan sukacita. Memberi dengan sukacita tidak hanya membawa berkat bagi yang menerima, tetapi juga bagi yang memberi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persembahan, pada akhirnya, adalah tentang menunjukkan cinta kita kepada Tuhan dan sesama. Ketika kita memberi, baik kepada Tuhan maupun kepada sesama, kita sedang menunjukkan cinta dan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/allah-peduli-allah-mengerti\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kepedulian <\/a>kita.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah mengapa sikap hati dalam memberi menjadi sangat penting. Persembahan yang datang dari hati yang <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/meminta-maaf-tulus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tulus <\/a>dan bersyukur memiliki nilai yang jauh lebih berharga di mata Tuhan daripada jumlahnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fokus yang Berganti<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa pun bentuknya, yang terpenting adalah <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/ikut-kata-hati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hati <\/a>kita dalam memberi. Persembahan yang diberikan dengan hati yang tulus dan penuh cinta akan selalu menjadi berkat bagi banyak orang, termasuk bagi diri kita sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui persembahan, kita diajak untuk tidak hanya berfokus pada apa yang kita miliki atau apa yang bisa kita berikan secara material. <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/produktif-tempat-kerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fokus <\/a>kita pun beralih, pada Allah dan kuasa-Nya. Kekhawatiran pun lenyap, berganti dengan sukacita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Related articles:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/perpuluhan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Sikap Hati dalam Memberi Perpuluhan<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/bersyukur-hal-kecil\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">3 Alasan Bersyukur akan Hal Kecil ini Dapat Mengubah Hidup Anda. Baca Yuk!<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/lelah-memberi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Lelah Memberi? Begini Cara Mengatasinya!<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kasih-tidak-pernah-gagal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kasih Tidak Pernah Gagal. Benarkah?<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/kesempatan-kedua\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Memberi Kesempatan Kedua Kepada Sesama<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-13\"><br\/>\r\n<b>Yuk, baca top artikel kami:<\/b><br\/>\r\n\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/muda-dan-gaul-di-mata-tuhan\/\"><b>Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/ibadah-sejati\/\/\"><b>Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/mazmur-91\/\"><b>Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teladan-3wanita-dalam-alkitab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/integritas\/\"><b>Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas<\/b><\/a><br\/><\/div><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-11\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>Gereja <\/i><\/b><\/a> GKDI terdapat di<a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/#jemaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <b>41 kota<\/b><\/a> di Indonesia. <br\/>\r\nJika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut: <br\/><br\/>\r\n\r\n<iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/7s9g-oQWqM0\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe> <br\/><br\/>\r\n\r\n<strong>\r\n<input type=\"button\" style=\"  text-align: center; text-decoration: none; display: inline-block; width: 100%; height: 50px; background: orange;\r\n    margin-bottom: 16px;\" onclick=\"location.href='https:\/\/gkdi.org\/page\/biblestudy';\" value=\">> Click untuk mengikuti Bible Study <<\" \/>\r\n<\/strong>\r\n<br\/>\r\nDan, temukan lebih banyak content menarik &amp; menginspirasi melalui sosial media kami: \r\n<br\/>\r\nWebsite: <a href=\" https:\/\/link.gkdi.org\/web\"> https:\/\/link.gkdi.org\/web <br\/>\r\n<\/a>Facebook: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/facebook\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/facebook <br\/>\r\n<\/a>Instagram: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/instagram\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/instagram <br\/>\r\n<\/a>Blog: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/Blog <br\/>\r\n<\/a>Youtube: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/youtube\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/youtube <br\/>\r\n<\/a>TikTok: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok \" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok <br\/>\r\n<\/a>Twitter: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/twitter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/twitter <br\/>\r\n<\/a>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin <br\/>\r\n<\/a>Threads: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/threads\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/threads <br\/>\r\n<\/a>Whatsapp: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp <\/a> <br\/><br\/><\/div><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Dulu, saya malas memberi persembahan. Saya akui, saya memang pelit. Tidak suka memberi uang kepada orang lain, atau kalau tidak ada untungnya buat saya. Buat saya, makin banyak uang yang saya tabung, makin baik. Atau sebaiknya saya investasikan, supaya nilainya naik. Lumayan, supaya masa depan terjamin. Akan tetapi, makin banyak uang saya, malah makin cemas &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":21,"featured_media":19169,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_ef_editorial_meta_date_first-draft-date":"","_ef_editorial_meta_paragraph_assignment":"","_ef_editorial_meta_checkbox_needs-photo":"","_ef_editorial_meta_number_word-count":"","footnotes":""},"categories":[99,198,203,205,204],"tags":[],"class_list":["post-19159","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-devotionals","category-biblical-talk","category-lifestyle","category-quite-time-and-pray","category-spiritual-life"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19159","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19159"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19159\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19187,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19159\/revisions\/19187"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19169"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}