{"id":19805,"date":"2024-01-08T07:12:20","date_gmt":"2024-01-08T07:12:20","guid":{"rendered":"https:\/\/gkdi.org\/blog\/?p=19805"},"modified":"2024-01-24T04:59:00","modified_gmt":"2024-01-24T04:59:00","slug":"ibu-kota-kejam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/ibu-kota-kejam\/","title":{"rendered":"Ibu Kota, Lebih Kejam dari Ibu Tiri?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernah dengar <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/perkataan-yang-dibumbui-garam\/\" data-type=\"post\" data-id=\"2876\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perkataan<\/a>, \u201cibu kota lebih kejam dari ibu tiri?\u201d Bisa jadi kita <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/menanti-pasangan-hidup-dengan-senyum\/\" data-type=\"post\" data-id=\"14614\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tersenyum <\/a>mendengarnya, tetapi untuk sebagian orang perkataan ini benar adanya. Hidup di kota besar seringkali datang dengan banyak perjuangan, <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/allah-sanggup\/\" data-type=\"post\" data-id=\"17941\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pergumulan <\/a>dan juga <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kesedihan\/\" data-type=\"post\" data-id=\"5889\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kesedihan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukan sekadar retorika, inilah realitas hidup di kota besar yang keras. Namun, bagaimana kita menyikapinya?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-4\"><a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/RTRK\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/rumah-tuhan-rumah-kita-gkdi.jpg\" \/><\/a><\/div><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Meski Ibu Kota Kejam, Jadilah Anak yang Baik<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/ibu-kota-gereja-gkdi-1.png\" alt=\"ibu kota - gereja gkdi - 1\" class=\"wp-image-19813\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/ibu-kota-gereja-gkdi-1.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/ibu-kota-gereja-gkdi-1-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/ibu-kota-gereja-gkdi-1-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hidup di ibu kota seringkali identik dengan persaingan, <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/rasa-damai\/\" data-type=\"post\" data-id=\"7134\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kecepatan<\/a>, dan kadang kala, kekejaman sosial yang terselubung. Dalam <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/sibuk-vs-produktif\/\" data-type=\"post\" data-id=\"13771\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kesibukan <\/a>dan tekanan ini, kita bisa saja tergoda untuk menjadi individu yang kehilangan sentuhan kemanusiaan, menjadi dingin dan tidak berperasaan. Tapi, sebagai <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/menyanyi-pujian-dan-penyembahan\/\" data-type=\"post\" data-id=\"18542\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">orang Kristen<\/a>, kita diingatkan untuk tidak larut dalam kekejaman, apapun alasannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ibu kota mungkin kejam, tetapi kita bisa menjadi anak-anak yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita diingatkan melalui Efesus 4:32, yang berbunyi, \u201c<em>Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/surat-filemon\/\" data-type=\"post\" data-id=\"17907\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengampuni<\/a>, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.<\/em>\u201d Ayat ini menegaskan bahwa, meskipun kehidupan di ibu kota keras, kita perlu untuk menjaga kelembutan hati, kasih sayang, dan kemurahan hati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-15\"><iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/EjfzKHoEkso?autoplay=1&mute=1&loop=1&playlist=EjfzKHoEkso\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe><\/div><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak yang beranggapan bahwa untuk bertahan di ibu kota, kita harus bertindak keras dan tanpa <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/empati\/\" data-type=\"post\" data-id=\"17353\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">empati<\/a>. Namun, sebagai orang Kristen, kekuatan kita sejatinya terletak pada kemampuan untuk tetap mengasihi, sesuai ajaran Kristus. Seperti dikatakan dalam 1 Korintus 13:2, \u201c<em>Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/rahasia-panggilan-allah\/\" data-type=\"post\" data-id=\"18603\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rahasia <\/a>dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/gunung\/\" data-type=\"post\" data-id=\"11517\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gunung<\/a>, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.<\/em>\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Marilah kita jangan jadi dingin hanya karena kerasnya hidup. Ulurkanlah tangan, saling membantu. Mungkin ada teman <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/pertahankan-iman-anak-kos\/\" data-type=\"post\" data-id=\"19706\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kos <\/a>yang perlu bantuan; bantulah sebisanya. Boleh jadi ada teman sekantor yang perlu didengarkan; jadilah teman curhat yang baik. Gunakan kesempatan untuk membantu dan menolong jika perlu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Taburkanlah Kasih<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/ibu-kota-gereja-gkdi-2.png\" alt=\"ibu kota - gereja gkdi - 2\" class=\"wp-image-19811\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/ibu-kota-gereja-gkdi-2.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/ibu-kota-gereja-gkdi-2-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/ibu-kota-gereja-gkdi-2-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di setiap sudut ibu kota, dalam setiap interaksi kerja, kita memiliki <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kesempatan-kedua\/\" data-type=\"post\" data-id=\"2944\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kesempatan <\/a>untuk menabur benih kasih. <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/siapa-aku\/\" data-type=\"post\" data-id=\"18047\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Identitas <\/a>kita sebagai orang Kristen bukanlah untuk menyesuaikan diri dengan kekejaman, melainkan untuk menjadi sumber cahaya dan kelembutan di tengah kebisingan dan kerasnya ibu kota.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Matius 5:14 mengingatkan kita, \u201c<em>Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi<\/em>.\u201d Sebagai orang Kristen di ibu kota, kita dipanggil untuk menjadi terang, menawarkan jalan yang penuh kasih, sebagaimana yang telah diajarkan oleh Kristus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mari kita renungkan: Apakah kita akan membiarkan ibu kota mengeraskan hati kita, atau kita akan tetap berpijak pada panggilan kita sebagai orang Kristen untuk menjadi saksi <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/ingat-kasih-bapa\/\" data-type=\"post\" data-id=\"18362\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kasih <\/a>dan terang di tengah kehidupan ibu kota? Jawabannya ada pada setiap pilihan dan tindakan kita.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Bisa Saya Lakukan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut tiga hal sederhana yang bisa kita mulai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Menjaga Kemanusiaan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ingatlah bahwa kita memiliki <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/bingung-menentukan-pilihan\/\" data-type=\"post\" data-id=\"18864\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pilihan <\/a>atas sifat dan sikap kita. Orang lain boleh jahat, orang lain boleh menipu, kita tetap berbuat baik. Percayalah, berbuat baik dan perhatian lebih mungkin menarik dibanding berlaku culas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2.Kasih sebagai Kekuatan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah tuntutan untuk bertahan hidup di ibu kota, <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/mengolah-perasaan\/\" data-type=\"post\" data-id=\"6009\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kekuatan <\/a>sejati kita terletak pada kemampuan untuk tetap berkasih dan berempati, sejalan dengan ajaran Kristus. Jalankanlah segala sesuatu dengan kasih, sebagaimana kata 1 Korintus 13.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Menjadi Terang di Tengah Kegelapan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita memiliki misi untuk menjadi sumber cahaya dan kelembutan di ibu kota, menunjukkan jalan kasih Kristus dalam setiap aspek kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mari Menjadi Anak-Anak yang Baik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hidup di ibu kota tidak melulu harus identik dengan persaingan atau kejahatan. Kita memiliki pilihan untuk berbuat baik, mengasihi, dan menjadi <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/menjadi-terang-dunia\/\" data-type=\"post\" data-id=\"18830\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">terang<\/a>. Pertanyaannya, akankah kita memilih untuk berbuat baik atau berbuat jahat?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yuk, kita memilih untuk berbuat baik secara aktif. Meski \u2018ibu\u2019 kita jahat, kita tetap bisa menjadi anak-anak yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ingin join komunitas Kristen, agar bisa tetap waras di tengah kejamnya ibu kota? Temukan komunitas yang sesuai dengan usiamu, <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/playlist?list=PLGsEXHP_PBeDaJ7e3fcgtWOZOrSmTQCR3\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Related articles:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kasih-kebutuhan-primer\/\" data-type=\"post\" data-id=\"18531\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kebutuhan Primer Semua Orang: Kasih. Ini Alasannya!<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/surat-filemon\/\" data-type=\"post\" data-id=\"17907\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kepedulian, Kasih, dan Pengampunan dalam Surat Filemon<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/hantu-masa-lalu\/\" data-type=\"post\" data-id=\"19264\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Menghalau Hantu Masa Lalu demi Hidup Damai<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kasih-allah\/\" data-type=\"post\" data-id=\"17849\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kabar Gembira! Kasih Allah lebih Besar dari Kesalahan Anda<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/ikut-pemilu-dengan-bijak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Ikut Pemilu dengan Bijak, Pakai 3 Cara Ini<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-13\"><br\/>\r\n<b>Yuk, baca top artikel kami:<\/b><br\/>\r\n\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/muda-dan-gaul-di-mata-tuhan\/\"><b>Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/ibadah-sejati\/\/\"><b>Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/mazmur-91\/\"><b>Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teladan-3wanita-dalam-alkitab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/integritas\/\"><b>Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas<\/b><\/a><br\/><\/div><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-11\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>Gereja <\/i><\/b><\/a> GKDI terdapat di<a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/#jemaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <b>41 kota<\/b><\/a> di Indonesia. <br\/>\r\nJika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut: <br\/><br\/>\r\n\r\n<iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/7s9g-oQWqM0\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe> <br\/><br\/>\r\n\r\n<strong>\r\n<input type=\"button\" style=\"  text-align: center; text-decoration: none; display: inline-block; width: 100%; height: 50px; background: orange;\r\n    margin-bottom: 16px;\" onclick=\"location.href='https:\/\/gkdi.org\/page\/biblestudy';\" value=\">> Click untuk mengikuti Bible Study <<\" \/>\r\n<\/strong>\r\n<br\/>\r\nDan, temukan lebih banyak content menarik &amp; menginspirasi melalui sosial media kami: \r\n<br\/>\r\nWebsite: <a href=\" https:\/\/link.gkdi.org\/web\"> https:\/\/link.gkdi.org\/web <br\/>\r\n<\/a>Facebook: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/facebook\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/facebook <br\/>\r\n<\/a>Instagram: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/instagram\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/instagram <br\/>\r\n<\/a>Blog: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/Blog <br\/>\r\n<\/a>Youtube: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/youtube\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/youtube <br\/>\r\n<\/a>TikTok: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok \" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok <br\/>\r\n<\/a>Twitter: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/twitter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/twitter <br\/>\r\n<\/a>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin <br\/>\r\n<\/a>Threads: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/threads\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/threads <br\/>\r\n<\/a>Whatsapp: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp <\/a> <br\/><br\/><\/div><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Pernah dengar perkataan, \u201cibu kota lebih kejam dari ibu tiri?\u201d Bisa jadi kita tersenyum mendengarnya, tetapi untuk sebagian orang perkataan ini benar adanya. Hidup di kota besar seringkali datang dengan banyak perjuangan, pergumulan dan juga kesedihan. Bukan sekadar retorika, inilah realitas hidup di kota besar yang keras. Namun, bagaimana kita menyikapinya? Meski Ibu Kota Kejam, &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":21,"featured_media":19812,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_ef_editorial_meta_date_first-draft-date":"","_ef_editorial_meta_paragraph_assignment":"","_ef_editorial_meta_checkbox_needs-photo":"","_ef_editorial_meta_number_word-count":"","footnotes":""},"categories":[198,206,99,203,205,199,204,1],"tags":[],"class_list":["post-19805","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biblical-talk","category-community","category-devotionals","category-lifestyle","category-quite-time-and-pray","category-relationship","category-spiritual-life","category-uncategorized"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19805","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19805"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19805\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20246,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19805\/revisions\/20246"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19812"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19805"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19805"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19805"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}