{"id":2742,"date":"2017-08-13T10:20:36","date_gmt":"2017-08-13T10:20:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/?p=2742"},"modified":"2024-03-25T10:13:15","modified_gmt":"2024-03-25T10:13:15","slug":"doa-kristen-menurut-doa-bapa-kami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/doa-kristen-menurut-doa-bapa-kami\/","title":{"rendered":"8 Panduan Doa Kristen Menurut Perikop &#8216;Doa Bapa Kami&#8217;"},"content":{"rendered":"\n\n<p>Salah satu contoh <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/cara-berdoa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">doa<\/a> Yesus adalah <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/doa-bapa-kami\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">&#8220;Doa Bapa Kami&#8221;<\/a>. <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/doa-makan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Doa<\/a> ini begitu banyak dikenal dan digunakan oleh orang Kristen untuk panduan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/video-maksimalkan-kuasa-doa-inspirasi-motivasi-kristen-blog\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berdoa<\/a>. Tidak terbantahkan bahwa <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/video-strategi-dalam-berdoa-inspirasi-motivasi-kristen-blog\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Doa<\/a> adalah salah satu gambaran yang paling kelihatan dari <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/perasaan-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Iman<\/a> seorang Kristen.<\/p>\n<p>Melalui <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/4-doa-yang-penting-dipanjatkan-untuk-anak-remaja-anda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">doa<\/a> Anda bisa merasakan ketenangan di tengah-tengah kegalauan dan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kekhawatiran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kekhawatiran<\/a> dari hidup Anda. Melalui <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/efektif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">doa<\/a> Anda bisa merasakan dan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/pikiran-positif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berpikir<\/a> secara lebih tenang karena melihat ada<a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/ayo-bangkitkan-harapan-inspirasi-motivasi-kristen-bible-verse\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> harapan<\/a> setelah apa yang Anda minta telah\u00a0disebutkan kepada Tuhan. Juga melalui <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/video-berdoa-untuk-dekat-renungan-dan-inspirasi-kristen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">doa,<\/a> Anda bisa merasakan artinya kepasrahan atas suatu keadaan yang tidak bisa Anda kuasai. Ya, melalui doa, Anda bisa merasakan begitu banyak manfaat rohani serta\u00a0pembentukan karakter yang baik.<\/p>\n<p>Yesus bahkan secara pribadi menunjukan dalam hidupnya bagaimana Ia selalu berdoa, bagaimana Ia menggunakan waktunya untuk ber<a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/video-renungan-kristen-bertekun-dalam-doa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">doa<\/a>, bagaimana keputusan-keputusan yang penting dalam pelayanan Dia, selalu dimulai dengan berdoa.<\/p>\n<h2><strong>Pertanyaan yang sederhana adalah: Bagaimana berdoa itu? Apa contoh berdoa yang Alkitabiah?<\/strong><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8478 size-full\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/doa-maksimalkan-e1671702381480.jpg\" alt=\"doa maksimalkan\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/doa-maksimalkan-e1671702381480.jpg 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/doa-maksimalkan-e1671702381480-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Dalam denominasi saya yang dahulu, pada bagian akhir doa \u201c<a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/rahasia-doa-syafaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Syafaat<\/a>\u201d, biasanya pemimpin doa akan berkata kira-kira seperti begini: \u201c<em>Dan kami akan mengakhiri doa kami ini dengan mengucapkan doa yang sempurna seperti yang Engkau ajarkan\u2026..<\/em>\u201d atau berkata: \u201c<em>Dan kami akan menyempurnakan doa kami ini dengan doa yang Engkau ajarkan:\u2026<\/em>\u201d<\/p>\n<p>Pertanyaannya adalah apakah Yesus berkata doa yang Dia ajarkan itu adalah yang <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/perfeksionis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sempurna<\/a>? Sepertinya tidak! Apakah doa saya akan sempurna jika saya menutup doa saya dengan mengucapkan doa yang diajarkan Yesus itu? Juga tidak! Jadi bagaimana seharusnya seseorang berdoa?<\/p>\n<h2><strong>Pertama adalah keadaan sewaktu Anda berdoa<\/strong><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-7943 size-full\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/berdoa-gkdi-3.jpg\" alt=\"berdoa - gkdi 3\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/berdoa-gkdi-3.jpg 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/berdoa-gkdi-3-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/verse.php?book=mat&amp;chapter=6&amp;verse=6\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Matius 6:6<\/a>\u00a0menjelaskan bahwa yang Yesus ajarkan tentang keadaan doa adalah bukan tentang perihal menutup pintu atau harus\u00a0dilakukan di dalam rumah. Karena jika Anda berada di tempat umum, berarti\u00a0Anda tidak boleh berdoa karena terbuka <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/menguntungkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">situasinya<\/a>. Atau ketika Anda sedang berada di dalam restoran, Anda juga tidak bisa berdoa karena Anda akan dilihat oleh orang lain. Jadi bukan soal tempat yang dimaksud di sini, tetapi keadaan Anda. Yang Yesus ajarkan adalah tentang\u00a0<a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/produktif-tempat-kerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berkonsentrasi<\/a> dengan baik. Ketika Anda berdoa, maka Anda tidak boleh membiarkan keadaan mengganggu Anda sewaktu berdoa.<\/p>\n<h2><strong>Kedua adalah Motivasi Anda Berdoa<\/strong><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2419 size-full\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/lightstock_348032_small_user_270533-e1671702340108.jpg\" alt=\"memulai doa\" width=\"600\" height=\"399\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/lightstock_348032_small_user_270533-e1671702340108.jpg 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/lightstock_348032_small_user_270533-e1671702340108-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Di cerita yang sama dalam\u00a0<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/verse.php?book=Mat&amp;chapter=6&amp;verse=5\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Matius 6:5<\/a>, Yesus membandingkan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/motivasi-dan-disiplin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">motivasi<\/a> para pemuka agama Yahudi pada waktu itu, di mana motivasi mereka berdoa adalah supaya terlihat\u00a0rohani. Bahkan seluruh pasal 6, Yesus fokus untuk membicarakan dan membuka motivasi dari semua kegiatan rohani yang Anda lakukan. Jika Anda berdoa, jangan dengan motivasi supaya dilihat orang. Jika <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/manfaat-puasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berpuasa<\/a>, jangan dengan motivasi supaya diketahui oleh orang bahwa Anda sedang berpuasa, dengan wajah yang dibuat seperti orang kelaparan. Juga tentang memberi sesuatu kepada orang yang miskin, biasanya tidak banyak orang yang melakukannya.\u00a0Karena itu, tantangan untuk ingin dilihat sebagai orang yang baik hati dan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/tuhan-tahu-dan-masih-mengasihi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengasihi<\/a> adalah sangat besar sekali.<\/p>\n<p>Yesus mengajarkan jika Anda memberi sedekah, caranya adalah dengan diam-diam dan bukan untuk diumumkan kepada banyak orang, bahkan jika perlu dalam ilustrasi yang paling dekat adalah mengenai tangan kanan dan tangan kiri. Betapa Yesus mau untuk Anda memiliki motivasi yang benar dalam melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan rohani Anda, termasuk di dalamnya adalah doa.<\/p>\n<h2><strong>Ketiga adalah struktur dalam Berdoa<\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-16094 size-full\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/doa-gkdi-3.jpg\" alt=\"doa-gkdi-3\" width=\"600\" height=\"341\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/doa-gkdi-3.jpg 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/doa-gkdi-3-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Dalam\u00a0<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/verse.php?book=Mat&amp;chapter=6&amp;verse=7\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Matius 6:7<\/a>, Yesus menyatakan suatu pernyataan yang kelihatan kecil tapi sebenarnya adalah hal yang sangat besar. Dia berkata kalau berdoa jangan bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Coba Anda pikirkan, bahwa Anda merasa Anda sudah mengenal Tuhan, tetapi dari doa Anda, Tuhan bisa tahu bahwa Anda sebenarnya orang yang tidak mengenal Dia.<\/p>\n<p>Bertele-tele adalah kebiasaan orang yang berbicara tidak teratur, alur bicaranya tidak logis dan tidak dalam urutan yang bagus. Misalnya fakta maju-mundur dalam plot cerita yang juga tidak beraturan. Sebagai contoh: jika Anda <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/drakor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menonton film<\/a>, ketika\u00a0tokoh-tokoh yang muncul dalam film itu tidak jelas hubungannya satu sama lain, kronologi cerita yang tidak teratur tetapi maju-mundur, atau topik cerita yang berbeda-beda. Bisakah Anda menikmati film itu? Atau bahkan mengerti alur cerita film itu? Tentu saja tidak!<\/p>\n<p>Karena itu, doa yang Yesus ajarkan (namanya bukan Doa Bapa kami), adalah suatu bentuk atau struktur berdoa supaya Anda berdoa tidak bertele-tele dan juga menunjukkan bahwa Anda mengenal Tuhan.<\/p>\n<h2><strong>STRUKTUR DALAM BERDOA (menurut perikop &#8220;Doa Bapa Kami&#8221; &#8211; <a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/passage.php?passage=mat%206:9-13\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Matius 6:9-13<\/a>)<\/strong><\/h2>\n<div class=\"indent\">\n<h4><strong>1. Bapa kami yang Di Sorga, Di Kuduskanlah Nama-Mu<br \/><\/strong><\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-16095 size-full\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/doa-gkdi-4.jpg\" alt=\"doa-gkdi-4\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/doa-gkdi-4.jpg 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/doa-gkdi-4-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Awal dari sebuah doa adalah hubungan. Anda tahu siapa yang Anda percayai sebagai Tuhan Anda, dan Anda juga kenal Tuhan itu. Kata-kata Bapa menunjukan hubungan yang dekat, namun ada derajat yang berbeda di mana Yesus menambahkan kata-kata &#8216;di Sorga&#8217;. Sorga menunjukan keadaan yang sempurna, tetapi juga tujuan atau hadiah bagi Anda yang hidup sesuai <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/santapan-rohani-firman-tuhan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">firman<\/a>. Dengan mengucapkan Bapa yang di Sorga, Anda sedang berkata bahwa Anda tahu bahwa Tuhan itu mau dekat dengan Anda, tetapi juga Tuhan itu memiliki derajat yang <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/bagaimana-untuk-menjadikan-diri-anda-berbeda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berbeda<\/a> dengan Anda. Anda ingin dekat tapi dengan rasa hormat. Yang kedua adalah bahwa Anda mengenal siapa Tuhan itu, dengan menyebutkan kata-kata &#8220;Dikuduskan Nama-Mu.&#8221;<\/p>\n<p>Selain kata-kata, pujian (<em>Praise<\/em>) tetapi juga menggambarkan apa yang Anda tahu tentang Tuhan. Saya lebih suka menyatakan bahwa doa yang terstruktur adalah doa yang dimulai dengan Tahu siapa Tuhan, Mengenal Setiap Hal tentang Tuhan itu, baik melalui perbuatan Tuhan, karakter Tuhan, pertolongan Tuhan, Rencana Tuhan, semuanya tentang Tuhan yang Anda kenal, melalui Firman Tuhan dan kehidupan Anda yang sesuai dengan Firman Tuhan juga.<\/p>\n<blockquote>\n<p>ANDA INGIN DEKAT TAPI DENGAN RASA HORMAT.<\/p>\n<\/blockquote>\n<h4><strong>2. Datanglah Kerajaan-Mu<\/strong><\/h4>\n<p>Dalam percakapan di dalam Yesus dengan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/pemungut-cukai-dan-orang-farisi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">orang-orang Farisi<\/a> di Lukas 17, Yesus menyatakan bahwa Kerajaan Allah ada di antara mereka. Jadi maksudnya, jika Anda berdoa dan mengucapkan tentang kedatangan Kerajaan Allah? Apakah Kerajaan Allah itu nanti di akhir zaman, atau kerajaan Allah itu sudah ada?<\/p>\n<p>Dalam memberitakan firman, ada kata-kata yang sama diucapkan oleh Yohanes Pembaptis dan juga Yesus, yaitu tentang pertobatan dan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Jika Yesus berkata bahwa Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengah mereka pada waktu itu, maka bisa disimpulkan bahwa Doa supaya Kerajaan Allah itu datang adalah berbicara tentang Jjmaat Kristus. Pada bagian inilah Anda berdoa kepada Jemaat dimana Anda berada, atau untuk ministry dan grup dimana Anda terlibat.<\/p>\n<h4><strong>3. Jadilah Kehendak-Mu di Bumi seperti di Sorga<\/strong><\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-16098 size-full\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/doa-gkdi-6.jpg\" alt=\"doa-gkdi-6\" width=\"600\" height=\"399\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/doa-gkdi-6.jpg 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/doa-gkdi-6-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Dari manakah Anda mengetahui kehendak Tuhan? Pasti kita semua sepakat, bahwa untuk mengetahui kehendak Tuhan, kita mendapatkannya hanya melalui Firman Tuhan. Pada bagian ini, saya akan berdoa tentang bagian Alkitab yang saya pelajari hari itu (jika membaca Firman lebih dahulu), atau mendoakan bahan bacaan saya hari sebelumnya (jika saya berdoa lebih dahulu). Bagian ini\u00a0merupakan bagian di mana Anda melakukan refleksi dan meditasi dari Firman Tuhan, apa yang Anda pelajari, apa pesan yang Anda terima, apa keputusan atau perubahan apa yang harusnya Anda lakukan supaya kehendak Tuhan terjadi dalam hidup Anda.<\/p>\n<h4><strong>4. Dan Berikanlah Makanan yang secukupnya<\/strong><\/h4>\n<p>Setelah 3 hal awal tentang Tuhan, Nama Tuhan, Jemaat Tuhan, dan Firman Tuhan, barulah Anda mendoakan apa yang Anda butuhkan. Jelas sekali bahwa dibalik kata-kata berikanlah yang secukupnya, terdapat\u00a0suatu karakter kepasrahan yang luar biasa bahwa yang diminta adalah yang cukup untuk kebutuhan Anda. Terus ada orang berkata:\u00a0<em>\u201cKan ada prinsip sesuai <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/tulus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">iman<\/a>, jika minta sedikit pasti akan dikasih sedikit, jika minta banyak juga akan diberikan banyak sesuai ukuran iman!\u201d<\/em>\u00a0Masalahnya adalah semua yang berhubungan dengan kerakusan adalah dosa, yang kedua adalah <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/7-alasan-membaca-alkitab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alkitab <\/a>tidak pernah kontradiksi dengan\u00a0prinsip-prinsip Firman Tuhan, semuanya ada dalam satu garis. Jika permintaan Anda sejak awal selalu meminta yang banyak, saya bisa pastikan bahwa Anda adalah orang yang tidak mengenal Firman Tuhan. Yesus mengajarkan untuk meminta sesuai yang Anda butuhkan.<\/p>\n<h4><strong>5. Dan Ampunilah Kesalahan Kami<br \/><\/strong><\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-16100 size-full\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/doa-gereja-1.jpg\" alt=\"doa-gereja-1\" width=\"600\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/doa-gereja-1.jpg 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/doa-gereja-1-300x225.jpg 300w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/doa-gereja-1-560x420.jpg 560w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/doa-gereja-1-80x60.jpg 80w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/doa-gereja-1-265x198.jpg 265w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Perhatikan sambungan dari permintaan kebutuhan untuk hari ini, yang mana dibutuhkan adalah kerendahan hati dan hati yang murni kepada Tuhan, hati yang rohani dan bukan duniawi. Barulah dilanjutkan dengan kata-kata permohonan untuk <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/memaafkan-secepatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pengampunan<\/a>. Biasanya bagian ini kita bisa membersihkan hati nurani kita dengan mengupas secara terbuka akan motivasi hati kita, ketidakmurnian hati kita, dan semua hal-hal tersembunyi yang bisa menghancurkan kerohanian Anda. Apakah juga ada pengakuan dosa? Menarik untuk kita diskusikan. Tetapi dari <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/ayat-ayat-alkitab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ayat-ayat Alkitab<\/a> yang lain, kita menemukan bahwa pengakuan dosa selalu dilakukan secara bersama, atau kepada satu sama lain.<\/p>\n<h4><strong>6. Kesalahan Orang lain<\/strong><\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-16099 size-full\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/bahagia-gereja-gkdi-2.jpg\" alt=\"doa-gereja gkdi- 2\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/bahagia-gereja-gkdi-2.jpg 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/bahagia-gereja-gkdi-2-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Yang menarik dari bagian ini adalah ketika Yesus memasukan\u00a0<strong>unsur orang lain dalam doa Anda<\/strong>. Siapa orang lain yang menyakiti Anda? Adakah orang lain yang terlibat dalam kehidupan Anda? Siapa orang lain yang membantu Anda? Intinya adalah pada bagian ini, Anda mendoakan secara\u00a0<strong>spesifik<\/strong>\u00a0orang lain yang akan Anda masukan dalam doa-doa Anda, entah itu keluarga, teman, saudara\/i, pemerintah, bahkan orang-orang yang menyakiti Anda!<\/p>\n<h4><strong>7. Dan Janganlah Membawa ke dalam Pencobaan tetapi Lepaskan dari yang Jahat<\/strong><\/h4>\n<p>Inilah bagian penutup di mana\u00a0<em>Anda memohon perlindungan dari Tuhan<\/em>. Perlindungan dari hal yang jahat, perlindungan dari pencobaan, bahkan melepaskan diri dari kejahatan atau hal-hal yang jahat.<\/p>\n<h4><strong>8. Karena Engkaulah Yang Empunya\u2026<\/strong><\/h4>\n<p>Bagian terakhir dari doa itu adalah tambahan yang ditambahkan karena digunakan dalam ritual kebaktian Kristen di abad pertengahan. Ini bukan bagian dari struktur berdoa yang Yesus ajarkan. Anda tidak perlu menyebutnya.<\/p>\n<\/div>\n<p>Jadi ketika berdoa yang benar memiliki prinsip sebagai berikut: Anda harus perhatikan\u00a0<strong>keadaan<\/strong>\u00a0<strong>waktu Anda berdoa<\/strong>; apakah Anda bisa berkonsentrasi dengan baik waktu berdoa, Anda berdoa dengan\u00a0<strong>motivasi<\/strong>\u00a0<strong>yang benar<\/strong>; bukan untuk kelihatan rohani, tetapi karena memang Anda mau dekat dengan Tuhan, dan yang terakhir adalah Anda harus memperhatikan\u00a0<strong>struktur dalam berdoa<\/strong>\u00a0supaya doa Anda menjadi doa yang benar seperti seseorang yang berdoa karena dia mengenal Tuhan.<\/p>\n<h6><b>&#8211;<\/b><\/h6>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Related Articles:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Bagaimana cara Berdoa saat Ujian?&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:14847,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0,&quot;3&quot;:1},&quot;4&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:16777215},&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;6&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;7&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;8&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:4,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0},&quot;15&quot;:&quot;Poppins&quot;,&quot;16&quot;:12}\" data-sheets-formula=\"=HYPERLINK(&quot;https:\/\/gkdi.org\/blog\/doa-sebelum-ujian-cara-dan-bagaimana\/&quot;,&quot;Bagaimana cara Berdoa saat Ujian?&quot;)\" data-sheets-hyperlink=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/doa-sebelum-ujian-cara-dan-bagaimana\/\"><a class=\"in-cell-link\" href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/doa-sebelum-ujian-cara-dan-bagaimana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana cara Berdoa saat Ujian?<\/a><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Apakah Doa Anda seperti Pagar atau Pintu?&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:14847,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0,&quot;3&quot;:1},&quot;4&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:16777215},&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;6&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;7&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;8&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:4,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0},&quot;15&quot;:&quot;Poppins&quot;,&quot;16&quot;:12}\" data-sheets-hyperlink=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/apakah-doa-anda-seperti-pagar-atau-pintu\/\"><a class=\"in-cell-link\" href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/apakah-doa-anda-seperti-pagar-atau-pintu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apakah Doa Anda seperti Pagar atau Pintu?<\/a><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Berdoa dengan Penuh Keyakinan Iman \u2013 Ibrani 10:19-22&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:1061887,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;4&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:16777215},&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;6&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;7&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;8&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:4,&quot;12&quot;:0,&quot;15&quot;:&quot;Arial&quot;,&quot;16&quot;:12,&quot;23&quot;:1}\" data-sheets-hyperlink=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/berdoa-dengan-penuh-percaya-diri-ibrani-1019-22\/\"><a class=\"in-cell-link\" href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/berdoa-dengan-penuh-percaya-diri-ibrani-1019-22\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berdoa dengan Penuh Keyakinan Iman \u2013 Ibrani 10:19-22<\/a><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Menanti Sebuah Jawaban Doa vs. Memanipulasi Tuhan&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:1317885,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;6&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;7&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;8&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:4,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0},&quot;15&quot;:&quot;Arial&quot;,&quot;21&quot;:1,&quot;23&quot;:1}\" data-sheets-hyperlink=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/menanti-sebuah-jawaban-doa\/\"><a class=\"in-cell-link\" href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/menanti-sebuah-jawaban-doa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Menanti Sebuah Jawaban Doa vs. Memanipulasi Tuhan<\/a><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Strategi dalam Doa, Perlukah?&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:1317885,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;6&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;7&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;8&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:4,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0},&quot;15&quot;:&quot;Arial&quot;,&quot;21&quot;:1,&quot;23&quot;:1}\" data-sheets-hyperlink=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/strategi-dalam-doa-perlukah\/\"><a class=\"in-cell-link\" href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/strategi-dalam-doa-perlukah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Strategi dalam Doa, Perlukah?<\/a><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><div class=\"a-single a-13\"><br\/>\r\n<b>Yuk, baca top artikel kami:<\/b><br\/>\r\n\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/muda-dan-gaul-di-mata-tuhan\/\"><b>Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/ibadah-sejati\/\/\"><b>Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/mazmur-91\/\"><b>Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teladan-3wanita-dalam-alkitab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/integritas\/\"><b>Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas<\/b><\/a><br\/><\/div><\/span><\/p>\n<h6><b>&#8211;<\/b><\/h6>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><div class=\"a-single a-11\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>Gereja <\/i><\/b><\/a> GKDI terdapat di<a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/#jemaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <b>41 kota<\/b><\/a> di Indonesia. <br\/>\r\nJika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut: <br\/><br\/>\r\n\r\n<iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/7s9g-oQWqM0\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe> <br\/><br\/>\r\n\r\n<strong>\r\n<input type=\"button\" style=\"  text-align: center; text-decoration: none; display: inline-block; width: 100%; height: 50px; background: orange;\r\n    margin-bottom: 16px;\" onclick=\"location.href='https:\/\/gkdi.org\/page\/biblestudy';\" value=\">> Click untuk mengikuti Bible Study <<\" \/>\r\n<\/strong>\r\n<br\/>\r\nDan, temukan lebih banyak content menarik &amp; menginspirasi melalui sosial media kami: \r\n<br\/>\r\nWebsite: <a href=\" https:\/\/link.gkdi.org\/web\"> https:\/\/link.gkdi.org\/web <br\/>\r\n<\/a>Facebook: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/facebook\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/facebook <br\/>\r\n<\/a>Instagram: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/instagram\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/instagram <br\/>\r\n<\/a>Blog: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/Blog <br\/>\r\n<\/a>Youtube: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/youtube\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/youtube <br\/>\r\n<\/a>TikTok: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok \" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok <br\/>\r\n<\/a>Twitter: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/twitter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/twitter <br\/>\r\n<\/a>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin <br\/>\r\n<\/a>Threads: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/threads\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/threads <br\/>\r\n<\/a>Whatsapp: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp <\/a> <br\/><br\/><\/div><\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/wp:post-content --><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Salah satu contoh doa Yesus adalah &#8220;Doa Bapa Kami&#8221;. Doa ini begitu banyak dikenal dan digunakan oleh orang Kristen untuk panduan berdoa. Tidak terbantahkan bahwa Doa adalah salah satu gambaran yang paling kelihatan dari Iman seorang Kristen. Melalui doa Anda bisa merasakan ketenangan di tengah-tengah kegalauan dan kekhawatiran dari hidup Anda. Melalui doa Anda bisa &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":12,"featured_media":3768,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_ef_editorial_meta_date_first-draft-date":"","_ef_editorial_meta_paragraph_assignment":"","_ef_editorial_meta_checkbox_needs-photo":"","_ef_editorial_meta_number_word-count":"","footnotes":""},"categories":[99,198,205],"tags":[],"class_list":["post-2742","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-devotionals","category-biblical-talk","category-quite-time-and-pray"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2742","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2742"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2742\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21393,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2742\/revisions\/21393"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3768"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2742"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2742"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2742"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}