{"id":27575,"date":"2025-07-29T06:26:57","date_gmt":"2025-07-29T06:26:57","guid":{"rendered":"https:\/\/gkdi.org\/blog\/?p=27575"},"modified":"2025-08-29T09:54:24","modified_gmt":"2025-08-29T09:54:24","slug":"3-kesalahpahaman-tentang-arti-dari-fleksibel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/3-kesalahpahaman-tentang-arti-dari-fleksibel\/","title":{"rendered":"3 Kesalahpahaman Tentang Arti Fleksibel yang Perlu Diketahui"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fleksibilitas adalah kualitas yang sering dipandang positif. Namun, dalam hidup orang percaya, kata ini bisa disalahartikan. Banyak orang berpikir bahwa menjadi fleksibel berarti menyesuaikan diri dengan segala situasi tanpa batas, bahkan jika itu bertentangan dengan nilai-nilai Alkitab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-4\"><a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/RTRK\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/rumah-tuhan-rumah-kita-gkdi.jpg\" \/><\/a><\/div><br><br>Tanpa disadari, banyak orang Kristen terjebak dalam <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/pemahaman-yang-benar-akan-kasih-allah-ada-5-poin\/\" data-type=\"post\" data-id=\"23538\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pemahaman yang keliru<\/a> tentang bagaimana seharusnya. Akibatnya, mereka mulai kompromi dalam nilai-nilai firman Tuhan, mudah goyah dalam prinsip kebenaran, dan kehilangan arah dalam hubungan maupun pelayanan.<br><br>Fleksibilitas sejati dalam kehidupan orang percaya bukan berarti bablas tanpa batas, melainkan memiliki hikmat untuk menyesuaikan tanpa mengorbankan kebenaran. Seperti Yesus yang penuh kasih namun tetap teguh dalam prinsip, kita pun dipanggil mencontoh seperti yang Yesus lakukan, namun <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/3-langkah-punya-gaya-hidup-bijak-tidak-cepat-bokek\/\" data-type=\"post\" data-id=\"28610\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">teguh dalam tujuan<\/a>, yaitu hidup dalam terang firman Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-15\"><iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/EjfzKHoEkso?autoplay=1&mute=1&loop=1&playlist=EjfzKHoEkso\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe><\/div><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Simak<\/strong> <strong>3 Kesalahpahaman Berikut, Tentang Arti Fleksibel <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam dunia yang terus berubah, dibutuhkan prinsip yang jelas dan kuat. Sebagai murid Kristus, kita perlu membedakan antara mana yang bijak dan mana yang <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/pertahankan-iman-anak-kos\/\" data-type=\"post\" data-id=\"19706\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">melemahkan iman<\/a>. Dibawah ini, kita akan melihat tiga kesalahpahaman tentang arti menjadi fleksibel, dan bagaimana firman Tuhan membimbing kita untuk bersikap tepat dalam setiap situasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Salah, Jika Fleksibel Berarti Bisa Menyesuaikan Diri dengan Apa Saja, Termasuk Dosa<\/strong><\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Fleksibel-gereja-gkdi-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-28018\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Fleksibel-gereja-gkdi-1.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Fleksibel-gereja-gkdi-1-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Fleksibel-gereja-gkdi-1-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak orang yang salah paham bahwa menjadi fleksibel berarti harus menerima segala sesuatu tanpa syarat, bahkan yang <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/5-bukti-tak-terbantahkan-tuhan-membenci-pertikaian\/\" data-type=\"post\" data-id=\"25751\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bertentangan<\/a> dengan firman Tuhan. Tapi Alkitab menegaskan, \u201cJanganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini\u2026\u201d (Roma 12:2). Orang percaya dipanggil untuk tetap teguh pada kebenaran, bukan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/9-cara-menjadi-profesional\/\" data-type=\"post\" data-id=\"20205\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berkompromi <\/a>atas nama toleransi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menjadi fleksibel bukan berarti membenarkan dosa atau menyetujui nilai-nilai dunia yang bertentangan dengan Injil. Yesus sendiri menunjukkan sikap penuh kasih namun tetap tegas terhadap dosa. Kita bisa mengisyaratkan lembut terhadap orang, namun tetap <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/3-pelajaran-dari-kesalahan-adam-tidak-mencari-alasan\/\" data-type=\"post\" data-id=\"28596\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tegas<\/a> terhadap prinsip.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Salah, Jika Fleksibel Berarti Tidak Perlu Punya Komitmen Tegas<\/strong><\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Fleksibel-gereja-gkdi-2.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-28019\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Fleksibel-gereja-gkdi-2.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Fleksibel-gereja-gkdi-2-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Fleksibel-gereja-gkdi-2-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesalahpahaman kedua adalah bahwa menjadi fleksibel berarti kita bebas dari komitmen, bisa berubah-ubah sesuai kenyamanan. Namun, Tuhan menghargai kesetiaan dan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/video-3-komitmen-untuk-membangun-hubungan-persahabatan-inspirasi-motivasi-kristen-blog\/\" data-type=\"post\" data-id=\"12946\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">komitmen<\/a>. Mazmur 15:4 menggambarkan orang yang benar sebagai \u201cyang memegang janji meski rugi.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pelayanan, keluarga, atau hubungan, tidak berarti mudah menyerah saat keadaan sulit. Justru, kita dipanggil untuk menjaga komitmen meskipun keadaan berubah. Tuhan sendiri adalah Allah yang setia, dan Dia ingin kita mencerminkan karakter-Nya. Komitmen kita pada Tuhan berarti <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/menjadi-rohani-dianggap-jadul-temukan-5-jawabannya\/\" data-type=\"post\" data-id=\"25129\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">memberikan arah<\/a> dan batasan yang sehat waktu kita menyesuaikan diri dengan perubahan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Salah, Jika Fleksibel Berarti Kita Harus Menyenangkan Semua Orang<\/strong><\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Fleksibel-gereja-gkdi-3-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-28023\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Fleksibel-gereja-gkdi-3-1.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Fleksibel-gereja-gkdi-3-1-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Fleksibel-gereja-gkdi-3-1-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada tekanan besar di dunia yang serba modern ini untuk menjadi orang yang menyenangkan semua pihak. Kita merasakan takut, takut tidak diterima, sehingga berusaha menjadi fleksibel dalam segala hal demi diterima banyak orang. Tapi Galatia 1:10 berkata, \u201cAdakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai murid Kristus, kita tidak dipanggil untuk menyenangkan semua orang, tetapi untuk <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/7-rahasia-penyembahan\/\" data-type=\"post\" data-id=\"23039\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menyenangkan Tuhan<\/a>. Menjadi fleksibel bukan berarti mengorbankan prinsip hanya demi hubungan sosial. Kita bisa menerapkan hubungan penuh kasih tanpa kehilangan integritas rohani.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yesus sendiri tidak menyenangkan semua orang. Banyak yang meninggalkan-Nya karena ajaran-Nya terlalu keras (Yohanes 6:66). Namun, Ia tidak mengubah pesan-Nya hanya demi mempertahankan<a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/5-hal-hidup-kita-spesial-dalam-pandangan-tuhan\/\" data-type=\"post\" data-id=\"25072\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> popularitas<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kita Harus Menjadi Fleksibel dengan Dasar <\/strong>Firman Tuhan<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Fleksibel-gereja-gkdi-Kes.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-28025\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Fleksibel-gereja-gkdi-Kes.jpg 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Fleksibel-gereja-gkdi-Kes-570x321.jpg 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Fleksibel-gereja-gkdi-Kes-463x261.jpg 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menjadi fleksibel adalah kualitas yang penting, tetapi harus memiliki dasar yang benar. Kita perlu membedakan antara adaptasi yang bijak dan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/bahaya-kompromi\/\" data-type=\"post\" data-id=\"17320\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kompromi <\/a>yang bertentangan dengan iman. Tiga kesalahpahaman di atas mengingatkan kita bahwa prinsip hidup kita harus berdasarkan firman Tuhan, bukan oleh tekanan sosial atau kenyamanan pribadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=2CRq-TJq94Q\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tuhan sendiri adalah teladan terbaik dalam diam yang kudus<\/a>. Ia tahu kapan harus bersabar, kapan harus bertindak tegas, dan kapan harus menunggu. Dalam menghadapi perubahan hidup, kita pun bisa menjadi fleksibel, bukan dengan mengabaikan prinsip yang benar, tapi dengan mengandalkan hikmat-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mari kita renungkan: Apakah pemikiran saya saat ini masih sejalan dengan kebenaran firman Tuhan? Atau justru menjadi alasan untuk menghindari komitmen dan prinsip rohani? Biarlah kita belajar menjadi orang percaya yang bisa menempatkan diri dengan siapa saja, namun tetap teguh dalam<a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/5-tantangan-iman-di-era-modern-dan-cara-hadapi\/\" data-type=\"post\" data-id=\"25365\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> iman dan kebenaran<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Related Articles:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/5-tantangan-iman-di-era-modern-dan-cara-hadapi\/\" data-type=\"post\" data-id=\"25365\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Tantangan Iman di Era Modern dan Cara Menghadapinya<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/2-perangkap-hidup-benar-menjadi-supertaat-atau-superbebas\/\" data-type=\"post\" data-id=\"3565\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">2 Perangkap Hidup Benar: Menjadi Supertaat atau Superbebas?<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/hidup-itu-pilihan\/\" data-type=\"post\" data-id=\"21682\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hidup Itu Pilihan. Pilihlah 1 Hal Ini!<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/5-prinsip-alkitab-untuk-menghadapi-perubahan-zaman\/\" data-type=\"post\" data-id=\"25508\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Prinsip Alkitab untuk Menghadapi Perubahan Zaman<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-13\"><br\/>\r\n<b>Yuk, baca top artikel kami:<\/b><br\/>\r\n\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/muda-dan-gaul-di-mata-tuhan\/\"><b>Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/ibadah-sejati\/\/\"><b>Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/mazmur-91\/\"><b>Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teladan-3wanita-dalam-alkitab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/integritas\/\"><b>Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas<\/b><\/a><br\/><\/div><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-11\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>Gereja <\/i><\/b><\/a> GKDI terdapat di<a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/#jemaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <b>41 kota<\/b><\/a> di Indonesia. <br\/>\r\nJika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut: <br\/><br\/>\r\n\r\n<iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/7s9g-oQWqM0\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe> <br\/><br\/>\r\n\r\n<strong>\r\n<input type=\"button\" style=\"  text-align: center; text-decoration: none; display: inline-block; width: 100%; height: 50px; background: orange;\r\n    margin-bottom: 16px;\" onclick=\"location.href='https:\/\/gkdi.org\/page\/biblestudy';\" value=\">> Click untuk mengikuti Bible Study <<\" \/>\r\n<\/strong>\r\n<br\/>\r\nDan, temukan lebih banyak content menarik &amp; menginspirasi melalui sosial media kami: \r\n<br\/>\r\nWebsite: <a href=\" https:\/\/link.gkdi.org\/web\"> https:\/\/link.gkdi.org\/web <br\/>\r\n<\/a>Facebook: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/facebook\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/facebook <br\/>\r\n<\/a>Instagram: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/instagram\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/instagram <br\/>\r\n<\/a>Blog: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/Blog <br\/>\r\n<\/a>Youtube: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/youtube\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/youtube <br\/>\r\n<\/a>TikTok: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok \" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok <br\/>\r\n<\/a>Twitter: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/twitter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/twitter <br\/>\r\n<\/a>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin <br\/>\r\n<\/a>Threads: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/threads\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/threads <br\/>\r\n<\/a>Whatsapp: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp <\/a> <br\/><br\/><\/div><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Fleksibilitas adalah kualitas yang sering dipandang positif. Namun, dalam hidup orang percaya, kata ini bisa disalahartikan. Banyak orang berpikir bahwa menjadi fleksibel berarti menyesuaikan diri dengan segala situasi tanpa batas, bahkan jika itu bertentangan dengan nilai-nilai Alkitab. Tanpa disadari, banyak orang Kristen terjebak dalam pemahaman yang keliru tentang bagaimana seharusnya. Akibatnya, mereka mulai kompromi dalam &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":28,"featured_media":28017,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_ef_editorial_meta_date_first-draft-date":"","_ef_editorial_meta_paragraph_assignment":"","_ef_editorial_meta_checkbox_needs-photo":"","_ef_editorial_meta_number_word-count":"","footnotes":""},"categories":[202,198,253,206,207,203,208,209,199,200,210],"tags":[],"class_list":["post-27575","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bible-and-character","category-biblical-talk","category-career","category-community","category-family","category-lifestyle","category-marriage","category-parenting","category-relationship","category-self-development","category-single-life"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27575","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27575"}],"version-history":[{"count":15,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27575\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28805,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27575\/revisions\/28805"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28017"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27575"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}