{"id":27595,"date":"2025-07-29T06:53:47","date_gmt":"2025-07-29T06:53:47","guid":{"rendered":"https:\/\/gkdi.org\/blog\/?p=27595"},"modified":"2025-08-04T06:02:28","modified_gmt":"2025-08-04T06:02:28","slug":"5-alasan-kesulitan-bisa-menjadi-keindahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/5-alasan-kesulitan-bisa-menjadi-keindahan\/","title":{"rendered":"5 Alasan Mengapa Mengikut Yesus, Bisa Mengubah Cara Pandang Kita Melihat Kesulitan Sebagai Keindahan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengikut Yesus tidak menjamin hidup bebas dari masalah. Namun, Dia menjanjikan kedamaian, pengharapan, dan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/6-ayat-alkitab-yang-akan-mengubah-sudut-pandangmu\/\" data-type=\"post\" data-id=\"25490\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sudut pandang<\/a> yang baru. Dalam Dia, kesulitan bukan lagi akhir, melainkan awal dari keindahan yang Tuhan sedang bentuk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-4\"><a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/RTRK\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/rumah-tuhan-rumah-kita-gkdi.jpg\" \/><\/a><\/div><br><br>Setiap orang pasti menghadapi kesulitan. Namun orang yang hidup bersama Yesus memiliki sudut pandang berbeda dalam memandang penderitaan. Bagi mereka, kesulitan bukan musuh, melainkan alat pembentuk <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/yusuf-ayah-yesus\/\" data-type=\"post\" data-id=\"13704\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">karakter<\/a> dan iman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-15\"><iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/EjfzKHoEkso?autoplay=1&mute=1&loop=1&playlist=EjfzKHoEkso\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe><\/div><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Simak 5 Alasan Mengapa Mengikut Yesus, Bisa Mengubah Cara Pandang Kita<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=IPlcpICUFU4\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengikut Yesus mengubah cara berpikir kita. Kita bisa belajar mempercayai proses Tuhan, meski menyakitkan<\/a>. Ketika iman bertumbuh, kita tidak lagi melihat kesulitan sebagai kutukan, tetapi sebagai bagian dari keindahan hidup bersama Tuhan. Simak 5 alasan mengapa mengikuti Yesus membuat kita melihat kesulitan sebagai bagian dari keindahan rencana-Nya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Yesus Menunjukkan Makna Dalam Penderitaan<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-1.png\" alt=\"Keindahan-gereja gkdi-1\" class=\"wp-image-27851\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-1.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-1-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-1-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yesus sendiri mengalami penderitaan yang luar biasa di kayu salib. Dalam Ibrani 5:8 tertulis bahwa Ia belajar taat dari apa yang Ia derita. Ini menunjukkan bahwa kesulitan bisa membentuk ketaatan, bukan hanya <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/kesedihan\/\" data-type=\"post\" data-id=\"5889\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kesedihan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yesus membantu kita melihat penderitaan sebagai proses, bukan hukuman. Di balik setiap mata air, Tuhan sedang melihat keindahan. Kita belajar percaya bahwa penderitaan bisa melahirkan <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/yesus-memikul-salib\/\" data-type=\"post\" data-id=\"21715\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">makna<\/a>, bukan hanya luka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Kesulitan Akan Membentuk Karakter Kristus dalam Diri Kita<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-2.png\" alt=\"Keindahan-gereja gkdi-2\" class=\"wp-image-27852\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-2.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-2-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-2-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Roma 5:3-4 mengajarkan bahwa penderitaan menghasilkan ketekunan, dan ketekunan menghasilkan tahan uji, serta harapan. Ketika kita menyerahkan hidup kita pada Yesus, kita mengizinkan Dia membentuk karakter kita melalui <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/syukur-2\/\" data-type=\"post\" data-id=\"14370\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kesulitan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keindahan sejati bukan tampak dari luar, tapi hati yang kuat, sabar, dan penuh kasih. Yesus menolong kita menyambut kesulitan bukan dengan keluhan, tetapi dengan iman bahwa ada keindahan dibalik setiap<a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/4-hal-yang-super-amazing-dari-penyertaan-tuhan\/\" data-type=\"post\" data-id=\"27585\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> proses <\/a>yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kesulitan Membantu Mengarahkan Fokus pada Hal yang Kekal Itu Adalah Keindahan<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-3.png\" alt=\"Keindahan-gereja gkdi-3\" class=\"wp-image-27853\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-3.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-3-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-3-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam 2 Korintus 4:17-18, Paulus berkata bahwa penderitaan kita di dunia ringan dan sebentar, penderitaan kita sedang mengerjakan kemuliaan kekal yang jauh lebih besar. Ketika kita <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/harga\/\" data-type=\"post\" data-id=\"11918\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengikut Yesus<\/a>, kita belajar menatap yang kekal, bukan yang sementara.<br><br>Kesulitan membuat kita berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia dan memikirkan makna hidup yang lebih dalam. Dalam proses ini, kita belajar membedakan mana yang fana dan mana yang bernilai kekal. Saat kita tetap percaya di tengah penderitaan, kita sedang <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/perumpamaan-tentang-penabur\/\" data-type=\"post\" data-id=\"22313\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menabur<\/a> untuk menuai buah kekal yang tak akan pernah mati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan sudut pandang kekekalan, keindahan tidak diukur dari kenyamanan, tetapi dari harapan abadi yang tumbuh di hati kita. Mengarahkan fokus kita untuk melihat lebih dalam, bukan hanya apa yang dilihat oleh mata jasmani.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Yesus Menyediakan Damai di Tengah Badai<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-4.png\" alt=\"Keindahan-gereja gkdi-4\" class=\"wp-image-27854\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-4.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-4-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-4-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yohanes 16:33 mencatat bahwa Yesus berkata, \u201cDi dalam dunia kamu telah menghancurkannya, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.\u201d Artinya, mengikut Yesus bukan tentang menghindari <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/badai\/\" data-type=\"post\" data-id=\"8207\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">badai<\/a>, tapi memiliki kedamaian di tengah badai.<br><br>Ketenangan yang Yesus beri tidak bergantung pada situasi, tetapi tertanam dalam hubungan kita dengan-Nya. Ketika dunia goyah, hati yang bergantung pada-Nya tidak goyah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keindahan sejati tumbuh saat kita bisa tetap bersyukur dan tenang meski kondisi tidak ideal. Damai dari Yesus menjadikan kesulitan menjadi arena <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/berani\/\" data-type=\"post\" data-id=\"10575\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pertumbuhan<\/a>, bukan keputusasaan. Inilah keindahan iman sejati.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Kesulitan Membuat Kita Lebih Dekat dengan Tuhan<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-5.png\" alt=\"Keindahan-gereja gkdi-5\" class=\"wp-image-27855\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-5.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-5-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-5-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mazmur 34:19 berkata, \u201cTUHAN itu dekat dengan orang-orang yang patah hati.\u201d Saat kita mengikut Yesus, kesulitan menjadi momen intim di mana kita bisa lebih mengenal hati-Nya. Tepat di titik paling rendah, kita bisa merasakan kasih-Nya paling dalam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keindahan dari kesulitan adalah ketika kita menemukan kembali bahwa hanya Tuhanlah satu-satunya <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/pengharapan\/\" data-type=\"post\" data-id=\"17070\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pengharapan<\/a>. Di saat semua gagal, kasih Yesus tetap ada. Hubungan dengannya pun semakin erat, kuat, dan tulus.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengikut Yesus Mengubah Segalanya, Bahkan Mengubah Cara Pandang Kita Akan Kehidupan<\/strong><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-Kes.png\" alt=\"Keindahan-gereja gkdi-Kes\" class=\"wp-image-27857\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-Kes.png 600w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-Kes-570x321.png 570w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Keindahan-gereja-gkdi-Kes-463x261.png 463w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hidup bersama Yesus tidak membuat masalah menghilang, tapi mengubah cara kita memandangnya. Di dalam Yesus, kesulitan bukanlah penghalang, tetapi jalan menuju keindahan yang tidak dapat dibentuk oleh <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/5-janji-tuhan-untuk-hati-yang-rapuh\/\" data-type=\"post\" data-id=\"24895\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kenyamanan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita belajar bahwa penderitaan bisa melahirkan makna, karakter, pengharapan, damai, dan kedekatan dengan Tuhan. Setiap bagian hidup, termasuk yang paling menyakitkan, Tuhan sedang <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/talenta\/\" data-type=\"post\" data-id=\"6200\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">melukis<\/a> itu semua menjadi keindahan besar dalam rencana-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mari terus berjalan bersama Yesus, bahkan di <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/musim-hidup\/\" data-type=\"post\" data-id=\"18910\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lembah<\/a> tergelap sekalipun. Sebab bersama Dia, setiap kesulitan pasti punya keindahan yang sedang Ia siapkan untuk digenapi pada waktu-Nya.<br><br>Related Articles:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/5-hikmah-tersembunyi-di-balik-jawaban-doa\/\" data-type=\"post\" data-id=\"26712\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Hikmah Tersembunyi di Balik Jawaban Doa yang Tidak Sesuai Harapan<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/5-wawasan-dari-alkitab-yang-mengajarkan-kuasa-tuhan\/\" data-type=\"post\" data-id=\"26707\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Wawasan dari Alkitab yang Mengajarkan Kita Semakin Kagum Akan Kebesaran Tuhan<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/5-tips-ketika-hobby-travelling-tetap-fokus-ke-tuhan\/\" data-type=\"post\" data-id=\"25722\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Tips Super Bijak Punya Hobby Travelling Tanpa Kehilangan Fokus Pada Tuhan<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/mazmur-133\/\" data-type=\"post\" data-id=\"22778\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mazmur 133: Ini Rahasia Hidup Harmonis dan Rukun, Orang Kristen Harus Tahu<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/semua-baik\/\" data-type=\"post\" data-id=\"22271\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Semua Baik: 4 Hal yang Mengingatkan Kita akan Kebaikan Tuhan<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-13\"><br\/>\r\n<b>Yuk, baca top artikel kami:<\/b><br\/>\r\n\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/muda-dan-gaul-di-mata-tuhan\/\"><b>Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/ibadah-sejati\/\/\"><b>Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/mazmur-91\/\"><b>Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/teladan-3wanita-dalam-alkitab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab<\/b><\/a><br\/>\r\n<\/a><a href=https:\/\/gkdi.org\/blog\/integritas\/\"><b>Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas<\/b><\/a><br\/><\/div><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"a-single a-11\"><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>Gereja <\/i><\/b><\/a> GKDI terdapat di<a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/#jemaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <b>41 kota<\/b><\/a> di Indonesia. <br\/>\r\nJika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut: <br\/><br\/>\r\n\r\n<iframe width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/7s9g-oQWqM0\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe> <br\/><br\/>\r\n\r\n<strong>\r\n<input type=\"button\" style=\"  text-align: center; text-decoration: none; display: inline-block; width: 100%; height: 50px; background: orange;\r\n    margin-bottom: 16px;\" onclick=\"location.href='https:\/\/gkdi.org\/page\/biblestudy';\" value=\">> Click untuk mengikuti Bible Study <<\" \/>\r\n<\/strong>\r\n<br\/>\r\nDan, temukan lebih banyak content menarik &amp; menginspirasi melalui sosial media kami: \r\n<br\/>\r\nWebsite: <a href=\" https:\/\/link.gkdi.org\/web\"> https:\/\/link.gkdi.org\/web <br\/>\r\n<\/a>Facebook: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/facebook\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/facebook <br\/>\r\n<\/a>Instagram: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/instagram\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/instagram <br\/>\r\n<\/a>Blog: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/Blog <br\/>\r\n<\/a>Youtube: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/youtube\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/youtube <br\/>\r\n<\/a>TikTok: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok \" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/tiktok <br\/>\r\n<\/a>Twitter: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/twitter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/twitter <br\/>\r\n<\/a>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/linkedin <br\/>\r\n<\/a>Threads: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/threads\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/threads <br\/>\r\n<\/a>Whatsapp: <a href=\"https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/link.gkdi.org\/whatsapp <\/a> <br\/><br\/><\/div><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Mengikut Yesus tidak menjamin hidup bebas dari masalah. Namun, Dia menjanjikan kedamaian, pengharapan, dan sudut pandang yang baru. Dalam Dia, kesulitan bukan lagi akhir, melainkan awal dari keindahan yang Tuhan sedang bentuk. Setiap orang pasti menghadapi kesulitan. Namun orang yang hidup bersama Yesus memiliki sudut pandang berbeda dalam memandang penderitaan. Bagi mereka, kesulitan bukan musuh, &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":28,"featured_media":27856,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_ef_editorial_meta_date_first-draft-date":"","_ef_editorial_meta_paragraph_assignment":"","_ef_editorial_meta_checkbox_needs-photo":"","_ef_editorial_meta_number_word-count":"","footnotes":""},"categories":[198,211,206,99,205,200,204],"tags":[],"class_list":["post-27595","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biblical-talk","category-character","category-community","category-devotionals","category-quite-time-and-pray","category-self-development","category-spiritual-life"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27595","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27595"}],"version-history":[{"count":25,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27595\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28168,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27595\/revisions\/28168"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27856"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27595"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27595"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27595"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}