{"id":2944,"date":"2018-08-27T06:43:22","date_gmt":"2018-08-27T06:43:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/?p=2944"},"modified":"2025-07-21T14:43:45","modified_gmt":"2025-07-21T14:43:45","slug":"kesempatan-kedua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/kesempatan-kedua\/","title":{"rendered":"Memberi Kesempatan Kedua Kepada Sesama"},"content":{"rendered":"\r\n<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/vkJCuGhaD7U\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align: center;\"><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/JBsg8Jg7sfw?rel=0\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa di antara kita yang tidak butuh atau tidak suka kesempatan kedua?<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai manusia, kita semua pernah melakukan kesalahan. Kita tidak sempurna dan memerlukan anugerah pengampunan. Tuhan Yesus sendiri memberikan kita kesempatan kedua melalui pengorbananNya di kayu salib. Kita yang tadinya menyia-nyiakan hidup dalam dosa kini mendapatkan hidup baru dalam Kristus.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sadarkah bahwa seringkali kita lupa memberikan kesempatan kedua kepada orang lain? Mengapa kita yang diampuni malah enggan memberikan pengampunan kepada sesama?<\/span><\/p>\r\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2951\" src=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/pexels-photo-280002-1.jpeg\" alt=\"memberi kesempatan kedua\" width=\"551\" height=\"404\" srcset=\"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/pexels-photo-280002-1.jpeg 1280w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/pexels-photo-280002-1-300x220.jpeg 300w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/pexels-photo-280002-1-768x563.jpeg 768w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/pexels-photo-280002-1-1024x750.jpeg 1024w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/pexels-photo-280002-1-80x60.jpeg 80w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/pexels-photo-280002-1-696x510.jpeg 696w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/pexels-photo-280002-1-1068x783.jpeg 1068w, https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/pexels-photo-280002-1-573x420.jpeg 573w\" sizes=\"(max-width: 551px) 100vw, 551px\" \/><\/p>\r\n<h1><b>Markus dan Onesimus<\/b><\/h1>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah tentang kesempatan kedua dapat kita lihat dari kehidupan dua murid Kristus bernama Markus dan Onesimus. <\/span><\/p>\r\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIa kusuruh bersama-sama dengan Onesimus, saudara kita yang setia dan yang kekasih, seorang dari antaramu. Mereka akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang terjadi di sini. Salam kepada kamu dari Aristarkhus, temanku sepenjara dan dari Markus, kemenakan Barnabas \u2014 tentang dia kamu telah menerima pesan; terimalah dia, apabila dia datang kepadamu.\u201d (Kolose\u00a04:9-10)<\/span><\/i><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Markus dan Onesimus sama-sama pernah melarikan diri. Onesimus kabur setelah melakukan kesalahan kepada Filemon, tuannya, sedangkan Markus lari dari perjalanan misi bersama Paulus dan Barnabas. <\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, kesalahan yang mereka perbuat bukanlah akhir dari segala-galanya. Sama seperti <\/span><a href=\"http:\/\/www.sabda.org\/sabdaweb\/bible\/chapter\/?b=32#1\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yunus<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang lari dari misi memperingatkan Niniwe akan murka Allah, kedua pribadi pelarian ini akhirnya dipakai dalam pelayanan bagi Kerajaan Allah. Mereka diampuni, diterima kembali, dan diberkahi kekuatan untuk menjalankan tugas. <\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah bukti betapa besar rahmat dari sebuah kesempatan kedua.<\/span><\/p>\r\n<h1><b>Berikanlah orang lain kesempatan kedua dan gunakanlah milikmu sebaik-baiknya<\/b><\/h1>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita mungkin juga pernah melakukan pelarian rohani. Meskipun terlihat rohani, terkadang kita bisa lari dari janji, tanggung jawab, ataupun kabur karena tidak enak hati atas kesalahan yang kita lakukan. Tak terhitung jumlah janji yang kita ingkari di hadapanNya, jumlah dosa kejatuhan yang bolak-balik kita perbuat. Namun, Allah kita adalah Allah yang memberi kesempatan kedua. Dia murah hati dan maha pengampun. <\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kiranya kemurahan Allah tersebut bukan untuk disepelekan atau disalahgunakan. Sebaliknya, kita menyadari bahwa apapun yang kita lakukan dan nikmati semata-mata terjadi karena karunia kesempatan kedua.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, jika kita yang berdosa dipulihkan dan disucikan berkat kesempatan dari Allah sendiri, kenapa tidak kita berikan itu kepada sesama? <\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tuhan Yesus sendiri mengajarkan dalam Doa Bapa Kami:<\/span><\/p>\r\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.\u201d (Matius 6:12)<\/span><\/i><\/p>\r\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Brothers and sisters,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> hadiah rohani terbesar yang dapat kita berikan untuk orang lain adalah kesempatan kedua. Betapa banyak pribadi yang telah diubah oleh kebaikan Allah tersebut. Kita semua membutuhkannya, maka berikanlah hal itu kepada orang lain sembari menggunakan maksimal kesempatan yang kita miliki. <\/span><\/p>\r\n<h1><b>Kesempatan kedua harus membuat diri kita lebih baik daripada sebelumnya<\/b><\/h1>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Markus dan Onesimus memanfaatkan kesempatan kedua mereka dengan baik. <\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Markus yang tadinya meninggalkan Paulus dan Barnabas justru malah jadi pihak yang bertahan di antara sedikitnya orang yang tetap setia dalam penyebaran Injil masa itu. Mereka menjadi pribadi yang lebih baik dan membawa berkat bagi banyak orang.<\/span><\/p>\r\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">They don\u2019t take it for granted.<\/span><\/i><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, janganlah sia-siakan\u00a0<em>second chance<\/em> kita, dan jangan berpikir masih ada kesempatan berikutnya. Gunakanlah itu sekarang dan berjuanglah seolah-olah itu adalah\u00a0peluang terakhir kita.<\/span><\/p>\r\n<h1><b>Memberi kesempatan kedua menunjukkan kedewasaan rohani<\/b><\/h1>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika orang tua, teman, atau rekan kerja kita memaafkan perbuatan kita yang menyakitkan hati mereka, apa yang kita rasakan? <\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin kita terharu; kita bersyukur untuk pengampunan dan kasih yang mereka tunjukkan kepada kita. <\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tuhan Yesus berkata, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.&#8221; (Luk. 7:47)<\/span><\/i><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka yang murah hati memberikan kesempatan kedua kepada orang lain adalah mereka yang banyak menikmati dan memanfaatkan hal itu dari Allah. Itulah bukti kedewasaan rohani seseorang. <\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, dapatkah kita bayangkan akan seperti apa orang tersebut karena kesempatan kedua yang kita beri atau tidak berikan kepadanya? <\/span><\/p>\r\n<p><b><i>Doa:<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Bapa, betapa banyak kesempatan kedua yang Kau karuniakan kepada kami. Tidak hanya kedua, tetapi mungkin sudah yang kedua ribu dan kedua juta bagi kami. Berikanlah kami hati yang penuh kasih, agar dapat memberi kesempatan itu kepada mereka yang bersalah kepada kami. Amin.<\/span><\/i><\/p>\r\n<p>Disunting dari artikel &#8220;Markus dan Onesimus &#8211; Dua Kisah Pelarian Dan Satu Kesempatan Kedua<em>&#8220;<\/em>\u00a0oleh Pdt. Togar Sianturi.<\/p>\r\n<p><em><strong>*<\/strong><\/em>\u00a0<a href=\"https:\/\/gkdi.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gereja<\/a> GKDI saat ini terdapat di\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/gkdi.org\/list-kota\/?fbclid=IwAR2E0Jn-MrFNcnzOi1wa5S47Zmo_WG0uupVF4iQEWBfrLTCiv8GQzd0VAc8\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">35 kota<\/a><\/strong>.\u00a0Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact <a href=\"https:\/\/gkdi.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gereja<\/a>\u00a0GKDI\u00a0Official:WhatsApp\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=6282122858686&amp;text=Shalom,%20terima%20kasih%20telah%20menghubungi%20GKDI.%20Dengan%20siapa%20kami%20berkomunikasi?%20Apakah%20ada%20yang%20bisa%20kami%20bantu?%20Kami%20akan%20segera%20membalas%20pesan%20Anda%20pada%20hari%20senin%20-%20jumat,%20pukul%2009.00-18.00%20WIB.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">0821 2285 8686<\/a><\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/GKDIOfficial?__tn__=-UK-R\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Facebook<\/a><\/strong>\u00a0\/\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/gkdiofficial\/?fbclid=IwAR1B8VHbbwUiTTe2321a1qedi2KwNrVTI9Uh0vPNZk8UAaIwP8XmMyfc3fw\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Instagram<\/a><\/strong>\u00a0GKDI Official<\/p>\r\n<p><strong>Artikel terkait:\u00a0<\/strong><strong><a href=\"https:\/\/www.gkdi.org\/blog\/teladan-kepemimpinan-epafras\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Teladan Kepemimpinan Epafras<\/a><\/strong><\/p>\r\n<p><strong>Video inspirasi:<\/strong><\/p>\r\n<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/rFWT2qlsiLA?rel=0\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Siapa di antara kita yang tidak butuh atau tidak suka kesempatan kedua? Sebagai manusia, kita semua pernah melakukan kesalahan. Kita tidak sempurna dan memerlukan anugerah pengampunan. Tuhan Yesus sendiri memberikan kita kesempatan kedua melalui pengorbananNya di kayu salib. Kita yang tadinya menyia-nyiakan hidup dalam dosa kini mendapatkan hidup baru dalam Kristus. Namun, sadarkah bahwa seringkali &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":12,"featured_media":2946,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_ef_editorial_meta_date_first-draft-date":"","_ef_editorial_meta_paragraph_assignment":"","_ef_editorial_meta_checkbox_needs-photo":"","_ef_editorial_meta_number_word-count":"","footnotes":""},"categories":[99,198,206,199,204],"tags":[],"class_list":["post-2944","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-devotionals","category-biblical-talk","category-community","category-relationship","category-spiritual-life"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2944","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2944"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2944\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15310,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2944\/revisions\/15310"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2946"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2944"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2944"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.gkdi.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2944"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}