Kemarahan, sama seperti seperti senang, sedih, dan takut, adalah emosi yang wajar. Namun, kemarahan juga bisa merusak diri kita. Sudah tak terhitung hidup yang rusak atau hancur karena emosi ini.
Mengapa Kita Sebaiknya Tidak Menyimpan Kemarahan?
Banyak alasan mengapa seseorang bisa merasa marah. Mungkin kita merasa tersudut, tidak diperhatikan, atau merasa tidak diterima.
Jadi, marah itu wajar. Namun, jika kita terus menerus menyimpan kemarahan dalam hati kita, bukan tidak mungkin emosi tersebut akan merusak kita.
Sebagaimana dikatakan dalam Amsal 29:11, “Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.” Siapapun yang melepaskan amarah disebut sebagai orang bebal. Sebab, hal-hal yang dilakukan di dalam amarah bisa jadi menghancurkan hidup kita.
Berikut adalah lima alasan mengapa kita sebaiknya tidak menyimpan kemarahan:
Kemarahan dapat Merusak Hubungan

Ketika kita memilih untuk membiarkan kemarahan menguasai diri kita, kita sering kali berbicara atau bertindak tanpa berpikir. Efesus 4:26 mengingatkan kita, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.” Kemarahan yang tidak diredam bisa menyebabkan konflik dalam hubungan kita dengan keluarga, teman, atau rekan kerja.
Mengeraskan Hati
Kemarahan yang disimpan dalam waktu lama bisa mengeras menjadi dendam. Ini berbahaya bagi jiwa kita. Seperti dikatakan dalam Ibrani 12:15, “Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.” Dendam mengacaukan pandangan kita, dan menjauhkan kita dari firman Tuhan.
Menghambat Doa
Pernah merasa terganggu ketika berdoa? Mungkin, salah satu penyebabnya adalah rasa marah yang belum deal. Yesus dalam Markus 11:25 berkata, “Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.“ Marah atau dendam yang berlarut bisa menghambat doa kita.
Mengganggu Kesehatan
Stres yang disebabkan oleh amarah yang terus menerus dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Misalnya, tekanan darah tinggi, gangguan pencernaan, dan bahkan serangan jantung.
Menghalangi Pertumbuhan Rohani
Seperti yang disebutkan dalam Yakobus 1:20, “Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.” Jika kita ingin tumbuh dalam iman kita, kita harus belajar mengendalikan kemarahan kita.
Memilih untuk Tidak Marah
Sebagai kesimpulan, meskipun marah adalah emosi alami, cara kita menanggapi kemarahan adalah pilihan. Jika kita memilih untuk membiarkan rasa marah mendikte tindakan kita, kita akan menemui banyak masalah dalam hidup. Namun, dengan memilih untuk merespon kemarahan dengan bijaksana dan kasih, kita bisa menjalani hidup yang lebih damai dan aman.
Sumber:
Related articles:
- 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Memaafkan Secepatnya | Inspirasi & Motivasi Kristen | Blog
- Ketika Tuhan Marah: Apa yang Alkitab Katakan Tentang Kemarahan Tuhan?
- Makan Hati dalam Hubungan: Tanda Komunikasi Tak Lancar
- Bagaimana Mengubah Emosi Negatif Menjadi Positif? – Gereja GKDI
- Susah Kontrol Emosi? Yuk, Pelajari 3 Cara Manajemen Emosi
–
Yuk, baca top artikel kami:
Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?
Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?
Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?
Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab
Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas
–
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:
Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp