Written by Gery 10:32 am Devotionals, Biblical Talk, Character, Community, Family, Lifestyle, Marriage, Relationship, Self Development, Spiritual Life

Ini 5 Alasan Penting untuk Meninggalkan Kemarahan

kemarahan - gereja gkdi - cover

Kemarahan, sama seperti seperti senang, sedih, dan takut, adalah emosi yang wajar. Namun, kemarahan juga bisa merusak diri kita. Sudah tak terhitung hidup yang rusak atau hancur karena emosi ini.

Mengapa Kita Sebaiknya Tidak Menyimpan Kemarahan?

Banyak alasan mengapa seseorang bisa merasa marah. Mungkin kita merasa tersudut, tidak diperhatikan, atau merasa tidak diterima.

Jadi, marah itu wajar. Namun, jika kita terus menerus menyimpan kemarahan dalam hati kita, bukan tidak mungkin emosi tersebut akan merusak kita.

Sebagaimana dikatakan dalam Amsal 29:11, “Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.” Siapapun yang melepaskan amarah disebut sebagai orang bebal. Sebab, hal-hal yang dilakukan di dalam amarah bisa jadi menghancurkan hidup kita.

Berikut adalah lima alasan mengapa kita sebaiknya tidak menyimpan kemarahan:

Kemarahan dapat Merusak Hubungan

kemarahan - gereja gkdi - 1

Ketika kita memilih untuk membiarkan kemarahan menguasai diri kita, kita sering kali berbicara atau bertindak tanpa berpikir. Efesus 4:26 mengingatkan kita, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.” Kemarahan yang tidak diredam bisa menyebabkan konflik dalam hubungan kita dengan keluarga, teman, atau rekan kerja.

Mengeraskan Hati 

Kemarahan yang disimpan dalam waktu lama bisa mengeras menjadi dendam. Ini berbahaya bagi jiwa kita. Seperti dikatakan dalam Ibrani 12:15, “Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.” Dendam mengacaukan pandangan kita, dan menjauhkan kita dari firman Tuhan.

Menghambat Doa 

Pernah merasa terganggu ketika berdoa? Mungkin, salah satu penyebabnya adalah rasa marah yang belum deal. Yesus dalam Markus 11:25 berkata, “Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu. Marah atau dendam yang berlarut bisa menghambat doa kita.

Mengganggu Kesehatan 

kemarahan - gereja gkdi - 2

Stres yang disebabkan oleh amarah yang terus menerus dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Misalnya, tekanan darah tinggi, gangguan pencernaan, dan bahkan serangan jantung.

Menghalangi Pertumbuhan Rohani

Seperti yang disebutkan dalam Yakobus 1:20, “Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.” Jika kita ingin tumbuh dalam iman kita, kita harus belajar mengendalikan kemarahan kita.

Memilih untuk Tidak Marah

Sebagai kesimpulan, meskipun marah adalah emosi alami, cara kita menanggapi kemarahan adalah pilihan. Jika kita memilih untuk membiarkan rasa marah mendikte tindakan kita, kita akan menemui banyak masalah dalam hidup. Namun, dengan memilih untuk merespon kemarahan dengan bijaksana dan kasih, kita bisa menjalani hidup yang lebih damai dan aman.

Sumber:

https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/anger-how-it-affects-people

Related articles:

Gereja GKDI terdapat di 41 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp

(Visited 351 times, 1 visits today)

Last modified: Sep 9

Close