Written by Gery 7:58 am Biblical Talk, Character, Devotionals, Lifestyle, Quite Time & Pray, Self Development, Spiritual Life, Uncategorized

7 Kesalahpahaman tentang Menjadi Murid Yesus, Awas Hati-Hati!

murid yesus - gereja gkdi - cover

Menjadi murid Yesus adalah panggilan yang mulia. Namun, banyak orang memiliki pemahaman yang keliru tentang apa artinya menjadi murid Yesus. 

Pengaruh dunia, kesalahan dalam memahami ayat-ayat Alkitab, dan banyak faktor lainnya mengaburkan arti mengikut Yesus. Berikut ini adalah tujuh kesalahpahaman yang umum terjadi, dan apa kebenarannya menurut ayat-ayat Alkitab.

1. Menjadi Murid Yesus Akan Membuat Hidup Selalu Mudah

Banyak orang berpikir bahwa menjadi murid Yesus berarti hidup akan selalu mudah dan tanpa masalah. Namun, Yesus sendiri mengingatkan bahwa mengikut Dia tidak selalu mudah.

”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku“(Lukas 9:23).

Mengikut Yesus berarti siap menghadapi hidup yang baik dan buruk, naik dan turun, tinggi maupun rendah. Masalah tidak akan hilang hanya ketika kita mengikut Tuhan; malah, bisa jadi tantangan yang kita hadapi akan makin besar.

Namun, Tuhan berjanji akan menyertai kita. Ia-lah yang akan menguatkan kita, melewati naik turunnya hidup. 

2. Keselamatan Diperoleh Melalui Perbuatan Baik

murid yesus - gereja gkdi - 1

Beberapa orang percaya bahwa mereka bisa memperoleh keselamatan dengan melakukan perbuatan baik. Namun, Alkitab jelas mengajarkan bahwa keselamatan adalah anugerah dari Tuhan yang tidak bisa diperoleh melalui perbuatan baik kita.

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (Efesus 2:8).

Ingat, keselamatan adalah karena karunia Allah. Kita tidak layak menerimanya, dan tidak mampu meraihnya. Hanya Allah saja yang mampu memberikannya.

Sesuci-sucinya kita, kita adalah “seperti kain kotor” di hadapan Allah (Yesaya 64:6). Hanya kematian Kristuslah yang menyelamatkan kita.

3. Menjadi Murid Yesus Berarti Tidak Akan Mengalami Pencobaan

Ada kesalahpahaman bahwa murid Yesus akan bebas dari pencobaan atau godaan. Padahal, Alkitab menunjukkan bahwa setiap murid Yesus pasti akan mengalami pencobaan.

“Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya” (Yakobus 1:14).” Juga, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (1 Petrus 5:8).

Pencobaan dan godaan akan terus muncul, bahkan sesudah mengikut Yesus. Itulah alasannya, penting bagi kita untuk tunduk kepada Allah, dan berjaga-jaga.

4. Menjadi Murid Yesus Berarti Kita Harus Mengasingkan Diri dari Dunia

Beberapa orang berpikir bahwa menjadi murid Yesus berarti harus mengasingkan diri dari dunia dan tidak bergaul dengan orang-orang yang tidak percaya. Namun, Yesus mengajarkan bahwa kita harus menjadi terang dan garam bagi dunia.

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Matius 5:16)

Apapun status kita, pekerjaan kita, kita dipanggil untuk menjadi terang di manapun kita berada.

Lagipula, jika kita mengasingkan diri, bagaimana kita dapat membantu orang lain untuk mengenal Tuhan? Sedangkan amanat Agung Tuhan adalah “pergi dan jadikan semua bangsa murid-Ku.” (Matius 28:19-20)

5. Mengikut Yesus Hanya tentang Berkat Materi

murid yesus - gereja gkdi - 2

Ada anggapan bahwa mengikut Yesus pasti akan mendatangkan berkat materi yang melimpah. Namun, Yesus mengajarkan bahwa fokus utama kita seharusnya adalah mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33)

Kerajaan Allah bukanlah masalah makanan dan minuman (Roma 14:17), tetapi soal kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita dari Roh Kudus. Artinya, mengikut Tuhan tidak melulu soal materi, soal daging. Berkat terbesar kita adalah mendapatkan Yesus, dan memilki hidup baru di dalam Dia.

6. Menjadi Murid Yesus Berarti Tidak Boleh Menikmati Hidup

Kesalahpahaman lainnya adalah bahwa menjadi murid Yesus berarti hidup harus penuh dengan penderitaan dan tidak boleh menikmati hal-hal baik dalam hidup. Namun, Yesus datang untuk memberi hidup yang berkelimpahan.

“Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” (Filipi 4:4).

Siapa bilang mengikut Yesus harus selalu muram, bersedih, atau berduka? Sebaliknya, marilah kita terus bersukacita, karena kita punya Tuhan yang luar biasa.

7. Menjadi Murid Yesus Berarti Tidak Perlu Belajar dan Bertumbuh

Beberapa orang berpikir bahwa setelah menjadi murid Yesus, tidak perlu lagi belajar atau bertumbuh dalam iman. Namun, Alkitab mengajarkan bahwa kita harus terus bertumbuh dalam pengetahuan dan kasih karunia Tuhan.

“Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus” (2 Petrus 3:18)

Pahami, Lalu Ikuti

Menjadi murid Yesus adalah perjalanan seumur hidup. Dengan memahami dan menghindari kesalahpahaman ini, kita dapat mengikut Yesus dengan lebih setia dan benar sesuai dengan ajaran Alkitab. 

Mari kita terus belajar dan bertumbuh dalam iman, agar kita semakin dekat dengan-Nya dan menjadi saksi yang hidup bagi dunia ini.

Related articles:

Gereja GKDI terdapat di 41 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp

(Visited 431 times, 1 visits today)

Last modified: Jul 2

Close