Sembuh dari luka fisik itu mudah. Sembuh dari luka hati, itu sulit.
Hitung saja berapa kali Anda terluka oleh ucapan atau perilaku orang dekat Anda. Mulai dari bos di kantor, pasangan, teman-teman, atau bahkan keluarga sendiri. Banyak orang yang terjebak dalam luka masa lalu, memilih pahit atas pengalaman mereka.
Banyak orang tidak menyadari, pulih adalah pilihan. Pilihan yang harus diperjuangkan.
Tanggung Jawab atas Diri Kita Sendiri
Langkah pertama untuk sembuh adalah menyadari bahwa kita bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Kita tidak bisa terus menyalahkan orang lain atau keadaan atas luka yang kita alami.
Dalam Yohanes 5, Yesus berjumpa dengan seorang lumpuh. Ia tahu bahwa orang lumpuh ini mau bisa berjalan kembali. Akan tetapi perhatikan di ayat 6, apa kata Yesus? ”Maukah engkau sembuh?”
Tuhan tidak serta-merta menimpakan kehendak-Nya kepada semua orang. Kita bertanggung jawab atas diri kita sendiri.
Alkitab mengajarkan bahwa kita harus mengambil tanggung jawab atas hidup kita. Dalam Ulangan 30:19 dikatakan, “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.”
Betul, Tuhan ingin agar kita memiliki hidup yang Ia rencanakan untuk kita. Termasuk pulih dari luka-luka lama. Namun, kita harus memutuskan untuk sembuh.
Orang lain bisa saja bersalah kepada kita. Keputusan untuk menyembuhkan diri, tetap saja, ada pada kita.
Putuskan untuk Pulih

Jadi, sembuh bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja. Kita harus memutuskannya.
Pemulihan hanya datang ketika kita melepaskan masa lalu, dan berjuang untuk masa depan. Keputusan ini membutuhkan tekad dan komitmen.
Dalam Markus 5:34, Yesus berkata kepada perempuan yang bebas dari penyakitnya, “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”
Perempuan itu memutuskan untuk datang kepada Yesus dan percaya bahwa Dia bisa menyembuhkannya. Keputusan untuk sembuh dimulai dari iman dan tindakan nyata untuk mencari kesembuhan.
Sebagaimana luka fisik harus diobati, demikian juga luka batin perlu diobati.
Tuhan adalah Penyembuh
Yang tidak boleh dilupakan: kita harus menyadari bahwa Tuhan adalah sumber pemulihan yang sejati.
Meskipun kita bertanggung jawab atas proses kesembuhan kita dan harus membuat keputusan untuk pulih, kita tidak bisa melakukannya tanpa bantuan Tuhan. Mazmur 147:3 menyatakan, “Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.”
Tanpa mengandalkan Tuhan, membaca Alkitab tidak ada bedanya dengan buku-buku self-help. Tanpa pertolongan Tuhan, usaha kita akan sia-sia.
Tuhan peduli dengan luka-luka kita dan ingin menyembuhkan kita. Kita harus merespon Dia dengan kerendahan hati. Dengan mendekatkan diri kepada-Nya dan meminta pertolongan-Nya, kita dapat mengalami pemulihan yang penuh.
Kesembuhan Harus Dijalankan

Setelah memutuskan untuk heal, langkah selanjutnya adalah menjalankan proses kesembuhan tersebut. Ini berarti kita harus aktif dalam mencari cara-cara untuk memulihkan diri sendiri.
Berdoalah, minta Tuhan menyembuhkan. Bila perlu, pergilah kepada konselor atau psikolog yang bisa membantu Anda melewati kepahitan dan luka-luka lama. Usahakan semua cara agar Anda dapat bebas dari semua yang dahulu menyakiti Anda.
Lepaskan pengampunan, ampuni semua orang yang sudah menyakiti Anda. Tetapkan diri untuk mempelajari dan melakukan firman Tuhan. Lalu, berusahalah untuk bertumbuh, melewati semua pengalaman dan luka-luka lama.
Jika misalnya, Anda disakiti oleh mantan pacar, ampunilah dirinya. Tanamkan di dalam diri Anda bahwa Anda bisa bangkit dan Anda pantas untuk menjalani hubungan baru. Mulailah hubungan yang baru di dalam Tuhan.
Jika Anda dikhianati oleh teman, ampunilah orang tersebut. Yakinkan diri Anda bahwa masih ada Tuhan yang masih bisa dipercaya. Bertumbuhlah dari rasa sakit tersebut, dan mulailah berteman kembali.
Jangan lupa untuk mengandalkan Tuhan. Temukan kekuatan dalam firman-Nya, dan biarkan firman itu mengubah Anda. “Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman” (Mazmur 19:8).
Pilihan Ada di Tangan Kita
Dalam perjalanan hidup ini, sembuh atau tidak adalah pilihan kita.
Kita harus bertanggung jawab atas diri kita sendiri, membuat keputusan untuk pulih, menjalankan proses pemulihan, dan mengandalkan Tuhan sebagai penyembuh. Dengan melakukan ini, kita akan menemukan kesembuhan sejati dan hidup yang lebih penuh dan bermakna.
Kiranya artikel ini dapat menjadi berkat dan mendorong kita semua untuk memilih pulih dari luka hati kita, karena sembuh adalah keputusan yang harus kita ambil sendiri. Tuhan memberkati!
Related articles:
- Ini 4 Cara untuk Sembuh dari Luka Batin
- Patah Hati? Tenang, Dunia Belum Berakhir!
- Lakukan Ini Agar Healing Kamu Benar-Benar “Healing”
- Refleksi Diri: Sudah Sejauh Apa Saya Berkembang?
- 4 Manfaat Konseling dalam Hidup Kita
–
Yuk, baca top artikel kami:
Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?
Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?
Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?
Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab
Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas
–
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:
Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp
Last modified: Jul 3

