Bagi orang tua, pesta ulang tahun bisa menjadi dilema. Setiap kali anak bertambah usia, kita bersyukur. Ingin rasanya kita memberi kepada anak. Akan tetapi, keinginan untuk berpesta dapat terbentur dengan biaya. Haruskah ada pesta, ketika anak ulang tahun?
Untuk menjawab judul tulisan ini, mari bertanya pada diri sendiri. Apa motivasi kita mengadakan pesta ulang tahun untuk anak? Demi gengsi, demi memenuhi keinginan anak, atau demi….(kita bisa isi sendiri)? Sebelum menjawab perlu atau tidak perlu bikin pesta, saya berikan tiga tips sederhana untuk kita pikirkan sebagai orang tua.
Jangan Membandingkan Hidup

1 Tesalonika 5:18 berkata: Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Saat Nathan, anak kami, ulang tahun usia satu tahun dan dua tahun, saya dan istri tidak mengadakan pesta. Alasannya sederhana, uang kami tidak ada. Apakah kami kecewa, atau iri hati saat Nathan diundang ke pesta ulang tahun temannya? Adakah kami gengsi, karena orangtua si teman bisa berpesta, sedangkan kami tidak? Tidak. Karena kami tidak pernah membandingkan hidup kami dengan keluarga lain.
Sebagai keluarga, kami belajar untuk bersyukur akan berkat Tuhan. Tidak perlu iri dengan kehidupan orang lain. Sesuai berkat Tuhan di hidup kami, kami menikmati hidup.
Ketika Nathan berulang tahun, ini yang kami lakukan. Kami merayakannya dengan membelikan satu roti kecil, membuat video berisi nyanyian selamat ulang tahun, lalu post di media sosial. Sore hari, kami bertiga foto di studio. Sederhana tapi berkesan.
Dengan demikian, kami bersyukur atas apa yang Tuhan berikan – seperti kata ayat di atas.
Jika Buat Pesta, Buatlah Sesuai Kemampuan

Filipi 4:11-12 berkata: Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.
Suatu hari, anak teman gereja kami berulang tahun. Kami pun diundang. Tamu yang diundang ratusan orang, ada makan besar untuk semua tamu, dan saat pulang setiap anak dapat bingkisan. Teman kami ini orang kaya, sehingga uang bukan masalah baginya.
Yang jadi masalah, ada yang memaksa bikin pesta untuk ulang tahun anaknya, tapi secara keuangan tidak mampu. Demi gengsi, mereka hutang sana-sini. Begitu pesta selesai, mereka pusing memikirkan utang.
Jika kita terpikir untuk buat pesta, sedang keuangan tak cukup, renungkan nasihat Paulus. Belajarlah mencukupkan diri dalam segala keadaan. Sesuaikan acara dengan budget yang dimiliki.
Kalau mampu, silakan disesuaikan dengan kemampuan. Tapi kalau tidak, jangan memaksakan diri. Kalau anak merengek minta pesta, jelaskan kepadanya dengan lembut bahwa ulang tahun tak melulu harus berpesta.
Jangan Memandang Muka

Yakobus 2:1 berkata: Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.
Puji Tuhan kalau kita bisa mengadakan pesta ulang tahun, alangkah baiknya kalau kita mengundang semua teman-teman anak kita tanpa memandang muka. Baik orang tuanya miskin atau kaya, bisa kasih kado mahal, kado sederhana, atau tidak bisa kasih kado, perlakukanlah mereka dengan kasih. Tidak perlu berkomentar sinis atau menyindir mereka yang kurang mampu, ketika mereka hadir di pesta kita.
Perlakukan semua orang dengan setara. Buatlah anak kita, kita sendiri, teman anak kita dan orang tua teman anak kita bahagia. Kita sendiri pasti kecewa kalau tidak dianggap, atau dipandang remeh. So, jangan lakukan itu kepada orang lain atau seorang anak kecil, karena mereka akan ingat, dan Tuhan melihat apa yang kita lakukan.
Intinya, Hati yang Bersyukur
Jika mampu membuat pesta ulang tahun untuk anak, silakan. Namun, jika tidak mampu, tak usah memaksakan diri. Dalam membuat pesta, tak perlu membandingkan diri dengan orang lain, selenggarakanlah sesuai kemampuan. Juga, jangan memandang muka dalam menentukan siapa yang diundang dalam pesta.
Pada akhirnya, pesta ulang tahun hanya satu cara mensyukuri berkat Tuhan. Baik dirayakan atau tidak, yang penting hati kita senantiasa bersyukur dan bersukacita.
–
Related articles:
- Parenting Remaja Susah? Terapkan 3 Tips Ini.Parents Wajib Tahu!
- Ini Caranya Menuntun Anak Percaya Kepada Tuhan
- 6 Dosa Orang Tua terhadap Anak yang Sering Tidak Disadari
- 5 Tips Mendidik Anak Laki-Laki
- 4 Tips Membesarkan Anak yang Sehat Secara Emosi
–
Yuk, baca top artikel kami:
Muda & Gaul di Mata Tuhan: Bagaimana Caranya?
Seperti Apa Ibadah yang Sejati dan Berkenan kepada Allah?
Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?
Teladan dari 3 Wanita Hebat dalam Alkitab
Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas
–
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:
Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp
Last modified: Aug 30

